Kemenyerahan yang Harus Kita Rayakan

Retno Purwa
Karya Retno Purwa Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 12 Maret 2016
Kemenyerahan yang Harus Kita Rayakan

Adakah cara lain untukku berbahagia? Selain membebaskanmu...selain tidak memperjuangkanmu? Sungguh, aku mulai lupa definisi bahagia itu seharusnya seperti apa. Semenjak mencintaimu berarti menusukkan belati ke jantungku sendiri, bagiku, bahagia dan sakit tiada beda lagi.

Biar bagaimanapun, pertemuan perlu kita rayakan. Untuk aku dan kamu yang dipertemukan keadaan tanpa kita berencana. Aku dan kamu yang tak banyak berkata-kata menerjemah bahasa perasaan. Aku dan kamu yang takkan sempat kuucap 'kita', karena aku yang terlambat jatuh cinta. Dan dari segala ketidakmungkinan yang ada, aku menyesal kamu salah satunya.?

Inilah caraku merayakannya. Untuk ketidakberdayaanku memperjuangkanmu, juga kemenyerahanku pada ketidakmungkinan. Entah, kenapa aku sibuk sekali mencari alasan untuk berjuang, sementara mencintaimu pun aku tak perlu alasan. Aku memang pecundang, yang memilih untuk mencegah jatuh cinta lebih dalam. Aku dan kamu hanya harus diam. Biar rasa berpeluk hingga bosan kemudian lebur dan sirna.

Inilah yang bisa kulakukan. Mengabadikanmu dalam kata yang bisa kupeluk erat setiap saat. Merayakan jatuh cinta-ku yang menyedihkan dengan mencandai pena agar aku tak berair-mata.?

?

  • view 160