PEMANFAATAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus Ostreatus) BAGI MASYARAKAT INDONESIA

Raden  Haryo Bimo Setiarto
Karya Raden Haryo Bimo Setiarto Kategori Kesehatan
dipublikasikan 31 Januari 2016
PEMANFAATAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus Ostreatus) BAGI MASYARAKAT INDONESIA

PEMANFAATAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus Ostreatus) BAGI MASYARAKAT INDONESIA

Oleh: R. Haryo Bimo Setiarto

Jamur pangan (edible mushroom) merupakan salah satu sumber pangan fungsional yang mempunyai cita rasa dan nutrisi tinggi. Salah satu jenis jamur pangan yang mudah dibudidayakan dan saat sudah dikenal masyarakat adalah jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus). Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan salah satu jenis jamur kayu yang paling mudah dibudidayakan karena dapat tumbuh di berbagai macam jenis substrat dan mempunyai kemampuan adaptasi terhadap lingkungan yang tinggi.? Nama jamur tiram diberikan karena bentuk tudung jamur ini agak membulat, lonjong, dan melengkung menyerupai cangkang tiram. Permukaan tudung jamur tiram licin, agak berminyak jika lembab dan tepiannya bergelombang. Diameter tudung mencapai 3-15 cm. Batang atau tangkai jamur tidak tepat berada di tengah tudung, tetapi agak ke pinggir. Tubuh buahnya membentuk rumpun yang memiliki banyak percabangan dan menyatu dalam satu media. Jika sudah tua daging buahnya akan menjadi liat dan keras.

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan?protein?tinggi, kaya?vitamin?dan?mineral, rendah?karbohidrat,?lemak?dan?kalori. Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein. Untuk kandungan proteinnya yaitu sekitar 10.5-30.4%. Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10.5-30.4 % protein, 56.6 % karbohidrat, 1.7-2.2 % lemak, 0.20 mg?thiamin, 4.7-4.9 mg?riboflavin, 77.2 mg?niacin, dan 314.0 mg?kalsium. Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 % asam lemak tak jenuh. Serat jamur sangat baik untuk pencernaan, kandungan seratnya mencapai 7.4- 24.6 % sehingga cocok untuk para pelaku diet. Jamur tiram juga mengandung 9 macam?asam amino?yaitu?lisin,?metionin,?triptofan,?threonin,?valin,?leusin,?isoleusin, histidin, dan fenil alanin.

?Sebanyak 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya. Sebesar 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida?kitin?di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak. Jamur tiram juga mengandung?vitamin?penting, terutama vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin),?vitamin B3 (niasin), vitamin C?dan provitamin D2 (ergosterol). Senyawa makromineral yang banyak terkandung dalam jamur tiram putih adalah?Kalium,?Fosfor,?Natrium,?Kalsium, dan?Magnesium. Sementara itu senyawa mikromineral yang dominan terkandung dalam jamur tiram putih adalah? Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb. Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Mg mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%. Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.

?

Selain nilai gizinya yang tinggi, jamur tiram putih juga mempunyai sifat antioksidan. Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan?kolesterol, sebagai antibakteri dan antitumor, serta dapat menghasilkan?enzim?hidrolisis dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda. Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi?kolesterol?dan jantung koroner serta beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat?untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever,?diabetes,?anemia. Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai?antiviral?dan?antikanker?serta menurunkan kadar kolesterol. Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan.?Jamur tiram ini mengandung senyawa?pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan?kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan. Adanya?polisakarida, khususnya Beta-D-glukan pada jamur tiram mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk?AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun. Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai?plovastin?yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).

Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi. Adanya serat yaitu lignoselulosa dalam jaumr tiram putih, menjadikannya baik untuk kesehatan pencernaan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh USDA (United States Drugs and Administration) pada tikus dapat diketahui bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam?serum?hingga 40?% dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram. Sehingga dapat disimpulkan bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol. Selain penelitian tersebut, saat ini juga sedang diteliti potensi jamur tiram putih sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya?tumor.

  • view 496