Jeritan Pasir pantai dan karang

Riana  Dewi
Karya Riana  Dewi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 April 2016
Jeritan Pasir pantai dan karang

(Pasir Pantai)

luas aku melihat cakrawala..

bahagia aku akan senyuman matahari dipagi hari..

bahagia aku akan sambutan air asin yang melepaskan dahagaku..

dan mungkin kerang, air laut, pohon bakau, ikan, akan berfikiran sama sepertiku.. bahwa aku adalah makhluk yang paling beruntung di lautan ini..

tapi mereka tak pernah tau setiap hari aku menangis..

setiap hari aku terkikis

setiap hari aku kehilangan banyak bagian dalam ragaku..

gelombang lah yang menyapanya?

untuk apa? sakit dan sangat sakit aku merasakannya..

aku selalu tersenyum untuk anak2 yang bahkan berlarian dan menginjak tubuhku..

aku bahkan ikut tertawa saat mereka berbahagia karena mengeruk beberapa bagian tubuhku untuk mereka mainkan..

kadang aku berbahagia saat banyak aku terus dilempar.. sakit rasanya memang.. semua orang melempariku dengan sangat bahagianya..

tapi bahagia dengan seperti ini adalah keputusanku dan takdir tuhan agar aku belajar memberi, memberi kebahagiaan yang lebih hakiki..

?

(Karang)

bukan perkara mudah memang untuk menjalani ini semua..

aku bukan pasir pantai yang bisa

?dengan mudah nya kering ketika tersibak air asin.

aku bukan air asin yang bisa selalu melihat kehidupan yang ada di dalam lautan luas yang tak berbatas.

Berat hati ini, terikat erat aku padamu.. tanpa kusadari aku selalu memikirkan bberapa manipulasi ikan ikan dilautan yang menempel padaku, pada kehidupanku..

kerang..

Hati ini kadang terseret pada ingatan kebahagiaan yang tuhan berikan kehidupan lautan yang tak berbatas, ikan ikan yang menggantungkan kebahagiaan nya padaku.

disaat yang sama aku tak bisa menyamaratakan kebahagiaan itu..

adakalanya aku akan merasa sendiri,

ada kalanya aku merasa tertegun pada apa yang telah aku lakukan untuk hidupku..

terlalu rumit memang..

apakah aku salah?

aku sangat merasa bersalah pada ikan yang tergores pada kerasnya kulit karangku..

aku juga merasa bersalah pada ikan kecil yang mati di depan mataku,,

apa yang telah aku lakukan!!!!

apakah ini dosa??

tuhannnn

apakah ini sebuah kesalahan??

aku hanya dduk diam dalam damai dan tingginya gelombang lautan..

tanpa aku fikirkan ikan ikan yang tergores karenaku, karena ulah ku..

terlalu sempit memang fikiranku..

tapi aku hanya tak mau menyakiti siapapun. hanya itu.

?

  • view 190