KEMERDEKAAN: JANGAN BIARKAN AKU MENGHILANG

Maria Aditya Nugrahani
Karya Maria Aditya Nugrahani Kategori Sejarah
dipublikasikan 13 Agustus 2017
KEMERDEKAAN: JANGAN BIARKAN AKU MENGHILANG

Indonesia sebentar lagi akan memasuki usianya yang ke-72 tahun pada tanggal 17 Agustus ini meskipun belanda mengakui kemerdekaan Indonesia pada 27 Desember 1949. Jika dilihat kembali bagaimana perjuangan para pahlawan negeri ini dalam mencapai kemerdekaan RI, mereka satu persatu jatuh, mati, rela mengorbankan nyawanya hanya untuk membebaskan bangsa ini dari ikatan para penjajah. Pengibaran bendera dan pembacaan naskah proklamasi menjadi bukti telah didapatkannya kemerdekaan RI. Tidak hanya pada naskah proklamasi, kemerdekaan RI juga tercantum dalam pembukaan UUD 1945.

Namun, akhir-akhir ini seakan-akan kemerdekaan itu mulai sirna, semangat yang ada dari para pahlawan yang memperjuangkan kemerdekaan pun sudah tidak ada. Kebhinekaan yang menjadi motto bangsa yang juga terdapat pada lambang negara pun perlahan mulai tergerus dengan derasnya pengaruh para oknum yang mengadu domba hanya untuk sebuah kepentingan semata. Dari masalah suku bangsa hingga isu agama menjadi dasar untuk memporak-porandakan kesatuan NKRI. Inikah yang diinginkan oleh para pahlawan dan pejuang di masa lalu? Untuk itukah mereka mempertaruhkan nyawa?

Para pahlawan yang telah memperjuangkan pergerakan kemerdekaan Indonesia hingga  mampu mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur (Pembukaan UUD 1945 alinea ke-2) memiliki cita-cita yang begitu besar yaitu untuk melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial (Pembukaan UUD 1945 alinea ke-4).

Dengan dihantarkannya rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan itu, para pejuang/pahlawan mengharapkan sepenuhnya kepada generasi penerus untuk dapat mewujudkan cita-cita bangsa, sehingga kemerdekaan rakyat Indonesia tidak hanya sebatas di depan pintu gerbang melainkan masuk dan meraih kemerdekaan yang hakiki. Tokoh-tokoh kemerdekaan juga telah memikirkan apa yang menjadi dasar untuk dapat mewujudkan cita-cita bangsa, dasar itu termuat dalam pembukaan UUD 1945 alinea ke-4 yaitu dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuaan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”.

Dasar ini adalah Pancasila, begitu banyak upaya tokoh kemerdekaan dalam merumuskan dasar ini dimulai dari sidang BPUPKI, lahirnya piagam Jakarta oleh panitia sembilan, hingga rumusan otentik Pancasila yang disahkan oleh PPKI. Butir-butir pengamalan Pancasila termuat dalam ketetapan MPR no. II/MPR/1978 tentang Ekaprasetia Pancakarsa yang menjabarkan kelima asas dalam Pancasila menjadi 36 butir pengamalan sebagai pedoman praktis bagi pelaksanaan Pancasila. Pancasila tidak hanya menjadi dasar negara, tetapi juga menjadi sebuah ideologi, sistem nilai, paradigma pembangunan, hingga menjadi pandangan hidup bangsa Indonesia. Langkah dasar generasi untuk selamatkan Indonesia adalah dengan memaknai setiap isi pembukaan UUD 1945. Indonesia adalah negara kita bersama, jangan biarkan kemerdekaan ini hilang hanya karena dasar kita tidak kuat. Ingatlah selalu slogan “Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”. Merdeka!!!

Alinea 1:
“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan”

Alenia Kedua:
“Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah pada saat yang bebahagia dengan selamat sentausa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat adil dan makmur”

Alenia Ketiga
“Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya”

Alenia Keempat
“Kemudian dari pada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang Undang Dasar Negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan Negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada Ketuhanan Yang Maha Esa, Kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuaan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia”

  • view 70