Ilalang

Rianthy Hendryan
Karya Rianthy Hendryan Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 09 April 2016
Ilalang

Anggap saja dia ilalang.
Kau menatapnya dari kejauhan. Gelagat mu terlihat mencurigakan. Perlahan kau mendekat. Kembangkan senyuman dengan tatap penuh keteduhan. Aah, jurusmu begitu elegan. Ku lirik ilalang. Dia tetap tenang. Balas senyuman walau terlihat dipaksakan. Kau terlihat makin penasaran. Kau ulurkan tangan dan ajak berkenalan. Lagi-lagi, kulirik ilalang. Tak ada yg berubah dari raut wajahnya, tetap tenang tanpa reaksi berlebihan. "ilalang", gumamnya.

Aah waktu terlalu cepat berlalu. Segalanya berubah syahdu. Ku lihat kalian menyatu. Ilalang tak lagi terlihat kaku. Kau sepertinya berhasil. Ilalang seperti punya dunia baru bersamamu. Matanya berbinar, tawanya riuh terpancar. Kau dan ilalang sungguh membuat cemburu orang-orang sekitar.

Bisakah aku menjadi ilalang itu?
Gadis dengan senyum yang tak lagi sinis.
Bisakah aku menjadi ilalang itu?
Gadis dengan dunianya yang sungguh manis.
Bisakah aku menjadi ilalang itu?
Gadis yang seakan tak pernah berteman dengan tangis.

Ku teguk kopi pahit ku. Dialah sedari tadi yg menemaniku. Aromanya membuat pikiranku melanglang buana. Mengingat kembali keremangan masa lalu. Semua bermula ditempat ini. Dimana kopi ku tak sepahit ini. Buat apa semua cerita manis, jika hanya untuk berakhir miris. Buat apa kau kenalkan tawa, jika hanya jadi senjata pembawa luka.
Tapi tak apa.

Kamu menjadi pelajaran untukku.
Semua didunia ini hanyalah semu.Jadi buat apa aku tergugu.
Kamu mungkin bagian dari sendu.
Tapi kamu juga pernah jadi bahagiaku.
Kecewa?
Iya, siapa yang tak kecewa di khianati cinta.
Tapi itu sementara.
Aku percaya, warna baru akan menyapa.
Kecewaku berganti keikhlasan jiwa.
bukankah nestapa tak seharusnya dipelihara.
Sesak ku perlahan akan jadi bahagia.
Dan aku menjelma jadi ilalang dengan warna lainnya.

?

  • view 137