Menikahimu

Resty Yustia Syauta
Karya Resty Yustia Syauta Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 02 Oktober 2016
Menikahimu

“Saya terima nikahnya” itu yang nanti menjadi perkataanmu untuk menghalalkanku di depan ayahku kelak.

Menikahimu adalah mengucapkan ‘Bismillah’ untuk halalku dan halalmu

Menikahimu adalah ibadahku dan ibadahmu

Menikahimu adalah duduk diatas puadi bersamamu

Menikahimu, tentang aksara kita yang terukir diatas cincin yang terlingkar manis dijariku dan dijarimu

Menikahimu, tentang menjadikanmu raja dan aku ratunya dalam kerajaan kecilmu selamanya

Menikahimu, tentang membantumu membuatkan surga untuk kita

Menikahimu untuk menjadi tulang rusukmu layaknya hawa untuk adam yang lalu

Menikahimu, tentang kita yang tertidur di malam bersama dan terbangun di pagi bersama

Menikahimu untuk menjadi teman hidupmu

Menikahimu, tentang saat tuhan mengabulkan doa-doa kita tentang kita

Menikahimu, tentang menjadikanku ibu dan kau ayah atas replikamu atau replikaku

Menikahimu, tentang kita yang menua dan keriput bersama

Menikahimu, tentang suka dukaku dan suka dukamu yang kita bagi bersama

Menikahimu, tentang mendukungmu selamanya

Menikahimu, tentang keraguan yang terhapuskan dan ketidakpercayaan ditiadakan

Menikahimu, seluruhnya tentang kesungguhan bukan kata-kata

Menikahimu, bukan tentang siapa aku dahulu atau siapa kamu dahulu tetapi tentang siapa aku sekarang dan siapa kamu sekarang.

Menikahimu, tentang mengukir Aku dan Kamu yang menjadi Kita

Menikahimu, tentang kita yang mencinta selamanya

Menikahimu, tentang kita yang belajar. Belajar untuk mempercayai kesungguhan. Belajar untuk memahami sedikit keegoisan. Belajar untuk bersabar dalam ‘kita’. Belajar menjadi alasan besar untuk bersama karena akan ada waktunya alasan-alasan kecil tercipta untuk merusak setelah kalimat “Saya terima nikahnya” terucap.

Untukmu, Seseorang yang tengah memantapkan dirinya untuk menghalalkanku

  • view 223