MelibatkanMu dalam urusan rasa

Ria Anggraeni
Karya Ria Anggraeni Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 Juli 2017
MelibatkanMu dalam urusan rasa

Wajar jika kebersamaan kita menimbulkan rasa nyaman.  Awalnya, kehadiranmu pada setiap kesempatan dalam hidupku tidak dimaknai penuh arti.  Namun, berjalannya waktu kesempatan yang sering aku anggap becandaan Tuhan mulai menyentuh rasa yang logikapun tidak mengerti. 

Berulang kali aku mengukur perasaan yang tidak dapat ku jelaskan saat bersama atau sedang tanpamu.  Rasa yang sering buat bahagia dan tenang, meski terkadang juga membuat gelisah.  Rasa yang awalnya ditepikan oleh logika dan ego.  Rasa yang ingin aku kerdilkan sebelum berkembang memenuhi hariku.  Namun, kamu selalu bersedia hadir memenuhi rasa rinduku, rasa ingin bersamamu, rasa kesediaanku mendengar ceritamu, dan rasa nyamanku.  Semua rasa yang akhirnya menepikan segala kemungkinan dari logikaku.

Sudahlah, logikaku memutuskan berdamai dengan perasaan yang mungkin saja membuatku bahagia.  Bisa saja kamu yang dipilih Tuhan untuk mengajariku bahwa kehidupan yang sempurna tidak ditunjukkan dengan kemapanan menghadapi semua perihal sendiri, butuh seseorang meski hanya sekedar berada disampingmu.  Mulai saat itu aku belajar mengenalmu, mulai hal receh tentangmu sampai hal yang membuatku berpikir, kamu yang dipilihNya untukku. 

Tapi, apakah kamu berpikir hal yang sama denganku atau setidaknya merasakan hal yang sama bersamaku?.

Pertanyaan yang timbul tenggelam setiap harinya.  Pertanyaan yang terkadang aku sendiri tidak berani menerima jawabannya.  Pertanyaan yang menyesakkan rasa, melambungkan harapan pada manusia, yaitu kamu.  Sampai aku berada pada titik pengharapan tertinggi dan menggantungkannya padamu.  Ini salahku, yang membiarkan kamu memenuhi hidupku dan lupa bahwa kamu tanpaNya tidak pernah ada. 

Aku memilih diam dan berpikir ulang tentang harapanku menjadi kita, tentang semua rasa yang membangun puncak dan cabangnya.  Akhirnya, langkahku terhenti padaNya, kembali berharap padaNya, semoga kamu adalah laki-laki yang Kau ridhai membersamaiku, laki-laki yang diridho-i orangtuaku menjadi imamku dan teman ibadah bagi keluargaku.  Semoga orangtuamu pun ridho terhadapku menjadi pendampingmu.  Kami-pun ridho membangun keluarga yang penuh ketenangan dan kebahagian.  Berikan aku ketenangan dan keikhlasan jika kamu belum siap memperjuangkan kita.  Condongkan kami dalam rencana terbaikMu, ya Rabb.  Apapun yang akhirnya Engkau takdirkan. 

  • view 52