Jangan Lupa Bersyukur

Resa Lusana
Karya Resa Lusana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Juli 2017
Jangan Lupa Bersyukur

Bersyukur akan jantung yang masih berdetak, sehingga kita memumpuni tuk terus menyiapkan bekal. Bersyukur atas nikmat sehat yang masih Allah kasih buat kita. Bersyukur akan perjalanan hidup yang kian berliku. Bersyukur atas segala ketetapan-Nya.

Acapkali kita merasa hidup ini tak adil, merasa diri yang diabaikan, merasa selalu dapat ujian yang tak pernah berujung. Merasa lebih baik tak terlahir ke dunia, jika semesta pun tak menoleh. Padahal, jika kita ulik semua orang punya porsi hidup yang berbeda. Punya ujian yang berbeda. Perjuangan yang dilalui berbeda. Pun menghadapinya dengan cara yang berbeda pula.

Cukup bersyukur, kamu orang yang beruntung. Jika syukur tak mendera dalam diri, untuk apa kita mengutuk cobaan dalam hidup, untuk apa kita meraba-raba kalau Allah tak pernah mengabulkan doamu. Siapa tahu dibalik prasangkamu, Allah telah memberi sesuatu yang lebih dalam hidupmu. Hanya saja kamu tak menyadarinya.

Mempertanyakan nasib hidup yang tak sama. Takkan pernah berakhir. Lebih baik kita menikmati, mensyukuri, lalu menjalani. Hidup kamu akan bermakna. Percayalah, liku-liku hidup hanya akan terhenti saat kita tak bernafas lagi.

Jangan sia-siakan hidup kita dengan mengutuk nasib yang telah digariskan oleh-Nya. Lebih baik kita memetik hikmah dari setiap perjalanan hidup. Agar kita lebih mampu menghargai setiap perjalanan yang dilewati.

Jika kita bersyukur yakinlah Allah akan beri sesuatu di luar dugaan kita. Memaknai syukur memang tidak mudah. Hanya saja belajar bersyukur itu perlu.

"Lain syakartum laajiidannakum walain kafartum inna 'adzabii lasyadiid"

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan mebambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti adzab-Ku sangat berat. (Surah Ibrahim: 7).

  • view 158