Seperti Spasi

Rhiny  Lestari
Karya Rhiny  Lestari Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 16 Juni 2016
Seperti Spasi

Kita berdua adalah dua manusia yang disatukan dengan kesenangan yang berbeda. 

Jika kita sama-sama terdiam di waktu dan tempat yang sama, Aku lebih suka melihat guratan awan-awan di langit, melihat kendaraan yang lalu lalang di sepanjang jalan, melihat pohon dengan segerombolan daunnya yang berpencar kearah mana saja dan melihat apapun yang tepat berada didepanku saat itu juga. Entah itu bentuk roda mobil kita yang bundar, sepasang sandal yang tertata rapi diteras depan, cat pagar kita yang mulai mengelupas atau warna cat tembok rumah kita yang sudah mulai memudar, entah itu dikarenakan sengatan matahari disiang hari atau seringnya hujan turun mengaburkan kecerahannya.

Berbeda dengan kamu.

Kamu memilih untuk selalu sibuk termenung dan menerawangkan pikiranmu entah kemana saja. Aku tidak pernah bertanya dan menanyakan semuanya itu padamu.

Aku takut jika nanti mengganggu kesenanganmu mengingat-ingat kejadian yang sudahkamu alami seharian tadi ditempat kerja.

Aku takut kamu menjadi keberatan untuk aku ajak bicara hal-hal ringan yang mungkin tidak sepenting dan sebobot obrolan tentang politik, ekonomi atau pemerintahan.

Aku takut merusak kenikmatanmu menghisap rokokmu dengan tatapan yang jauh. Hingga aku selalu menganggapnya, mungkin kamu sedang memikirkan sesuatu yang sangat berat dan gawat, hingga membutuhkan banyak ketenangan dan konsentrasi tingkat tinggi untuk bisa mengolahnya didalam otakmu. Atau mungkin juga kamu sedang kelelahan dan membutuhkan waktu untuk dirimu sendiri.

Begitulah kita berdua selama ini, sayang....

Selalu asyik sendiri dengan kegiatan masing-masing.

Kegiatan yang tidak pernah membuat kita menjadi lebih saling mengenal, lebih saling memahami dan lebih saling menyatukan hati dan pandangan hidup kita, yang setiap harinya semakin membuat kita menjadi bertambah tua.

Yang setiap harinya membuat kita menjadi seperti spasi panjang.

Yang setiap harinya membuat kita menjadi seperti dua orang manusia yang disatukan dengan jeda dan jarak, dekat....namun berjauhan. Dekat secara fisik, namun jauh secara hati, rasa dan pikiran.(RZ3, 16/06/2016, 18:25 wib)

  • view 143