Tangisan Andromeda

Riana  Dewi
Karya Riana  Dewi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Maret 2016
Tangisan Andromeda

Bergerak lemah terikat kuat sampai peluh menyibak di kering nya tanah.

Terlalu asing rasanya untuk untuk merasakan kebebasan sepert sepasang burung kolibri terbang menantang awan.

Tawa tiada batas yang menguak tanpa pamrih seolah menghapus batas bumi dan cakrawala.

Aku seperti andromeda yang terantai dalam karang yang keras.

Saat andromeda menggilakan fikirannya untuk berharap mati.

bukan andromeda tidak ingin mati, dia bahagia melihat ombak tertahan di peluh matanya saat rantai rantai menggeliat tangan dan tubuhnya, dia ingin mati dengan kematian dan ombaknya.

sampai kau datang seperti yerseus yang menolongku dari kerasnya karang.

Sampai kau datang memelukku sangat lembut sampai aku seperti bunga dandelion yang terbang tiada batas memberi arti untuk semua.

apakah ini semestaku? apakah kamu bima sakti itu.

bukan..

Kamu tidak hanya sekecil itu, karena bima sakti dan alam semesta bisa hancur dalam sekejap.

?