Buku harian kekinian

Rhyna Mariahana
Karya Rhyna Mariahana Kategori Psikologi
dipublikasikan 05 Oktober 2016
Buku harian kekinian

Marakanya medsos di belahan dunia yang mana dari anak batita samapi nenek-nenek tak lepas dari media sosial ( medsos). Mereka tak luput dari namanya memegang handphone dari yang berbasis android sampai iphone kelas wahid. Berbagai bentuk dari ukuran  kecil, sedang sampai dengan yang lebar. Jari-jari mereka begitu lincah memencet note keypadnya. Sekali tulis, klik dan share dalam sekejap menyebar sampai ke Benua tetangga. 

Tulisan pun beraneka ragam dari bentuk sebuah quot, motivasi, agama sampai hal yang sangat pribadi (curhatan). 

Tidak di pungkiri saya sendiri adalah penikmat medsos. Apapun yang terjadi, di manapun kapan pun selagi jaringan internet mulus tinggal ketik, sahre, loading.................. Berhasil. 

Tik, tok, tik, tok.... ( menungggu) 

6 menit berlalu. 

Ket :

2k :like 

3k:cometar 

4k:share 

(woh!!  follower 4k, misalnya loh yah) 

Nah yang menjadi pertanyaan apakah dengan 4k itu ada yang aku kenal? 

''tidak ''

Di medsos kita tidak bisa membedakan mana hitam mana putih ( baik dan buruk) . Semua serba semu /maya. Semua bisa terjadi, banyak kasus yang terjadi karena medsos. Baik kasus kriminal maupun kasus biasa. Tidak dipungkiri  kasus kejahatan terjadi karena medsos. Maka menggunakan medsos secara bijak di anjurkan untuk kita semua. 

Nah yang saya mau bahas di sini adalah tentang curahan hati ( kegalauan)  yang di share .

Jaman dulu buku harian saya temukan tergembok rapat sekali harapan agar orang tidak mengetahuinya. Semakin maju tahun semakin maju pula teknologi. Sekarang jarang saya temukan buku harian di gembok. Mungkin sudah tidak di produksi lagi. Mungkin loh yah. 

Untuk mengetahui isi buku harian pun sangat sulit. Kita harus mencari si empu pemilik kuncinya. Itu pun kalau boleh. 

Tapi sekrang beda, tidak perlu capek -capek mencari si empu. Tinggal klik, kehebatannya lagi kita bisa ikut andil dengan catatan hariannya atau updatenya. 

Bagus tinggal like 

Tidak suka tinggal unfollow 

Hebatnya lagi kita bisa comment. 

Ok! Namanya juga medsos ''Suka -Suka ''.Apapun bisa terjadi. 

Jujur saya sendiri sering mengalami seperti itu.  ada rasa puas tersendiri jika sudah update. Tapi setelah berfikir apa ya tujuan saya? 

Itu yang menjadi pertanya saya sampai saat ini. 

Oke! Saya   di sini tidak menyalahkan pengguna medsos, saya yakin apa yang saya alami juga di alami semua kalangan. Yang menggunakan layanan medsos. 

Banyak kita ketahui, di medsos tersebar beribu -ribu updatetan. Dari sekian persen paling banyak berkisah tentang keluh kesah. Jujur saya pernah mengalami. Tapi perlu di ingat saat kita berani memposting sesuatu di medsos berati kita juga berani mengambil resiko yang harus terjadi. Entah itu bully, comment, atau apapun itu. Sedangkan medsos itu bersifat publik beda lagi kalou anda privasi. 

Tidak melarang, hanya mengingatkan. Ingat dari 4k itu semua memiliki karakter dan sifat yang berbeda -beda. Tapi saya cukup salut jika anda tak menghiraukan konsekuensi itu semua ibarat mah ''masa bodo lah ''. Berati anda bermental baja. 

Tapi tak di pungkiri banyak kita temukan beberapa akun medsos yang tak pernah curhat atau keluh kesah. Mungkin di hati anda pemirsa bertanya -tanya? 

Apa tidak punya masalah yah? 

Wah hidupnya si A enak ya.

Hmmm bahagia kelihatnya. 

Parahnya lagi kita menuduh yang bukan-bukan. 

Misalnya nih. 

''Aku mah apa adanya, tidak bermuka dua, tidak bisa bersandiwara ''

Ups!! Lah!! lah!! 

Sebenarnya bukan masalah kita kalou si A entah B entah C tidak pernah keluh kesah. 

Saya pun pernah berfikiran sepeti itu. Al hasil saya bertanya langsung dari si A atau B atau si C. 

Rata -rata jawaban mereka sama. 

''Tidak semua hal menjadi konsumsi publik ''

Itulah jawaban yang selama ini saya pertanyakan. Ternyata mereka juga menangis jika sedih. Muak jika kesal, bahagia jika senang. Mereka juga sama seperti kita toh mereka juga manusia. 

Hanya mereka tidak mau mempublikasikan sebagaian apa yang di rasakan untuk publik. 

Alasannya cukup beragam dan mengejutkan dari yang. 

1.Takut ada yang tersakiti 

2.Takut ada yang baper 

3.Yang lebih pentingnya takut terjadi hal buruk karena update nya 

,4. Takut banyak aib yang terbongkar 

Subhanlah... Saya banyak beajar dari mereka. Ternyata apa yang saya pikirkan selama ini dari mereka salah. Mereka mampu memikirkan orang lain di saat hatinya sulit. 

Sekali lagi saya tidak melarang semua orang untuk menggunakan medsos. Toh itu hak kalian mau di apakan silahkan. Resiko tanggung sendiri sebagai saudara saling mengingatkan. 

Hal yang bisa kita ambil adalah gunakan medsos secara baik dan jangan terlalu menyimpulkan sesuatu jika belum terbukti kebenaranya. 

_#catatan