Aku, Kamu dan Berat Badanku

Rezki Nadin
Karya Rezki Nadin Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 29 Januari 2016
Aku, Kamu dan Berat Badanku

Baiklah aku akui tiga bulan pertama kita menikah, aku memang sedikit bertambah gendut..

Tapi kan kamu tidak perlu menyindirku seperti itu, kamu sengaja kan berdiri di depan foto pernikahan kita yang terpajang di ruang tamu, lalu bergumam " kemana yah gadis langsing dan cantik yang aku nikahi ini? ", dan aku menatapmu sebal dari seberang ruangan.

Dan kamu juga tidak perlu menyembunyikan cemilan favoritku yang harusnya kita nikmati ketika menonton film bersama, walaupun akhirnya kamu mengembalikannya, tapi aku kembali cemberut ketika kamu kembali menyita potato chips itu padahal aku baru menikmati 2 keping chip, " cukup untuk hari ini, besok lagi 2 keping yah " itu kan konyol sekali..

?

Aku bertambah jengah saat kita menonton acara hewan favorit kita di discovery channel,? dan kamu melirikku dengan senyum jahil ketika ada adegan tentang bayi hippo, " kok mirip seseorang yah? ", hah? bisa-bisanya..

Dan puncak semua kejengkelanku ketika kamu bercanda tentang lipatan lemakku di perut, " honey, kalo mau tidur tas pinggangnya dilepas saja "...

Wuahhh.. adakah suami yang memperlakukan istrinya seperti itu?, aku meledak dan menangis tersedu-sedu, kamu ternyata tidak bisa menerima aku apa adanya, apakah cintamu hanya terbatas di penampilan luarku saja?

?

Kemudian kamu mendekapku dan berkata, " aku tidak pernah keberatan apakah kamu gendut atau langsing honey, tapi aku keberatan kalo ketika kamu mengeluh baju-bajumu sudah tidak ada yang muat lagi, atau waktu kita berencana keluar jalan-jalan, dan kamu menghabiskan sejam lebih hanya untuk mencari baju yang tidak membuatmu kelihatan gendut, aku juga sedih melihat kamu uring-uringan seharian setelah melihat angka timbangan, kamu menyuruhku menerimamu apa adanya, apakah kamu juga sudah menerima dirimu sendiri apa adanya? dan menurutmu bagaimana perasaanku melihatmu ngos-ngosan menangkap nafas setelah naik tangga 2 lantai? Kamu akan menjadi seorang ibu, honey.. bayangkan kamu harus naik tangga itu sambil menggendong anak kita kelak? "

?

Aku termangu mendengar seluruh perkataanmu, aku memang selalu mengeluh, tapi tidak melakukan apa-apa untuk mengatasinya, aku selalu menolak ketika kamu mengajak jogging pagi, sepeda yang sengaja kamu belikan untukku pun, hanya teronggok di gudang.

Aku tersenyum ceria saat kamu menyuapiku es krim, " 2 sendok aja yah.. ", katamu serius, aku berbunga-bunga mendengarnya..

  • view 116