Kepompong: Ganasnya Waktu tak Akan Membunuh Persahabatan Kami.

Restu Alpiansah
Karya Restu Alpiansah Kategori Kisah Inspiratif
dipublikasikan 28 Juli 2017
Kepompong: Ganasnya Waktu tak Akan Membunuh Persahabatan Kami.

“Sahabat tak akan pernah membuatmu menangis, sekalipun iya-maka merekalah orang yang akan pertama kali mengusapkan air mata itu agar kamu tak menangis lagi. Sahabat tak akan pernah membuat hatimu tergores luka, sekalipun iya-maka merekalah orang yang pertama yang akan menutupi luka itu agar darahnya tak merembes kemana-mana. Sahabat adalah kado terindah dari tuhan kepadamu. Jadi jagalah ia agar kamu bisa tetap bahagia hingga menutup mata. Karena ketika masa waktumu di dunia ini telah habis, sahabat lah orang pertama yang akan mengantarkan mu ke tempat peristirahatan terakhir mu. Walau itu dengan kondisi mata yang bengkak”.

Tuhan telah memberikan anggota tubuh yang lengkap. Dengan anggota tubuh yang lengkap ini, aku tampak sangat sempurna menjadi seorang manusia yang tampan dan rupawan. Tuhan juga telah menghiasi otak ku dengan ilmu, dengan demikian aku bisa memainkan pikiran dan nalar ku untuk mejadi orang yang jauh lebih baik. Tak lupa pula, tuhan juga telah memberikan ku hadiah bonus yang sangat indah, yang tak akan pernah aku lupakan. Ialah sahabat. Hadiah yang tak akan pernah tergantikan, karena memiliki harga yang sangat tinggi.

Tuhan, telah engkau titipkan kepadaku manusia-manusia terpilih untuk bisa menjadi sahabatku. Orang-orang terpilih yang walau saat ini tak selalu berada di sisiku, namun mereka tetap membuatku bahagia dan benar-benar merasakan indahnya kebesaran mu. Engkau telah menciptakan duka dan sedih, namun kau imbangi itu semua dengan memberikan ku beberapa sahabat hebat yang selalu siap memberikan ku tissue di saat pipiku mengalir air mata. Di saat mata ku membengkak karena air mata, canda mereka selalu membuat bengkak itu berangsur membaik, dan kemudian hilang. Engkau telah ciptakan rasa marah dan dengki, namun engku imbangi itu semua dengan memberikan ku beberapa sahabat yang bisa senantiasa memyirami api dalam hatiku dengan kesabaran dan ketabahan mereka. Engkau telah ciptakan rasa cinta, sehingga aku benar-benar memahami arti dari cinta itu sesungguhnya. Terimakasih telah menitipkan mereka kepadaku, karena mereka aku bisa memahami arti dari cinta itu sesungguhnya. Cinta itu memang buta, namun mereka mengajari ku bahwa meskipun cinta itu buta, namun cinta tak akan pernah salah memilih orang yang tepat untuk dicintai. Walau ia tak bermata.

Maka nikmat apa lagi yang kini harus ku dustakan?

Sahabat, Terimakasih telah hadir dalam hidupku. Karena kehadiran kalian telah membuatku benar-benar memahami arti dari sebuah kehidupan. Hidup itu bukan masalah sebatas bernafas dan berjalan. Namun hidup itu adalah tentang bagaimana napas yang telah kita hembuskan itu tidak merusak hidup orang lain, serta kaki itu tidak sampai salah melangkah dan melukai kaki orang lain.  Terimakasih telah menghiasi hidupku sehingga aku benar-benar sadar arti dari kesendirian. Sendiri itu tidak menyenangkan. Aku tak bisa hidup sendiri tapa hiruk pikuk tawa dan canda kalian. Karena pada dasarnya manusia tak boleh bersikap egois di tanah yang bukan miliknya ini. Persahabatan telah mengingatkan ku untuk senantiasa mengingat kebesaran tuhan, oleh karena itu aku sama sekali tak boleh berperilaku congkak dan sombong.

Sahabat, jika kelak kalian telah membangun dinding-dinding istana bersama pasangan hidup kalian masing-masing, tolong jangan pernah lupakan persahabatan kita ini. Persahabatan yang telah kita bangun dari nol dengan ribuan tetes airmata dan ribuan hiruk pikuk canda dan tawa. Agar kau tak lupa namaku, ukirlah nama singkatku pada lapisan hatimu yang terdalam, agar aku senantiasa berada di hati kalian masing-masing. Jangan lupa pula, ketika kelak jagoan dan putri manis kalian telah lahir, ceritakanlah masa-masa persahabatan kita sebagai dongeng pengantar tidur mereka. Agar nama-nama kita tak begitu saja termakan oleh perputaran jarum jam.

Thanks to: Wulan, Yuli, Yayan, Selin and Ratu.

  • view 171