(Merenung) Dalam Diam

Rhiny Z3
Karya Rhiny Z3 Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 07 Februari 2016
(Merenung) Dalam Diam

Aku sedang berlari darimu, Sayang..., dan rasanya begitu hampa. Semangatku menghilang. Ada kekosongan teramat sangat didalam sini. Begitu sunyi. Begitu tak terwakili oleh kalimat-kalimat sedih lainnya.

Ingin sekali aku berbalik arah menghampirimu lagi, memelukmu erat sambil mengatakan bahwa " Aku Tak Sanggup Keehilanganmu". Kamu sudah jadi bagian terpenting dalam hidupku. Ada banyak waktu tersendiri yang aku buat untukmu. Dan itu semua, tidak bisa aku lenyapkan begitu saja. Akan butuh banyak air mata untuk menghapusnya. Akan butuh banyak waktu untuk memulihkannya. Dan Aku masih belum sanggup menghadapi dan menjalaninya. Saat ini.

Terlampau berat bebannya. Terlampau dalam keberadaannya. Terlampau tinggi untuk bisa aku rendahkan. Terlampau jauh untuk bisa aku dekatkan kembali. Begitu panjang untuk dipendekkan. Begitu indah untuk dirusak dan dibinasakan.

Perasaan ini sudah seperti sebuah janin yang terus hidup dan berkembang. Dan sekarang, dia sudah terlahir didunia ini layaknya seorang bayi yang begitu cantik, begitu menggemaskan, begitu sehat dan sanggup menyaingi apapun yang sangat berharga didunia ini. Dan aku tak tega untuk membunuhnya. Jangankan membunuhnya, mencubitnya saja aku tak sanggup.

Lalu aku harus bagaimana?. Tetapkah berlari menjauh darimu, atau berbalik arah berlari mengejarmu kembali ?

Kalau aku harus menjauh darimu, aku seperti manusia sekarat. Hidup, tapi tak mampu melakukan apa-apa sendiri. Aku akan butuh seorang perawat yang sanggup merawatku dengan penuh ketelatenan dan kesabaran tanpa batas agar aku tetap merasa menjadi seorang manusia yang masih diinginkan dan diakui keberadaanya didunia ini. Dan sayangnya, aku belum menemukan orang seperrti itu sampai detik ini.

kalau aku harus mendekatimu lagi, aku seperti makhluk kasat mata, ada namun tak terlihat semua orang. Aku merasa seperti hantu gentayangan yang mengganggu kehidupanmu. Dan itu tidak baik. Itu salah. Itu tidak dibenarkan. Itu buruk. Karena, Aku mulai meminta lebih terhadapmu. Aku mulai menginginkan hal yang tidak masuk akal terhadapmu. Aku mulai tidak mau menjadi seseorang yang bisa kamu lupakan, kamu hilangkan, atau seseorang yang tidak kamu anggap ada. Aku menjadi ingin selalu kamu perhatikan, kamu pedulikan, kamu prioritaskan. Aku mau hidupmu. Aku mau semua rasamu. Aku mau duniamu juga. Aku mau kamu dari atas sampai bawah, dari dalam dan luar, dari depan dan belakang. dari A sampai Z.

Dan aku tau, itu sangatlah tidak mungkin. Tidak masuk akal. Mustahil. Karena dari awal kamu sudah memulainya dengan tidak seorang diri. Kamu datang dengan banyak cerita, banyak hal dan banyak detail tapi tak banyak kemungkinan. Kalaupun ada, itu hanya sebuah bentuk KEAJAIBAN.

Jadi..., apa yang harus aku lakukan, sayang ???. Adakah kamu memiliki semua jawaban yang aku butuhkan?. Adakah kamu mempunyai semua jalan keluar yang membuatku tetap merasa kamu harapkan?. Tolong beritahu aku secepatnya ya..., sesegera mungkin, jangan lama-lama. Agar aku tau, apa yang seharusnya aku lakukan untuk kebaikanku dan kebaikanmu serta kebaikan kita berdua kedepannya.

Karena jujur, aku sudah tidak mampu lagi untuk terus berlari seperti ini. Aku lelah..., Aku capek. Jantungku sudah berdegup sangat kencang. Nafasku sudah terengah-engah setengah mati. Keringatku sudah mengucur deras. kakiku sudah terasa lemas. Tanganku sudah mulai gemetaran. Pandanganku sudah didominasi warna kuning, dan kepalaku sudah terasa sangat berat.

  • view 200