Hanya Percaya Ini Mimpi

Ratririani Sekar Palupi
Karya Ratririani Sekar Palupi Kategori Renungan
dipublikasikan 08 September 2016
Hanya Percaya Ini Mimpi

Sebait mimpi yang datang sepanjang malam ketika kamu sedang tertidur lelap. Pastinya kamu pernah merasakan mimpi yang sepertinya saling berhubungan, antara hari ini dengan hari sebelumnya dan terjadi berhari-hari yang kata orang mungkin sebuah peringatan, mungkin juga karena kelelahan dan banyak pikiran sampai kita berkali kali memimpikan hal yang sama.

Dulu ketika bermimpi tentang hal yang mengerikan bangun tidur langsung lupa dan mengacuhkannya, kata ibu itu bunga tidur dan kamu segera cuci muka dan berdoa untuk hal yang baik. Berbeda dengan sekarang ketika sudah beranjak dewasa, dimana aku mulai memikirkan banyak hal sepele yang terbawa dari kantor atau hanya sekedar iseng setelah cek sosial media. Terhitung ada dua bulan ini menjadi orang yang cukup rajin bermimpi, dan itu tentang hal hal yang muncul dimasa lalu.

Mulai dari segala pertengkarang orang tua saya dimasa kecil, pertama kali jatuh cinta, orang-orang yang begitu dekat, kagiatan sehari-hari dan lain sebagainya. Kalau didalam mimpi bisa membawa sebuah kamera rasanya pengen banget ngrekam kejadian semuanya, biar pas bangun bisa dilihat apa saja yang sudah aku lakukan dalam mimpi.Mulai dari memimpikan ular putih, gusi berdarah, ketemu dengan mantan pacar yang mengerikan, dan yang terakhir bertemu dengan orang yang aku sayang, seperti biasa yang datang hanya dengan senyum tanpa kata. Klise bagi sebagian orang, namun jika mimpi-mimpi itu datang seperti sebuah cerita novel bersambung, pastinya kamu akan merasa tidak nyaman, dan memikirkan kembali, apa yang sudah kamu perbuat selama ini terhadap mereka yang ada dalam mimpi mu satu per satu.Mungkin aku sempat memergoki ketidak jujuran dari mereka, yang akhirnya hanya aku simpan dan segera menghapusnya begitu saja. Hatimu sedang jujur dan memprotes segala yang selama ini kamu hapus, dia menyampaikan nya melalui mimpi agar kamu lebih memahami hatimu. Ada yang memang harus kamu hapus dan ada yang harus kamu selesaikan."Bayar aku dengan kejujuranmu maka aku akan melupakan yang telah terjadi, seperti awal kita berjumpa dan tak saling mengenal."Sebait mimpi hanya berusaha mengulangi kejadian  yang tak sempat kamu ucapkan dalam sebuah kata. Hanya sekedar bergumam dan memalingkan wajah. Sebait mimpi hanyalah sebuah kerinduan yang tidak tersampaikan. Kekhawatiran yang hanya menjadi doa jarak jauh, dan sebait mimpi tak memiliki dosa....Kita hanya tidak sengaja bertemu kemudian saling membohongi tentang apa yang ada dikepalaku saat ini dengan yang kamu fikirkan. Maka yang terbaik adalah jujur dari mimpi yang menakutkan ... Dan kembali memikirkan bahawa ini hanya mimpi yang menghiasi kita saat tertidur lelap. Jangan marah dengan mimpi yang datang meskipun mimpi yang mengecewakan. Hal yang nyata lebih menakutkan dari mimpi yang hanya kamu yang jadi lakon didalamnya.

  • view 156