Seorang Remaja Penyandang Autis

Rezky Fathi
Karya Rezky Fathi Kategori Lainnya
dipublikasikan 19 Juni 2016
Seorang Remaja Penyandang Autis

 

Perayaan ulang tahun biasanya menjadi momen yang sangat berharga bagi setiap remaja. Di hari istimewanya dia bisa berbahagia bersama teman-temannnya. Tapi seorang remaja asal Bangor, Maine, Halle Sorenson tidak merasakan kenahagiaan itu semua. Kenapa? Gadis penyandang autis ini menangis sedih karena teman-teman sekelasnya yang diundang ke pesta ulang tahunnya yang ke -18 yang digelar Juli tahun lalu tak ada seorang pun yang datang. Padahal, keluarganya sudah mempersiapkan pesta ulag tahunnya dengan kue, es krim dan bowling.

Sang ibu, Aliyson Seel-Sorenson pun menangis dan diam-diam mengambil gambar putrinya yang sangat mengiris hati dan mengirimkannya kepada suaminya. Dia juga tidak tahu harus mengatakan apa kepada putrinya yang lagi bersedih itu.

“Saya tidak harus berkata apa kepada Hallee. Putri saya menginginkan untuk merayakan ulang tahunnya. Dia sangat bersemangat. Ketika hari itu tiba, tak ada seorang pun temannnya yang hadir,” kata Allyson.

 Dua belas bulan berlalu dan foto seorang gadis yang sedih itu mejadi viral di facebook karena sepupunya Halle, Rebecca Lyn mengajak semua orang untuk turut berpartisipasi dengan harapan Hallee tidak perlu merayakan ulang tahun sendirian lagi.

“Hallee adalah orang yang kebetulan memiliki sikap autis. Hallee duduk dengan cemas menunggu teman-temannya datang untuk bisa bersenang- senang di pestanya, tapi tak ada seorang temannya pun yang datang. Dia tidak sendirian. Tapi, anda bisa membuat pesta ulang tahunnya ini menjadi luar biasa,” tulis Lyn dalam caption foto Hallee.

 Dia juga menuliskan bahwa sepupunya itu akan sangat senang untuk menerima surat. Untuk itu Lyn meminta siapapun agar memberikannya surat ucapan ulang tahun.

“Jika anda berkenan mengirimkannya kartu ucapan selamat ulang tahun, saya akan sangat berterima kasih. Anda bisa bayingkan seorang ibu melihat anaknya menangis di depan kue ulang tahun. Itu sangat mengiris hati,” kata Lyn.

Dalam waktu 48 jam, foto yang diunggah Lyn menjadi viral dan telah dibagikan lebih dari 120 ribu kali. Lyn pun tidak memberi tahu Allyson kalau foto tersebut telang dibagikan ribuan kali.

Setelah mengetahui foto putrinya telah di bagikan ribuan kalil, Allyson pun sangat senang dan bangga dengan keponakannya. Hallee yang memiliki mental usia anak enam tahun akan sangat uska mendapatkan surat yang ditujukan kepadanya. Allyson pun mempersiapkan semua kartu ucpan ulang tahun yang telah dikirim semua orang dari segala penjuru. Allyson juga berencana untuk menggelar pesta ulang tahun Halle di rumah untuk mencegah peristiwa itu terulang. “ Orang-orang berpikir anak seperti Halle tidak ingin di ganggu. Jadi, mereka tidak ingin datnag ke pesta ulang tahun itu, “ kata Allyson.

Hallee adalah salah satu dari sekian orang yang mengidap autis, dan masih banyak diantara kita bernasib seperti dia. Kita sering memandang orang yang seperti Hallee ini mempunyai dunianya sendiri yang tidak mau diganggu orang lain dan tidak mau bersosialisasi dengan orang lain. Padahal itu tidak benar, orang yang autis juga membutuhkan teman bermain, membutuhkan perhatian dari orang lain, layaknya orang normal seperti biasanya. Cerita diatas mengingatkan kita akan bersikap adil, saling menghargai sesama manusia dan tidak selalu memandang sebelah mata. Karena setiap orang membutuhkan pertolongan dan perhatian orang lain.

 

Tapi tenang, itu tahun lalu. Setelah foto postingan Rebecca Lyn viral di media sosial, ternyata banyak orang dari seluruh dunia bersimpati dan merasa perbuatan itu tidak adil untuk Hallee. Pada bulan Juni ini, 2 truk FedEx, 1 truk UPS dan truk kantor pos satang di depan pintu rumah Halle dengan membawakan ribuan post card ucapan selamat ulang tahun dan hadiah untuknya. Selamat ya Halle.