Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 12 Februari 2016   22:39 WIB
Kadada Jua Cintanya (?)

Februari. Bulan kedua dalam tahun masehi. Bulan yang sering disebut dengan bulan penuh cinta, kasih sayang. Karena di Februari, kita akan bertemu dengan Valentine?s Day. Hhmm... hari yang membuat para single sedih dan mungkin merana. Yah, karena? bagi para single, mereka tidak bisa merayakan valentine?s day karena kadada jua cintanya.

Omong-omong soal kadada jua cintanya, aku jadi teringat sesuatu. Sekedar informasi, kalimat itu booming di tahun 2015 terutama di Kota Banjarmasin. Bahkan ada sebuah meme yang bertuliskan : ?Selamat Datang di Kota Banjarmasin Bungas Dimana Masyarakat Banjarmasin mengatakan bahwa kota ini adalah kota yang kadada jua cintanya tapi disini ada kawan jua penjahatnya?.

?Kadada jua cintanya. ?Kadada? artinya tidak ada. Berasal dari kata ?Kada? yang berarti tidak dan ?Ada?. Jadi bisa dimaknai bahwa ?Kadada jua cintanya?itu ungkapan bahwa tidak ada juga cintanya.

Kalimat ini seringkali diucapkan oleh remaja-remaja labil yang diajak oleh temannya untuk pergi ke suatu tempat atau melakukan sesuatu namun menolak dengan mengatakan kalimat tersebut. Contoh : A : Nang, kita bejalanan kah? B : Koler ah. A: Hau? Kenapa? Maka ikam biasanya paling semangat amun masalah bejalanan? B : Kadada jua cintanya, Nang ai. *kemudian terdengar lagu patah hati*

(Translate ? A : Nang (dari kata Nanang yang berarti anak laki-laki) kita jalan-jalan yuk? B : Males ah. A : Loh? Kenapa? Bukannya kamu biasanya paling semangat kalau soal jalan-jalan? B : Gak ada juga cintanya, Nang ai.)

??????????? Dan masih banyak contoh lainnya.

Agak sedih juga sih bacanya. Kalimat itu biasanya dijadikan bahan untuk bercanda oleh jomblo-jomblo yang tidak bahagia. Jomblo galau yang merasa bahwa menjadi jomblo adalah suatu kutukan dan penghinaan terburuk dalam hidup.

Kalimat itu juga seringkali dipost di beberapa akun media sosial. Terkadang dijadikan video juga. Yaa tujuan awalnya sih untuk bercanda. Sekedar memberi hiburan kepada masyarakat yang mungkin sedang merasa penat, lelah, letih, lesu, dan tidak bergairah.

Tapi, aku pernah baca di salah satu akun medsos yang menuliskan ?Bubuhan yang rancak menyambat kadada jua cintanya tu baarti kada sadar lawan cinta kuitan sorang.? (Mereka yang sering berkata gak ada juga cintanya itu berarti tidak sadar akan cinta orangtua sendiri). Kurang lebihnya seperti itu, karena aku membacanya sudah sekitar dua bulan yang lalu.

Ini yang membuat aku sadar, yang membuat aku tersenyum simpul. Remaja galau sekarang sempit sekali memaknai cinta. Bagi mereka, cinta itu hanya sekedar ungkapan kasih sayang antara seorang pria kepada wanita. Padahal cinta itu bersifat universal. Bukan antara aku dan kamu, tapi antara kita dan dunia.

Lagipula apa yang sering kita ucapkan bisa jadi doa kan? Hati-hati kalau mengatakan kadada jua cinta, mungkin saat kita mengucapkannya, malaikat sedang mengaminkan. Wah... bahaya tuh. Naudzubillah.

??????????? Menurut aku pribadi, mereka yang sering mengatakan kadada jua cintanya itu adalah pribadi yang kurang bersyukur. Eh, maaf? lho kalau ada tersinggung. Aku gak bermaksud apa-apa, hanya mengungkapkan opini saja. Etapi tapi, kok bisa sih nilai orang pribadi yang kurang bersyukur?

??????????? Ya bisa dong. Karena mereka itu gak sadar akan cinta Allah pada diri mereka. Mereka gak ingat akan cinta orangtua. Mereka lupa akan cinta sahabat-sahabat mereka. Padahal, masih banyak orang di luar sana yang benar-benar memerlukan cinta.

Orang-orang yang hidup serba kekurangan. Yang untuk makan saja susah, yang hidup dengan keterbatasan namun mereka selalu bersyukur dan tidak pernah berkata kadada jua cintanya.

Selain itu mereka yang sering mengatakan kalimat tersebut, dapat dipastikan pribadi yang sering galau dan tidak produktif. Loh? Masa iya? Iya dong Kakak. Sebab mereka lebih sering menghabiskan waktu untuk memikirkan hal-hal yang dirasa tidak perlu. Padahal di usia remaja banyak sekali kegiatan yang bisa mereka lakukan. Olahraga, ikut kegiatan sosial, belajar ketrampilan baru. Daripada hanya berdiam diri di dalam kamar, lebih baik buka pintu kamu lebar-lebar, jejakkan kaki di dunia baru. Siapa tahu kamu bisa bertemu dengan seseorang yang memang ditakdirkan untuk dirimu. Ampih am menyambat kadada jua cintanya. Hahaha....

Hhhmmm... mungkin sudah saatnya kita mengintrospeksi diri sendiri. Kenapa ya rasa-rasanya hidupku ini sedih terus. Apa memang benar karena kadada jua cintanya? Atau karena kita yang selama ini bersikap dan berperilaku seolah-olah memang kadada jua cintanya? Kita merasa hidup tanpa cinta bagai taman tak berbunga, hahaha... bercanda kok.

Kita merasa hidup tanpa cinta karena bisa saja karena kita yang kurang aktif untuk menyebarkan cinta. Kita yang kurang aktif menyebarkan energi positif ke lingkungan sekitar kita. Kita yang kurang peduli dengan lingkungan. Kita yang kurang bersyukur dan selalu melihat hidup orang lain.

Coba deh diingat lagi. Sebenarnya dari awal kita lahir sampai sekarang usia kita, hidup kita ini sudah dipenuhi dengan begitu banyak cinta. Kita bernafas, menikmati hangatnya sinar matahari, berlarian di tengah rintik hujan, mampu makan tiga kali sehari, masuk sekolah favorit, punya gadget terbaru, bisa tertawa bersama keluarga dan sahabat, itu semua cinta yang secara tidak sadar selalu kita rasakan.

Kalau masih merasa hidup ini kadada jua cintanya, mungkin sudah saatnya kita yang bergerak aktif untuk menyebarkan cinta. Mulai dengan diri sendiri dulu. Cintai diri kamu sendiri. Terima semua yang ada di dalam diri. Semua kelebihan dan kekurangan kamu. Lalu mulai sebarkan energi positif kepada lingkungan. Gampang kok. Cukup dengan senyuman dan semangat yang diberikan kepada orang lain. Kepada keluarga, kepada sahabat dan kenalan kita.

Stop bersikap dan berperilaku seakan hidup ini kadada jua cintanya! Ingat, semua perilaku dan sikap kita akan menjadi sugesti yang masuk ke alam bawah sadar. Lebih baik berperilaku dan bersikap seakan hidup kita ini banyak cinta. Caranya? Ya dengan berbagi. Berbagi hal-hal yang positif dengan lingkungan kita. Percayalah, apa yang kita beri akan kembali lagi kepada kita. Kalau kita memberi cinta, pastinya cinta akan kembali kepada kita.

Semoga di tahun 2016 ini, mereka yang sering galau akan berhenti mengucapkan kadada jua cintanya dan menjadi pribadi yang lebih baik, yang berhenti galau, yang bersikap dan berperilaku seakan hidup penuh cinta serta selalu bersemangat untuk menyebarkan cinta ke seluruh dunia. Karena sekarang dunia kita sedang butuh cinta. Cinta yang besar dan tulus dari seluruh umat manusia.

?

Salam,

Ria Setiani Hayatunnufus

?

*Foto diambil dari akun Instagram @KlikBanjar

Karya : Ria Setiani Hayatunnufus