Menembus Batas

Menembus Batas

Ria Setia
Karya Ria Setia Kategori Lainnya
dipublikasikan 01 Oktober 2017
Menembus Batas

Masterpiece. Kata yang pas untuk menggambarkan pertunjukkan musik oleh NSA Project tadi malam (30/9). Keren, sedikit unsur magis (well, itu pendapat aku pribadi ya, bukan magis dalam artian horor kok), menghibur (pastinya), dan bermanfaat.

            Bersama Julak Larau—maestro kuriding, empu kuriding—NSA Project membawakan komposisi musik yang tidak biasa. Kalau mengutip dari kalimat promosinya sih, kolaborasi ini menjadi bentuk sajian yang melahirkan ketidakterdugaan. And it’s true. Komposisi musik yang dimainkan benar-benar tidak terduga.

Tagline dari acara ini adalah Tiada Kuriding Yang Lain. Macam judul lagu ya, hihi... Salah satu tujuan dari acara ini yaitu mengenalkan kuriding, warisan tak benda dari Kalimantan Selatan.  Di pertunjukkan ini, Julak Larau yang old school dan NSA Project yang bad guys, mencoba untuk membawakan suara-suara pedesaan yang menenangkan ke tengah-tengah masyarakat urban/kota yang sehari-hari akrab dengan suara bising kendaraan, hiruk pikuk keramaian. Juga sebagai pembuktian, bahwa kuriding mampu berkolaborasi, dapat dimainkan bersama dengan alat musik yang lain dan menciptakan harmoni.

Selain sebagai hiburan, musik juga mampu meningkatkan konsentrasi, menghilangkan stres, dan memperbaiki mood. Terlebih dengan suasana yang diciptakan oleh teman-teman NSA Project, benar-benar membuat aku lupa kalau sedang menyaksikan pertunjukkan musik di Ibukota Provinsi. Serius, ini loh magisnya. Berasa seperti di desa, di pegunungan. Sempat terpikir, mungkin seperti ini ya keadaan kalau lagi ada Aruh Adat suku di pedalaman, yang aku gak pernah ke sana. Hehe...

Oh iya, ada satu komposisi, yang berhasil membuat aku merasa sedang berjalan di toko buku. Langsung terbayang deh suasana toko buku yang nyaman, penuh dengan deretan novel yang menggiurkan untuk dibaca. Keren ya? Karena eh karena, ingatan dan emosi dapat ditimbulkan ketika mendengar bagian musik dari masa lalu. Jadi, komposisi itu, mengingatkan aku dengan suatu kejadian di masa lalu, yaitu ketika aku sedang berjalan di toko buku. Dan mungkin, bagi sebagian penonton yang menyaksikan pertunjukkan tadi malam, komposisi musik yang dibawakan mampu membawa mereka merasakan suasana kampung halaman, memanggil kembali memori-memori masa lalu dari tengah sawah yang menghadap ke pegunungan. 

            Sebuah keberanian yang dipertunjukkan oleh NSA Project Movement untuk menembus batas kenormalan dalam hal bermusik. Keabnormalan yang disajikan justru menjadi hiburan yang tepat bagi masyarakat urban yang jenuh dengan keramaian kota, yang bosan dengan suasana perkantoran, pusat perbelanjaan yang bising dan tentunya memberikan edukasi kepada penonton yang hadir mengenai kuriding—terutama bagi anak muda yang mungkin selama ini hanya mengenal kuriding melalui lagu daerah Kalimantan Selatan, Ampat si Ampat Lima.

Semoga gaung kuriding akan terdengar hingga ke seluruh dunia. Sesuai dengan hashtag tadi malam, #DariBanjarUntukDunia.
Sukses selalu NSA Project Movement dan Julak Larau.

Sumber foto diambil dari instagram NSA Project Movement @nsa.projectmovement

  • view 170