Pingiran Roti Kehidupan

Riana  Dewi
Karya Riana  Dewi Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 21 Maret 2016
Pingiran Roti Kehidupan

ramai, kota ini sangat ramai oleh banyak nya kaki manusia melangkah, berlari, berjalan, suara anak-anak tertawa,tesenyum.

tapi ada satu hal yang harus aku ketahui dalam hidup ini, yakinkan dalam ke ?buram"an kehidupan ini adalah, aku hidup sendiri.

sendiri, bertopang pada badan yang terus melangkah, terbawa kesibukan, terbawa ketidakpastian yaang paasti terbawa oleh kesadaran hidup tentang arti "hidup? bigung ya? pasti!

sampaai detik ini aku masih menyangka bahwa semua ini maya, aku buta kan hidup aku bahkaan buta paada diriku sediri.

detik ini aku menyadari 1 hal yaang paast aku haanya butuh senyuman untuk membuat semuanya menjadi indah, aku hanya butuh terus bergerakuntuk membuat semuanya menjadi nyata. aku mulai menyusun puing-puing hidupku, aaku mlai menyusun semuanyaa, aku mulai meragkai nya menjadi satu.

aku terjebak dalam kenyamanan, aku terjebak dalam ke yakinan buta yang aku yakini, aku terjebak. sampai kmarin sebelum aku bisa menyadari bahwaa semuanya nyata, dan bahwa semuanya bernyawa adalah kamu. kamu yang membuat semuanya menjadi maya, dan kamu pula yang membuat semuanyaa menjadi nyata.

perhatian mu yang membuat semuanya menjadi maya, tapi dinginmu adalah hal yag sebenarnya yang paling aku butuhkan dalam hidup ini.

kesendirian inilah yaang justru menyadarkaan aku sesuatu, menyadarkan hal yang paling peenting dalam hidupku. aku orang yang tidak tegas. dan terlalu plin plan bahkan untuk diriku sendiri.

semuanya berawal ketika aku mulai terperangkap dalam ke ?maya"an hidup. ketika dirimu mengisi semua nya. semua menjadi maya tiba2, aku mulai tidak siap akan hidup. aku mulai tidak siap akan seua hal. aku menakutkan hidupku daan semua hal yang terkait didalam nya, aku terjebak zona nyaman kehidupan, aku terjebak dalaam kenyawamanan tuhan , tanpa aku menyadari tentang suatu arti baahwa "what you get, its what you give?

sekarang aku ada di titik terendah, sekarang aku ada di titik minus dalam hidupku ketika aku menyadari semua, aku orang yang tidak mandiri, aku kuat tapi orang yang masih tergantung.

aku sadar banyak hal yang sudah aku lewati tanpa arti sudah banyak hal yang aku lewati tanpa tjuan, sudah banyak hal yang aku lewati tanpa peran, semua nya maya, semuanya buta.

aku bahkan sampai dititik hidup ku ini terlalu munafik.

aku tak menghargaimu saat ada orang ang lebih mnghargaiku dtang, tanpa sebab, hanya karena aku igin mencari tameng sebuah kenyamanan, karena aku hanya butuh sebuah tameng untuk sebuah ketidak pastian hidup. dan aku mulai telindungi.

orang yang menyayangiku aadalah orang yang menydarkan aku bahwa hidup ini maya, dan aku adalah tamengmu untuk terus menjagamu pada ketidakpastian.

pasangan yang menghiraukan aku adalah orang yang menegurku dengan keras tanpa? sadar, orang yang meyakinkanku dengan tamparan hidup, dengan dingin nya wajah yang selalu kulihat, tiap harinya.

tapi hal ini lah yang membuat aku sadar akan hidupku, hal ini lah yang membuat aku bangkit, hal inllah yang membuatku mempunyai pilihan daan kesempatan.

aku merusak semuanya, aku menghilangkan semuanya, aku terus merusaknyaa perlahan tanpa batas.

kenyamanan adaalah hal yaang palih membahayakaan dalam hdup.

detik ini ingin aku merubah semuanya mulai dari 0, aku belum terlambat, aku masih mmiliki kesempatan, aku masih memiliki harapan selama aku yakin. terus aku berusaha, trus aku menempa hidup aku dengan keberanian, agar aku menjadi orang yang kuat. bahwa semua meliki masa nya tersendiri dan hanya dirimu yang bisa menemukan nya, bukan orang lain, ataupun orang yang kausayang, dan bahkan tuhan mu yang akan terus menutunmu sampai engkau menemukan nya.

  • view 136