SAYA.

Rhiny Z3
Karya Rhiny Z3 Kategori Inspiratif
dipublikasikan 02 Maret 2016
SAYA.

Saya memilih untuk melihat sesuatu dari segi positifnya daripada negatifnya.

Lebih menenangkan, menurut saya.

Mungkin, kalau saya melihat dari sisi negatifnya, bisa lebih seru, lebih rame, lebih heboh dan lebih meriah.

Tapi ya itu tadi...

Saya lebih suka melihat kebaikan daripada keburukan.

Saya lebih berbungabunga kalau sudah ngomongin masalah cinta ketimbang kebencian.

Saya lebih bersemangat menerima masukan dan saran yang membangun, yang disampaikannya dengan bahasa yang tegas dan santun, daripada kritikan tajam yang menjatuhkan, tapi menggunakan bahasa yang lemah lembut. Itu menyakitkan, sangat....

?

?

Saya memilih untuk jujur daripada berbohong.

Lebih damai, menurut saya.

Mungkin kalau saya suka melakukan kebohongan, saya akan merasa tertantang, adrenalin saya meningkat dan membuat saya menjadi lebih "kreatif" dalam hal mengarang berbagai macam alasan.

Karena sekali saya berbohong, maka tanpa saya sadari, saya akan menciptakan kebohongan-kebohongan baru yang lebih bohong daripada sebelum-sebelumnya. Dan itu sangat melelahkan buat saya.

Jujur itu membuat saya merasa adil pada diri saya sendiri.

Jujur itu mungkin bisa menyakitkan, tapi saya yakin efeknya tidak akan lama, kalau memang niatnya itu untuk kebaikan bersama.

Jujur itu menjadikan saya seperti apa adanya saya. Tidak dibuat-buat.

Jujur itu membentuk hati dan pikiran saya untuk menghargai sebuah perbedaan.

?

?

Saya memilih untuk memilih daripada membeda-bedakan.

Lebih menjadi diri saya saja.

Karena menurut saya,

Memilih dengan membedakan itu tidak sama.

Memilih berarti lebih selektif menentukan mana yang lebih tepat untukmu, baik menurutmu dan sesuai bagimu.

Membedakan itu berarti mengelompokkan menurut kriteria, bisa jadi pengelompokan itu dilakukan menurut jenis kelamin, usia, pendidikan, kedudukan, kekayaan, status sosial, agama, suku.

Dan saya bukan orang yang membeda-bedakan dalam hal berteman.

Saya gak pernah peduli, dia itu miskin atau kaya.

Saya gak begitu ngurus agama yang dia anut itu apa.

Saya juga gak pernah kepo cari tau dia itu lahir dari suku apa, keturunan raja atau bukan, sekarang lagi njabat atau gak.

Saya tidak sebegitunya.

Saya hanya memilih orang-orang yang bisa "melebur" dengan saya, tidak peduli dia perempuan atau laki-laki, tidak peduli dia masih bocah atau sudah embah-embah, tidak peduli dia itu lulusan S# atau malah gak pernah sekolah sama sekali.

Saya tidak mempermasalahkannya.

?

?

Saya memilih untuk sering memuji daripada sering menghujat.

Lebih menyenangkan buat saya.

Karena melihat ekspresi bahagia dari orang yang kita puji lebih asik ketimbang melihat ekspresi orang yang lagi menahan marah dari orang yang kita hujat, yang kita kata-katain gak karuan, yang kita umbar kejelekan-kejelekannya, yang kita injak-injak harga dirinya.

Itu Gak Banget kalo buat saya.

Sebenarnya, memuji seseorang bagi saya adalah doa terselubung yang saya panjatkan untuk diri saya sendiri, sekaligus penyemangat untuk saya agar menjadi sebaik orang yang saya puji.

Bukannya untuk mencari-cari perhatian. Bukan untuk "menjilat" demi meloloskan kepentingan pribadi. Bukan untuk merayu. Bukan untuk ngegombal abal-abal. Bukan untuk dipaksakan juga.

Karena saya akan memuji terhadap apapun yang saya anggap pantas dan layak untuk saya puji.

Kalaupun itu sesuatu yang tidak layak untuk endapatkan pujian menurut versi saya,

Yaaa....., saya akan memilih untuk diam tidak berkomentar, tidak menanggapi dan tidak menilai apapun juga.

Hanya memilih untuk tersenyum saja. CUKUP.

?

?

Karena saya sadar dan tau betul,

Kalau saya bukanlah manusia yang sempurna.

Banyak kekurangan yang menempel dalam diri saya.

Banyak "keganjilan" dan "kenylenehan" yang ada dalam pikiran saya, dan

Banyak "keanehan" yang menghuni dalam hati saya.

Tapi apapun yang ada pada diri saya,

Saya menerima dengan suka cita.

Saya menerima diri saya apa adanya.

Saya bahagia menjadi saya yang seperti ini.

Karena memang inilah diri saya yang sesungguhnya.

Tidak dilebih-lebihkan dan tidak dikurang-kurangi.

(RZ3, 02/03/2016, 14:29 wib)