Cari yang Setia ? (Kajian Fenomenologi Curahan Hati Jones)

S Trianto Aji
Karya S Trianto Aji Kategori Renungan
dipublikasikan 02 Juli 2017
Cari yang Setia ? (Kajian Fenomenologi Curahan Hati Jones)

Semoga tulisan ini bisa memberikan informasi dan kesan yang cukup berimbang, walaupun tulisan ini dibuat dari sudut pandangnya seorang pria jomblo yang kadang ngenes dan kadang merana. Seumur-umur, bahkan sekadar untuk ngobrol akrab dengan cewek saja aku gak pernah, apalagi untuk merasakan bagaimana indahnya romantisme apalah itu yang namanya “pacaran”. Terpesona pada para cewek yang berseliweran disekitar, kesana-kemari, mengamati mereka dari kejauhan, menaruh rasa pada salah seorang dari mereka, lalu memimpikannya disaat tidur, dan cukup cuma itu tok. Bayangkan juga, betapa amazingnya ilusi dan fantasi yang selalu mengiringi kehidupan jones seperti diriku ini, citra-citra para cewek yang selalu berputar-putar di kepala dan menghantui. Tapi maaf untuk para joker (jomblo keren) yang senantiasa stay cool, kalau kiranya ungkapan nuraniku ini mencemari nama baik kalian. Biar bagaimanapun, cowok jones ini akan mencoba menyerukan kegundahan hatinya (alias curhat).

Tertarik pada lawan jenis sudah merupakan kodrat alami dan anugerah terindah yang dimiliki oleh setiap manusia. Keinginan untuk membina suatu hubungan ekslusif yang dilandaskan atas rasa cinta satu sama lain (tolong, gak usah tanya apa itu “cinta” !, ya pokoknya itu, titik.), hubungan yang diikat oleh janji setia. Setia sampai mati. (apa?), sekali lagi saya ulangi, janji setia sampai mati !

Sudah jadi tren kebanyakan kaum remaja dalam membina hubungan mereka dengan pasangan masing-masing, mengikatkan diri dalam suatu bentuk komitmen yang disebut pacaran. Namun sayang, tidak sedikit diantara pasangan muda-mudi ini yang dengan komitmen pacaran mereka, mudah terlepas ikatan dan janji setianya, cintanya pun kandas terseret arus sungai sampai ke laut. Ada diantara mereka yang bisa move on setelah cintanya kandas, kemudian segera cari pasangan yang baru, walaupun ujungnya juga akan putus lagi, move on lagi, cari yang baru lagi, putus lagi, move on lagi, cari yang baru lagi, putus lagi, dst. Begitu cepatnya move on dan putus-nyambung. Tapi adapula diantara mereka yang gak bisa move on – move on bernasib “naas” jadi jones lama sekali.

Kalau pacaran mudah sekali putus-nyambung, ganti baru, putus-nyambung, ganti baru, putus-nyambung, ganti baru, begitu seterusnya sampai kiamat. Lantas apa artinya janji setia itu ? eh, apalagi itu “janji setia sampai mati” (hahaha.. preeeet!). Tapi, toh yang begini masih lebih mending daripada jones yang gak bisa move on – move on atau yang paling parah mereka yang sama sekali gak pernah punya pengalaman percintaan sama sekali.

Enak aja, jangan ngawur dulu ! pokoknya, komitmen pacaran yang ngakunya selalu punya janji setia, tapi kok kenyataannya malah suka putus-nyambung, ganti baru, putus-nyambung, ganti baru, terus gak habis-habis. Ini sih komitmen omong-kosong, gak serius, dan cuma main-main. Malah bisa aku katakan, “komitmen pacaran itu sebenarnya cuma ilusi” catet baik-baik ! Dan siapapun kamu yang sekarang sedang berpacaran dengan seseorang, orang yang jadi pasangan mu itu belum tentu hak kamu, bisa jadi itu jodoh orang lain, dan orang tersebut yang pasti punya komitmen konkret. Gak kayak kamu semena-mena merasa “pokoknya ini milik gw” ! Eh, ujung-ujungnya putus juga. (hahaha…)

Lalu apa dong solusinya ? Satu-satunya solusi kalau kamu mau dapat yang bener-bener setia, cari saja mereka yang lama jomblo atau mereka yang dari lahir gak pernah punya pengalaman berpacaran, itu justru yang setia dan yang paling setia. Eit.. yang dari lahir gak pernah pacaran itu jangan-jangan impot*n  atau hom* lagi ? (Eh, kurang ajar ! Jangan suuzan begitu.)

Aku bahas nih, kenapa orang yang jomblo lama itu setia ? Mungkin saja dulu dia punya pacar, karena suatu sebab tertentu, keduanya berpisah, semisal karena ditinggal mati pacarnya. Jelas dong setia, karena dia gak mudah move on, sosok kekasihnya itu masih melekat kuat dihati dan pikiranya dan karena itu lama sekali dia belum menemukan sosok yang bisa menggantikan posisi kekasihnya itu. Sekalinya ketemu, coba bayangkan kalau sosok itu kamu ?

Nah, coba kamu bandingkan dengan mereka para playboy yang bahkan setiap hari “minimal” bisa gonta-ganti “ribuan” cewek (wow !). Bahkan, jika mereka ditinggal mati pacarnya sekali pun, sangat mungkin, cukup waktu satu detik saja buat mereka untuk move on  dan segera nemu yang baru lagi (wow !).

Memang sih, tidak bisa dimungkiri kalau para playboy ini pada dasarnya, mereka telah diberi anugrah istimewa oleh Tuhan, sehingga dengan mudahnya mereka bisa memikat hati para cewek. Apa anugrah istimewa para playboy ? Ya apalagi kalau bukan kemampuan berkomunikasi dan rayuan mautnya. Ah, itu sih semua orang juga punya. Ya, ya, ya, dalam posisi ini jones juga sudah sering intropeksi dan sadar diri. Barangkali kita-kita yang jones memang sulit terbuka mengutarakan isi hati pada para cewek, cenderung tertutup dan sok jual mahal. Tapi sayangnya itu alami dan apa adanya. Malah justru kita yang berharap para cewek untuk mau lebih dahulu terbuka terhadap para jones (seperti diriku ini, hehehe..) Tapi rasanya mustahil, apalagi jones tipe pemikir berat seperti aku ini, gak bisa dibayangkan betapa sulitnya memahami ruwet dan abstraknya pola pikir dan karakter ku ? (Respon cewek: “Iya jelas dong gak banget deh, bisa mendadak gila, kalau aku deket sama yang beginian !”) Waduh.. Ya mau gimana lagi, apa adanya aku seperti ini.

Oh, tapi apapun itu, ya biarkan sajalah jones seperti diriku ini tetap dalam kegalauan bersama dengan mimpi dan fantasi indahnya, yang senantiasa setia menemani setiap saat.

Tapi tunggu dulu, gak semua waktu hidup jones dihabiskan cuma buat ngegalau dan berfantasi ria saja loh. Mereka para jones, khususnya pria jones tipe pemikir berat kayak aku ini juga punya kesibukan lain. Disela-sela waktu galaunya, para jones adalah pria pekerja keras dan tekun, seluruh pikiran dan tenaganya lebih banyak dicurahkan untuk antisipasi dan menyusun berbagai perencanaan-perencanaan masa depan dalam rangka membangun kehidupan yang mapan. Nah, barulah setelah mereka mencapai kehidupan yang mapan, jones akan mencari pasangan hidup yang mau diajak untuk membangun komitmen yang serius dan disitulah sebenar-benarnya janji setia, setia sampai mati !

Coba sekarang bandingkan dengan mereka para playboy atau termasuk juga playgirl dengan label komitmen pacaran mereka. Seberapa seriuskah ikatan kesetiaan itu yang konon katanya dilandaskan atas rasa cinta ? Serius kok seringkali kenyataan di lapangan hubunganya putus-nyambung, ganti baru, putus-nyambung, ganti baru, dst. Mau sampai kiamat ? Kalau gini sih tepat dikatakan kalau pacaran itu sudah jadi semacam tradisi ngawur dikalangan ABG. Masalah hati, cinta, perasaan, dan komitmen kesetiaan kok bisa dibuat main-main begini seenak jidat pake dalih pacaran ! Sekali lagi, aku katakan, komitmen pacaran itu jelas adalah ilusi, semacam waham, dan tradisi sesat. (wkwkwk..)

Tapi lagian apa sih yang menjamin kalau jones kayak aku ini bakal bisa bener-bener setia ? Punya pengalaman percintaan aja ngak ! Malah kemungkinan besar, justru jones seperti ini punya sikap posesif !

Yang perlu diketahui, apa dulu dong komtimen setia yang ditawarkan jones ? (yang jelas bukan pacaran) Semisal, kalau aku ajak kamu berkomitmen bersama mengarungi bahtera rumah tangga, menjadi pasangan sehidup semati. Ya jelas wajar dong kalau aku posesif ! Masak mau semudah itu putus-nyambung, ganti baru ? Kalau sekadar teman akrab atau sahabat sih santai saja kali, malah justru aku bisa dengan senang hati bantu kamu cari pasangan yang mau bener-bener punya komitmen serius dan setia dengan kamu. Kalau gak ada yah, aku menawarkan diri. (hehe..) Gak mau diajak serius sama yang setia ? ya gak maksa. Nah, sekarang aku tanya balik, lah yang punya komitmen pacaran itu apa gak punya sikap posesif ? (komitmen cuma ilusi kok sikapnya posesif ! hahaha.. konyol dong).

Kalau begini kan malah jelas keliatan mana yang beneran mau diajak serius mana yang masih suka main-main dengan perasaan ? Kalau aku sendiri juga ogah cari pasangan hidup yang cuma main-main begitu, sering gonta-ganti pacar, punya banyak koleksi mantan, kalau yang begini harga diri dan kehormatanya dikemanakan ? Prinsipnya kan jelas, intinya “wanita yang tidak baik adalah untuk laki-laki yang tidak baik, dan sebaliknya”.

Dan masih banyak hal lagi yang perlu dibahas, tapi karena ini juga sudah terlalu banyak dan bertele-tele. Aku cukupkan saja sampai disini. Sekian dan terimakasih. Mohon maaf bila ada salah-salah kata.

  • view 75