Ibu Penjual Kerupuk ‘Menampar Hati’

Rezky Fathi
Karya Rezky Fathi Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 20 Januari 2016
Ibu Penjual Kerupuk ‘Menampar Hati’

Suatu hari aku berkeliling sekitar kampus UIN Jakarta sekitar pukul 20.10 untuk mencari makanan demi memenuhi panggilan perut. Ketika aku melintasi jalan di depan kampus UIN Jakarta, aku melihat seorang ibu-ibu setengah baya sedang berjalan sambil menenteng kerupuk yang digantungkan di pundaknya. Aku sangat kasihan melihatnya, karena hari itu waktu sudah malam dan barang dagangannya masih banyak yang belum terjual. Lalu aku memanggil ibu itu dan berhenti di depannya.

 

Aku : Bu, tunggu bu.

Aku : Bu, kerupuk 1 bungkusnya berapa ?

Ibu  : 15 ribu, de.

Aku : Beli 2 bungkus ya, bu.

Ibu  : Iya ambil aja, de.

Aku : Ini uangnya, bu.

Ibu  : Iya, de.

Ibu  : 2 bungkus jadi 30 ribu ya, de ?

Aku : Iya, bu.

 

Lalu, ibu itu sibuk meraba-raba tasnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang. Awalnya, aku santai aja melihatnya sambil menunggu uang kembalian, tapi aku heran ketika melihat ibu itu terus mengeluarkan uang dan hampir semuanya dikeluarkan.

 

Ibu  : Uangnya barusan berapa, de ?

Aku : 50 ribu, bu.

Ibu  : Ini ambil aja kembaliannya, de.

 

Dari sana aku terkejut dan bengong seketika. Astagfirullah ternyata ibu ini tidak bisa melihat. Lamunan akupun langsung buyar ketika ibu itu memanggilku.

 

Ibu  : De, sudah diambil kembaliannya ?

Aku : Belum, bu.

Ibu  : Ambil aja de kembaliannya ?

 

Lalu aku dengan reflek langsung menanyai ibu itu.

 

Aku : Bu, gimana kalo aku ngasihin uangnya 10 ribu, terus aku ngambil uang kembaliannya 50 ribu. Kan ibu ga tau berapa uang yang aku kasih dan berpa yang aku ambil kembaliannya, nanti ibu bisa rugi dong ?

Ibu  : Hanya Allah yang tau rezeki setiap orangnya, de. Kalau hari sekarang ibu harus rugi, ibu yakin hari berikutnya Allah pasti akan mempersiapkan rezeki lain buat ibu.

 

Subhanallah, mendengar penjelasan ibu itu, bulu kudukku langsung merinding dan hatiku serasa diiris-iris. Yang tadinya aku menunggu uang kembalian dari ibu itu, aku langsung mengurungkan niatku untuk mengambil kembaliannya.

 

Ibu  : De, sudah diambil kembaliannya ?

Aku : Simpan aja kembaliannya bu, hari ini Allah sudah mempersiapkan rezeki buat ibu.

Ibu  : Alhamdulillah, makasih ya de, semoga Allah membalas kebaikanmu, de.

Aku : Amin, aku pulang ya, bu.

Ibu  : Iya, de.

 

Lebih baik berusaha daripada meminta-minta. Sebab Allah akan memberikan rezeki kepadanya bagi orang yang mau berusaha.

  • view 490