Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 9 Mei 2016   15:31 WIB
Untukmu yang Memenangkan Hatinya. Kumohon JAGA DIA SEBAIK KAU BISA

Untukmu yang Memenangkan Hatinya. Kumohon JAGA DIA SEBAIK KAU BISA


Kita pernah sama-sama berjuang, memantaskan diri agar bisa tinggal di dalam ruang hatinya.
Kini kamu telah keluar sebagai pemenang. Kumohon jaga dia, sebaik yang kamu bisa, sekeras saat dirimu memerjuangkannya.
Tidak ada yang bisa menebak akhir dari sebuah kisah. Meski telah lebih dahulu mengenalnya,
toh aku tidak memliki kesempatan untuk bisa mendapatkan hatinya sebaik yang kau bisa.
Kisahku dengannya sudah lebih dulu berawal. Saat itu aku berpikir bahwa, aku bisa dengan mudah mengambil hatinya.
Entah karena aku yang terlalu dalam mengartikan semuanya atau memang benar,
tapi yang kurasa ia memperlakukanku begitu spesial.

Dengan naïf aku selalu berusaha memerjuangkan perasaan sendirian, tanpa jawaban.
Mungkin seharusnya aku mundur waktu itu. Saat kalian terlihat semakin makin dalam menunjukkan perasaan.
Tapi sayangnya aku adalah Laki-laki kerasa kepala yang meyakini bahwa semua hal bisa diraih asalkan mau berusaha.
Sekuat tenaga aku mencoba menarik perhatiannya kembali, naluri berkompetisi sempat pula mematikan nurani.
Ya aku berjuang untuk dia yang namanya selalu kurangkul dalam doa. Berharap suatu saat nanti,
perjuangan ini akan dijawab oleh Tuhan dengan akhir bahagia.

Aku mencoba menutup mata akan kenyataan bahwa hatimu dan hatinya memang sudah bertaut di ujung sana.
Entah mengapa aku menjelma menjadi orang yang begitu keras kepala,
mengejar seseorang yang hatinya jelas tak berada pada frekuensi yang sama.
Sekuat tenaga aku pernah mencoba menjadi seperti apa yang ia damba.
Tapi akhirnya, diriku harus kembali jatuh saat mendapati ada puluhan kamu di sudut hatinya.
Namun sayangnya semua perjuangan itu tidak juga membawaku pada hasil impian.
Kamu dan dia tetap kuat mengukuhkan kebersamaan.

Meski tidak pernah mendeklarasikan kebersamaan tapi aku jelas bisa melihat bagaimana perasaan itu terukir semakin dalam.
Kamu tahu? Aku berkali-kali jatuh dalam kubangan, sakit sendirian, tanpa teman.
Sesekali aku juga pernah memaki Tuhan untuk semua yang telah terjadi.
Aku mempertanyakan dan menyalahkan, mengapa ia tidak menitipkan persamaan yang sama untuk orang yang begitu kucinta?
Namun akhirnya aku mengerti bahwa Ia adalah sutradara abadi yang bisa menentukan setiap alur dari kehidupan.
Dan sebagai manusia aku jelas tak bisa menyalahkan.
Kini aku memilih untuk tidak lagi menyimpan kemarahan.
Karena sudah jelas bahwa tidak ada yang baik dari sesuatu yang dipaksakan.

Akhirnya, kuputuskan untuk diam dan melepaskan.
Pada akhirnya aku mencoba berdamai dengan diri sendiri. Meski tidak mudah, tapi aku mencoba mengalah.
Mengalahkan setiap ego yang ada untuk memiliki dirinya.
Karena aku tahu bahwa tak akan pernah ada yang baik dari sebuah pemaksaan rasa.
Aku pun mulai berjalan mundur sambil membawa hati yang sudah hancur.
Ini adalah babak hidup yang membuatku yakin memang ada perasaan sayang yang seharusnya dibiarkan tenggelam.
Sekarang hati dan dirinya sudah menjadi milikmu sepenuhnya. Kumohon sayangi ia melebihi kemampuan yang kamu punya.
Akan kutitipkan perasaanku padamu untuk memperbesar tanggung jawab itu.
Aku ingin kamu menjaga dan menyayangi dia sebagaimana aku ingin melakukannya.
Jangan pernah menyakitinya,

Satu pertanyaan yang ingin kutanyakan padamu,
"Bagaimana Jika kamu sekarang yang berada diposisiku???"
Ingat pertanyaan itu agar kamu tak mau mencoba untuk sedikitpun menyakiti nya



Dariku,
Yang selalu menyayanginya yang tak mendapat kesempatan utk membuktikannya

Karya : Rezzphoria Indonesia