Megalaw

Rhiny Z3
Karya Rhiny Z3 Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 01 April 2016
Megalaw

Tuhan...

Benarkah ini memang hanya rasaku saja yang berlebih kepadanya ?

Benarkah semua ini hanya terjadi karena aku yang tak mampu memahami perhatian sederhana yang bertubi-tubi diberikan kepadaku ?

Apakah aku sekarang sedang terjatuh dalam jebakan cinta yang tidak diketahui siapa pembuat perangkapnya yang terlihat begitu manis ini ?

Kalau benar...

Tolong angkat kesenduanku ini secepatnya,?Tuhan...

Aku tak sanggup untuk mengharapkannya setiap saat.

Aku tak mampu untuk terus memelihara rasa sayang ini seumur hidupku.

Aku tak bisa...

Aku menyerah...

Semua rasa ini begitu kuat menghantamku, begitu perkasa menjajah kemerdekaanku, begitu tangguh menerjang alam pikirku, hingga berhasil membuatku menjadi seperti kertas yang bisa terbang tinggi tertiup angin, menjadi seperti air yang selalu berubah bentuk sesuai wadahnya, seperti plastisin yang selalu diremas-remas terlebih dahulu sebelum dibentuk sesuka hatinya.

Aku tak ingin menjadi tergila-gila padanya,?Tuhan...

Aku tak mau menjadi tak waras olehnya.

Aku tak bersedia..

Aku mau diriku yang dulu.

Diriku sebelum mengenal dirinya.

Diriku yang begitu sempurna untuk dikatakan sombong.

Diriku yang sangat tidak cocok dengan sebutan angkuh.

Diriku yang selalu diibaratkan gunung es yang menjulang tinggi.

Diriku yang tak tersentuh, tak melebur, dan tak terikat oleh apapun juga.

Diriku yang sebebas-bebasnya menjadi Aku.

Tuhan...

Kalaupun benar Engkau mengirimkan sosoknya untukku, agar aku bisa berubah menjadi lebih baik,

Tolong peringatkan dirinya untuk tidak serta merta mempermainkan amanat Mu kepadaku.

Sentil hatinya untuk bisa berhenti ?membuatku bingung.

Tegur hatinya untuk bisa serius menemaniku dengan rasa tanggung jawab.

Agar dia tau bagaimana caranya memperlakukanku dengan baik dan benar, bukan seperti sekarang ini...

Membiarkan aku berjalan dititian tanpa lagi memegang tangannnya.

Membiarkan aku kelelahan sendiri tanpa lagi mendengar semangatnya.

Membiarkan aku terus menangis tanpa lagi melihat kebingungan dari dirinya.

Membiarkan aku menjadi terpuruk tanpa lagi mendapat lelucon buruknya yang mampu membuatku selalu merindukannya.

Aku merasa kehilangannya,?Tuhan....,Sangat.

Tuhan...

Kalaupun semuanya memang harus terlepas begitu saja, seharusnya tidak sesakit ini. Seharusnya tidak seluka ini. Dan seharusnya tidak serasa mematikan seperti ini.

Karena rasaku ini terlalu naif. Terlalu manis. Terlampau cantik. Terlampau indah. Terlampau disayangkan untuk berubah menjadi sebuah kebencian yang penuh hujatan dan makian kasar yang kampungan.

(Dan akhirnya aku hanya bisa menghela nafas panjang dan tertunduk, dengan pikiran yang masih melayang-layang di udara)

#RZ3, 31/03/2016, 18:58 Wib.