MENGKONVERSI LIMBAH KOTORAN TERNAK MENJADI BIOGAS

Raden  Haryo Bimo Setiarto
Karya Raden Haryo Bimo Setiarto Kategori Proses Kreatif
dipublikasikan 31 Januari 2016
MENGKONVERSI LIMBAH KOTORAN TERNAK MENJADI BIOGAS

MENGKONVERSI LIMBAH KOTORAN TERNAK MENJADI BIOGAS

Oleh: R. Haryo Bimo Setiarto?

Pendahuluan

Biogas adalah gas yang mudah terbakar (flammable) yang dihasilkan dari proses fermentasi bahan-bahan organik oleh bakteri-bakteri anaerob (bakteri yang hidup dalam kondisi kedap udara). Pada umumnya semua jenis bahan organik bisa diproses untuk menghasilkan biogas, namun hanya bahan organik (padat, cair) homogen seperti kotoran dan urine (air kencing) ?hewan ternak yang cocok untuk sistem biogas sederhana. Disamping? itu juga sangat? mungkin menyatukan saluran? pembuangan di kamar mandi atau WC ke dalam sistem biogas. Di daerah yang banyak industri ? pemrosesan makanan antara lain tahu, tempe, ikan? pindang atau brem? bisa menyatukan saluran limbahnya ke dalam sistem Biogas, sehingga? limbah industri? tersebut tidak mencemari lingkungan di sekitarnya. Hal ini memungkinkan karena limbah industri tersebut diatas berasal dari bahan organik yang homogen. Jenis bahan organik yang diproses sangat mempengaruhi produktifitas sistem biogas disamping parameter-parameter lain seperti temperatur digester, pH, tekanan dan kelembaban udara. Salah satu cara menentukan bahan organik yang? sesuai untuk menjadi bahan masukan sistem Biogas? adalah? dengan? mengetahui? perbandingan Karbon (C) dan Nitrogen (N) atau disebut rasio C/N. Beberapa percobaan yang telah dilakukan menunjukkan bahwa aktifitas metabolisme dari bakteri methanogenik akan optimal pada nilai rasio C/N sekitar 8-20%.

Si Nyala Biru dari Kotoran ternak

Bahan organik dimasukkan ke dalam ruangan tertutup kedap udara (disebut Digester) sehingga bakteri anaerob? akan membusukkan? bahan? organik? tersebut yang kemudian menghasilkan?? gas (disebut Biogas). Biogas yang telah? terkumpul di dalam digester ?selanjutnya dialirkan? melalui pipa penyalur gas menuju tabung penyimpan gas atau langsung ke lokasi penggunaannya. Komposisi gas yang terdapat di dalam Biogas dapat dilihat pada tabel berikut:

Jenis Gas

Volume (%)

Methana (CH4)

40 - 70

Karbondioksida (CO2)

30 - 60

Hidrogen (H2)

0 - 1

Hidrogen Sulfida (H2S)

0 - 3

??????????? Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas ? sangat cocok? digunakan? sebagai? bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti? minyak? tanah, LPG, butana, batubara, maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil. Biogas? dapat? dipergunakan? dengan? cara? yang sama? seperti? gas-gas mudah terbakar yang lain. Pembakaran biogas dilakukan dengan mencampurnya dengan sebagian oksigen (O2). Namun demikian, untuk? mendapatkan? hasil? pembakaran? yang? optimal, perlu? dilakukan? pra? kondisi sebelum Biogas dibakar yaitu melalui proses pemurnian/penyaringan karena Biogas mengandung beberapa gas lain yang tidak? menguntungkan. Sebagai? salah ? satu contoh, kandungan gas Hidrogen Sulfida yang tinggi yang terdapat? dalam Biogas? jika dicampur? dengan Oksigen dengan perbandingan 1:20, maka? akan menghasilkan gas yang sangat mudah meledak. Tetapi sejauh ini belum pernah dilaporkan terjadinya ledakan pada sistem Biogas sederhana.

Pupuk dari limbah biogas

??????????? Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur? yang dibutuhkan oleh? tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari? biogas telah dicobakan pada tanaman jagung, bawang merah dan padi.

Melestarikan alam dengan Biogas

??????????? Biogas memberikan solusi terhadap masalah penyediaan energi dengan murah dan tidak mencemari lingkungan. Berdasarkan hasil temuan mahasiswa KKN (1995) dan Penelitian Kecamatan ? Rawan di Magetan (1995) di desa Plangkrongan, rata-rata disetiap rumah terdapat 1-3 ekor lembu karena? memelihara lembu merupakan pekerjaan kedua setelah bertani. Setiap harinya ? rata-rata seekor? lembu menghasilkan kotoran sebanyak 30 kg. Jika terdapat 2.000 ekor lembu, maka setiap? hari akan? terkumpul 60 ton kotoran. Kotoran yang menggunung akan terbawa oleh air masuk ke dalam tanah atau sungai yang kemudian mencemari air tanah dan air sungai. Kotoran lembu mengandung racun dan bakteri pathogen Escherecia coli yang membahayakan kesehatan manusia dan lingkungannya.

??????????? Pembakaran bahan bakar fosil? menghasilkan? karbondioksida (CO2) yang ikut? memberikan kontribusi bagi efek rumah kaca (green house effect) yang? bermuara pada pemanasan global (global warming). Biogas memberikan perlawanan? terhadap efek? rumah? kaca melalui 3 cara. Pertama, Biogas memberikan substitusi atau pengganti dari bahan bakar fosil untuk penerangan, kelistrikan, memasak dan pemanasan. Kedua, Methana (CH4) yang dihasilkan secara alami oleh kotoran yang menumpuk merupakan gas penyumbang terbesar pada efek rumah kaca, bahkan lebih besar dibandingkan CO2. Pembakaran Methana pada Biogas mengubahnya menjadi CO2 sehingga mengurangi jumlah Methana di udara. Ketiga, dengan lestarinya hutan, maka jumlah CO2 yang ada di udara akan diserap oleh hutan
yang menghasilkan Oksigen yang akan melawan efek rumah kaca.

Keuntungan Ekonomis dan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat

??????????? Keluarga-keluarga? yang? menggunakan Biogas? sudah tidak? membutuhkan pembelian? bahan bakar karena sudah bisa terpenuhi kebutuhannya dari kotoran ternak yang dipeliharanya. Bagi mereka yang biasanya mencari/memotong? kayu bakar? di hutan kini? waktunya bisa dipergunakan untuk? kegiatan yang memberikan nilai tambah ekonomis, dengan pekerjaan sambilan yang lain. Kotoran? ternak? menjadi? sangat? berharga, oleh? karena itu mereka? akan rajin? merawat? ternaknya sehingga kondisi kandang menjadi bersih dan kesehatan? ternak menjadi ? lebih baik, pada? akhirnya membawa keuntungan dengan penjualan ternak yang lebih cepat dan berharga lebih tinggi. Keluarga petani yang biasanya menggunakan pupuk kimia untuk menanam, kini bisa menghemat biaya? praproduksi pertaniannya karena sudah tersedia pupuk organik dalam jumlah yang memadai dan kualitas pupuk yang lebih baik. Aspek Sosio-Kultural penerapan teknologi biogas. Menerapkan teknologi baru kepada?masyarakat desa merupakan suatu tantangan? tersendiri akibat rendahnya? latar belakang pendidikan, pengetahuan dan wawasan yang mereka miliki. Terlebih lagi pada penerapan teknologi biogas. Tidak pernah terbayangkan? bahwa? kotoran? lembu? bisa? menghasilkan api. Selain? itu juga? mereka merasa? jijik terhadap makanan yang dimasak menggunakan Biogas. Di desa Plangkrongan, perlu waktu 2 tahun hanya untuk membangun sebuah unit Biogas? percontohan. Metode yang ? dipergunakan untuk mensosialisasikan Biogas adalah dengan memilih sebuah keluarga? sebagai ? Khalayak Sasaran? Antara (KSA) yang diharapkan menjadi pelopor dan bisa? mengembangkan? Biogas itu kepada? Masyarakat sebagai Khalayak Sasarannya.??

  • view 413