Ego(ku) Seorang Perempuan

Ria Setiani Hayatunnufus
Karya Ria Setiani Hayatunnufus Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 22 Maret 2016
Ego(ku) Seorang Perempuan

Jika aku menjadi sekuntum mawar, kamu tidak boleh menjadi kumbang. Menghisap sari-sariku untuk kamu bawa terbang menjauh dan tebarkan di tanah lapang. Sebab aku tidak rela apabila nanti akan muncul kuntum-kuntum mawar baru yang akan mengalihkanmu dariku.

Jika aku menjadi sekuntum mawar, kamu menjadi tanahnya. Tanah yang siap menjadi tempat tinggalku. Tanah yang tetap setia menopang dan merelakan nutrisi di dalamnya aku ambil, agar aku mekar memesona.

Andai aku menjadi bulan, maka kamu bukan matahari. Meski sama-sama bersinar, namun bulan dan matahari tidak bisa berdampingan. Kalaupun bisa, cuma sekali dalam waktu 33 tahun. Itupun hanya hitungan menit.

Andai aku menjadi bulan, maka kamu harus menjadi bintang. Sebab bintang selalu bersinar menemani bulan di malam hari. Dan walaupun terkadang bulan tidak muncul, bintang selalu hadir di langit malam.

Kalau aku jadi pelangi, kamu jangan mau jadi hujan. Karena pelangi dan hujan tidak pernah bertemu. Sebab hujan selalu pergi ketika pelangi mulai menampakkan diri.

Kalau aku jadi pelangi, kamu jadi anak kecil saja. Iya, anak kecil yang selalu menanti pelangi setelah hujan reda. Menikmati bau basah dan menahan dinginnya hembusan angin. Untuk tersenyum manis ketika melihatnya meski hanya sesaat. Dan tetap setia menatap langit hingga pelangi memudar dan menghilang.

?

Banjarmasin, 22 Maret 2016

?

?

Perempuan yang mengagumi dirimu