Orang-orang yang Keluar dari Botol

Rian Gusman Widagdo
Karya Rian Gusman Widagdo Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Juli 2017
Orang-orang yang Keluar dari Botol

ORANG-ORANG YANG KELUAR DARI BOTOL

 

KALIAN pernah dengar tentang orang-orang yang keluar dari botol? Mereka keluar dari semua bebotolan yang terdapat di seluruh muka bumi. Mereka biasanya keluar sebelum fajar menyingsing, atau kadang-kadang sesaat setelah matahari menumbukkan radikal bebasnya ke pucuk-pucuk tertinggi pepohonan di belantara hutan terdalam pulau-pulau tak berpenghuni. Beberapa orang mengaku pernah melihat mereka, beberapa yang lainnya menganggap itu hanya bualan gelandangan yang sudah tujuh hari tujuh malam tidak makan sehingga matanya yang memelas dan kelabu tak bisa lagi membedakan mana kecoak mana orang-orang yang keluar dari botol.

Orang-orang yang keluar dari botol itu bisa jadi bukan hanya bualan. Mereka mungkin memang ada, namun tidak di semua botol. Hanya botol-botol tertentu yang mereka tinggali. Botol di dalam rumah biasanya jarang mereka tinggali. Mereka lebih suka botol yang terserak di pinggir kali, di tempat sampah pinggir jalan, atau sesekali mereka menyempatkan diri tinggal di botol bekas minuman keras yang tergeletak begitu saja di dekat taman pelacuran. Hanya sebentar, sebelum kemudian bermigrasi ke botol lain yang lebih nyaman. Mungkin mereka tidak kuat dengan bau menyengat alkohol.

Banyak yang bilang orang-orang yang keluar dari botol itu wujudnya sama dengan manusia biasa, hanya saja ukurannya jauh lebih kecil. Mungkin hanya sekitar satu atau dua senti meter saja. Ada juga yang bilang mereka lebih mirip kutu daripada manusia. Dan ada juga yang bilang mereka berwujud asap yang menyerupai manusia. Entahlah, mungkin bahkan tidak ada satu pun dari penggambaran orang-orang yang keluar dari botol itu benar, karena sesungguhnya tidak ada satu pun manusia yang benar-benar pernah melihatnya. Pasalnya, setiap kali cerita itu digulirkan di warung-warung kopi, kerumunan ibu-ibu yang mengelilingi gerobak sayur, atau kadang di kantor-kantor menjelang waktu-waktu malas kerja, selalu diawali dengan kata ‘katanya’, yang tidak pernah jelas ‘katanya’ siapa. Dan yang mendengarkannya pun juga tidak pernah menaruh perhatian pada ‘katanya’ itu, karena topik orang-orang yang keluar dari botol selalu lebih seru untuk ditelisik.

Dari sekian banyaknya simpang siur mengenai orang-orang yang keluar dari botol, yang paling menarik adalah informasi yang mengatakan bahwa orang-orang yang keluar dari botol, sekali lagi, ‘katanya’, bisa mengubah botol-botol yang disinggahinya menjadi emas. Awalnya tidak banyak yang menggubris berita ini dan hanya menganggapnya selingan di saat senggang. Namun, belakangan banyak media menyiarkan berita mengenai orang yang kaya secara mendadak, dan kebanyakan dari mereka mengatakan bahwa mereka mendapatkan emas di belakang rumah mereka, atau ada juga yang kebetulan menemukannya tergeletak pada subuh sepulang pesta minuman keras. Dan, semua dari orang yang kaya mendadak itu percaya bahwa emas-emas itu berasal dari botol-botol yang ditinggali oleh orang-orang yang keluar dari botol.

Mulai saat itu kehebohan tentang orang-orang yang keluar dari botol tidak hanya sekadar guyonan yang menemani makan pisang goreng di warteg-warteg, namun juga sudah merambah menjadi kehebohan massal yang lebih serius. Orang-orang berlomba-lomba untuk membuktikan keberadaan orang-orang yang keluar dari botol (kebanyakan yang melakukan ini adalah kalangan akademisi dan kalangan yang tidak memiliki daya imajinasi tinggi), dan lebih banyak lagi yang memutuskan untuk tidak tidur lantaran tertarik dengan emas yang ditinggalkan oleh orang-orang yang keluar dari botol.

Dalam sehari, pemberitaan orang-orang yang mendadak kaya berkat orang-orang yang keluar dari botol semakin gencar, sementara berita tentang keberadaan orang-orang yang keluar dari botol itu sendiri bisa dibilang tidak pernah ada. Alhasil, bukan hanya dari kalangan pengangguran dan pekerja rendahan saja yang memutuskan untuk tidak tidur demi bisa menjadi jutawan mendadak, melainkan juga para pejabat tinggi yang masih haus akan harta. Bahkan, kalangan intelektual yang sebelumnya bergadang demi meneliti dan membuktikan keberadaan orang-orang yang keluar dari botol pun perlahan-lahan berubah niat. Siapa yang tidak ingin kaya tanpa perlu kerja keras?

Tidak hanya sampai di sana kegilaan penduduk di negeri itu. Awalnya hanya orang-orang dewasa saja yang tidak tidur semalam suntuk demi mendapatkan emas. Lalu, setelah satu minggu tidak ada hasil, mereka mulai mengajak anak-anak mereka untuk ikut mengawasi kalau-kalau ada botol di sekitaran rumah mereka berubah menjadi emas. Tidak berselang lama, orang-orang mulai memenuhi halaman rumah mereka dengan botol, baik yang baru maupun bekas, hingga menggunung sampai ada yang menutupi rumah mewah mereka.

Berminggu-minggu kondisi itu terus berlanjut. Tidak ada musik lagi di radio, yang ada hanya berita tentang orang-orang yang keluar dari botol. Tidak ada lagi sinetron di televisi, yang ada hanya berita tentang orang-orang yang keluar dari botol. Tidak ada lagi cerpen di surat kabar, yang ada hanya berita tentang orang-orang yang keluar dari botol, di semua kolom. Orang yang kaya mendadak disiarkan terus menerus, tapi keberadaan orang-orang yang keluar dari botol masih nihil pemberitaan. Tidak ada foto atau pernyataan apa pun mengenai orang-orang yang keluar dari botol selain bahwa orang-orang yang keluar dari botol ini tidak hanya bisa menciptakan emas, tapi juga berlian dan permata. Dengan demikian keributan yang terjadi pun semakin menjadi-jadi.

Selama itu juga roda pemerintahan di berbagai sektor mulai lumpuh total karena para pejabatnya memutuskan untuk tidur di siang hari dan bergadang di malam harinya. Begitupun dengan sektor-sektor lain seperti pendidikan, dan kesehatan. Orang sakit tidak bisa ditangani karena rumah sakit tutup. Dokter dan perawatnya sibuk menjaga botol di rumah. Anak-anak juga tidak sekolah karena sekolah tutup. Guru-guru dan dosen-dosen mangkir ngajar karena sibuk mengamati botol-botol di belakang rumah mereka. Negeri itu pun menjadi kacau balau.

Lama kelamaan siang hari pun tidak mereka pergunakan untuk tidur, tapi mereka gunakan untuk menambah pundi-pundi botol mereka. Mereka beranggapan orang-orang yang keluar dari botol akan lebih tertarik untuk singgah di tumpukan botol-botol yang megah. Orang-orang mulai memuja botol dan saling berebut untuk mendapatkan botol yang semakin langka. Orang-orang mulai tidak segan untuk memukul, menampar, atau bahkan membunuh hanya untuk mendapatkan botol untuk menambah jumlah botol yang akan menjadi emas atau berlian di teritorial mereka. Tidak ada yang memberitakan pembunuhan. Semua berita masih gencar menyoroti orang-orang kaya yang semakin bertambah berkat orang-orang yang keluar dari botol. Bahkan pemberitaan pun semakin berkurang. Banyak stasiun televisi dan radio tutup. Banyak surat kabar berhenti terbit. Wartawan dan reporter mereka lebih sibuk mencari botol daripada mencari berita.

Presiden di negara itu mulai resah. Meskipun dia sesekali masih menengok botol-botol di halaman belakang istananya, tapi dia masih cukup waras untuk tidak membiarkan negara yang dipimpinnya hancur karena orang-orang misterius yang keluar dari botol ini. Akhirnya, dia banyak menghabiskan waktunya untuk berpikir dan berpikir di sela-sela penjagaannya akan botol-botol indah di halaman istananya.

Suatu malam dia mendapatkan telepon dari duta besarnya yang berada di negara tetangga. Dia adalah duta besar terakhir dari negara itu yang masih bersedia berada di negara tempatnya bertugas, sementara duta besar yang lain sudah pulang lantaran ingin ikut kaya dari orang-orang yang keluar dari botol. Duta besar ini rupanya cukup bijak dan berpendidikan, sehingga dia tidak ikut terpengaruh untuk mendapatkan keuntungan dari orang-orang yang keluar dari botol. Baginya uang yang diterimanya sebagai seorang duta besar sudah lebih dari cukup untuk hidup sejahtera. Pria paruh baya ini bernama Dulmaji.

Dulmaji dengan tenang menceritakan bahwa di negara tempatnya bertugas ada banyak ilmuwan yang sudah diakui kualitasnya, dan dia menyarankan Presiden untuk meminta tolong pada negara ini supaya berkenan untuk mengirimkan para ilmuwannya ke negaranya untuk menangani orang-orang yang keluar dari botol. Tanpa pikir panjang, Pak Presiden pun langsung menyetujuinya. Diketiknya sendiri surat permohonan itu dan dikirimkannya sendiri pula surat itu lantaran pejabat-pejabat yang bertugas untuk itu sudah mengundurkan diri sejak kemarin, lagi-lagi lantaran ingin turut mengeruk untung dari orang-orang yang keluar dari botol.

Seminggu kemudian, saat penduduk negeri ini tinggal separuh, dan kegilaan karena kurang tidur akibat menunggu mukjizat dari orang-orang yang keluar dari botol semakin tak terkendali, Pak Presiden menerima surat persetujuan dari Perdana Menteri negara tetangga. Selang dua hari kemudian, para ilmuwan itu pun tiba. Hari itu juga mereka langsung melakukan penelitian karena sangat penasaran dengan fenomena orang-orang yang keluar dari botol.

Betapa terkejutnya para ilmuwan itu ketika tiba di lapangan. Bukannya orang-orang yang keluar dari botol yang mereka temukan, melainkan orang-orang gila yang masuk ke dalam tumpukan botol. Selang seminggu, mereka menemukan bukti yang tidak kalah mengejutkan, bahwa orang-orang gila itu pada akhirnya benar-benar mendapatkan emas mereka. Tapi tidak satupun dari mereka yang bisa memberi penjelasan selain bahwa itu pasti kerjaan orang-orang yang keluar dari botol. Ilmuwan-ilmuwan dari negeri tetangga itu pun segera memberikan laporan mengenai hal itu. namun kemudian, mereka memutuskan untuk tetap tinggal dan mencoba mengais rejeki di sektor selain penelitian (yang selama ini tidak cukup mampu untuk mensejahterakan kehidupan mereka), yakni botol dan orang-orang yang keluar dari benda itu. Yang mereka tidak tahu adalah, bahwa negeri itu akan segera punah.

Berita dalam laporan itu ternyata tidak hanya tersimpan di laci Perdana Menteri dan lembaga riset negara tetangga saja, tapi juga mengudara lintas benua. Orang-orang yang keluar dari botol pun langsung menjadi perbincangan orang-orang di seluruh dunia. Awalnya hanya segelintir yang percaya, sisanya hanya menganggapnya sebagai anekdot kala senggang, sama seperti negara Dulmaji dulu.

Perlahan tapi pasti, fenomena yang dialami negara Dulmaji pun mulai terjadi di seluruh benua. Semua negara di belahan dunia mulai kacau balau akibat orang-orang yang keluar dari botol. Bahkan para ilmuwan yang sebelumnya menentang keras keberadaan orang-orang yang keluar dari botol pun pada akhirnya menyerah pada keadaan. Sebagian turut memuja orang-orang yang keluar dari botol, sebagian lagi mati karena situasi. Alhasil, peradaban manusia pun punah. Bukan karena meteor atau kiamat seperti yang pernah diramalkan, tapi karena keberadaan orang-orang yang keluar dari botol.

Dan, ternyata orang-orang yang keluar dari botol itu memang benar-benar ada. Di penghujung subuh, setelah nyawa orang terakhir di muka bumi ini tercabut dari raganya, orang-orang seukuran ibu jari itu pun keluar dari botol-botol yang berlumuran debu dan darah di seluruh penjuru dunia. Jumlahnya milyaran, dan secara serempak mereka meneriakkan kemenangan mereka atas umat manusia. Teriakan itu begitu keras bergema sampai ke bulan.
 
***

  • view 73

  • Redaksi inspirasi.co
    Redaksi inspirasi.co
    28 hari yang lalu.
    Catatan redaksi:

    Fiksi Rian Gusman Widagdo termasuk salah satu yang kami tunggu sebab kreator yang satu ini mempunyai daya imajinasi luar biasa yang menyampaikan kritik sosial kuat. Tulisannya, termasuk yang satu ini, membutuhkan konsentrasi cukup tinggi untuk menelaah maksudnya. Dari judulnya saja, ‘Orang-orang yang keluar dari botol’ sudah menarik dan mengundang rasa penasaran. Nilai plus tulisan ini bukanlah terletak pada pemilihan kata yang hebat atau frase yang membuai nan puitis tetapi teknik yang pelan-pelan menggiring rasa penasaran pembaca lalu hingga pada akhirnya ‘meledak’ di akhir tulisan.

    Itu baru dari sisi penyajiannya. Dari segi makna tulisan ini kerennya bersifat terbuka dimana setiap pembaca bisa mengambil kesimpulan atau memperoleh makna mereka sendiri. Menurut kami sendiri tulisan ini ingin mengkritik masyarakat dalam cerita ini yang masih terlalu percaya gosip, takhayul tentang orang-orang yang keluar dari botol. Apalagi mereka katanya bisa mendatangkan rezeki. Hingga akhirnya masyarakat semakin banyak yang percaya terus jadi malas bekerja lalu tinggal menunggu akhir peradaban. Serius, ini dobel bagusnya, Rian!