NASEHAT TENTANG RASA

Ria Anggraeni
Karya Ria Anggraeni Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 21 Maret 2017
NASEHAT TENTANG RASA

Saat menyukai, mencintai, atau apapun nama perasaan tersebut kepada seseorang seringkali sulit dijelaskan sebabnya. 

Tanya kenapa?. Karena rasa suka ataupun cinta tidak bisa dijelaskan dalam satu artian kata.  Terlalu banyak hal yang tidak kasat mata ikut terlibat dalam perasaan, apalagi jika itu dikaitkan soal kenyamanan.  Mau seperti apapun bentuk, rupa, karakter orang yang dicintai, jika perasaan nyaman itu sudah berperan penuh, maka semakin sulit menjelaskan sebab semua rasa itu muncul.

Jangan pernah bertanya kenapa bisa mencintai orang seperti ini,itu, dan bla..bla..?

Sekali lagi suka,cinta adalah perihal rasa yang hanya bisa dinikmati dan diresapi.  Bukan soal matematis yang bisa dijelaskan dengan angka dan logika.  Bukan hukum kepastian, melainkan tentang kemungkinan.  Kemungkinan karena kebaikan, perhatian, loyalitas, tatapan, senyuman, atau kepedihan yang membuat rasa itu muncul.

Sudahlah, soal suka dan cinta tidak perlu dicari alasannya, cukup nikmati dan jalani.  Ketika suka maka pilih dan saat mencinta, yah sudah jalani.  Janganlah berandai dengan menghitung angka kerena akan berhenti pada perbandingan yang akan mengubah rasa.

Banyak cerita sepasang anak manusia yang ditakdirkan bertemu dan berjalannya waktu saling suka dan mencinta.  Padahal mereka sama-sama tidak memiliki yang disebut keistimewaan dunia menurut orang lain. Mereka berani memilih pernikahan atas dasar rasa suka dan cinta satu sama lain, sedangkan tetangga sibuk berkomentar mengapa memilihnya?.

Atau sebaliknya, pasangan yang tampak sempurna, pelengkap yang paripurna, pendamping yang menjanjikan tidak hanya dunia melainkan akhirat.  Dan, berakhir tidak bersama, toh tetangga tetap saja berkomentar?.

Namanya juga Takdir Tuhan,  kalo Dia sudah memilihkan, mencatat, dan mengeksekusi yang tampak tidak mungkin tetap saja terjadi.  Dan yang mungkin terjadi belum tentu di ACC olehNya.

“Biarkan aku menikmati rasa suka padamu hingga waktu yang ditentukan Tuhan.  Jika takdirNya mengatakan tidak, semoga logikaku cukup waras untuk mengobati hati yang kecewa.  Dan semoga Sang pemilik takdir masih berbaik hati untuk menakdirkan seorang pria yang tergambar pada setiap untaian doa.  Yah semoga saja”.

  • view 85