Mimpi di Pojok Desa

Resa Lusana
Karya Resa Lusana Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Juli 2017
Mimpi di Pojok Desa

Jika desa yang kami huni disebut ujung dunia wajar saja, sebab letaknya jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Jika desa yang kami huni disebut pedalaman, wajar saja demikian. Karena desa yang kami sebut sebagai tempat bernaung, tempat bermain semasa kecil selalu hening dari keramaian. Kini, desa kami mulai tercium baunya. Bau perubahan menuju lebih baik, harum akan semangat anak-anak desa untuk terus belajar, belajar, dan belajar lagi. Tanpa henti, takkan berhenti sebelum ajal menanti.
 
Kini, mereka anak kecil yang imut nan lucu. Selalu aku sebut begitu. Karena memang mereka menggemaskan walaupun terkadang menjengkelkan. Terlepas dari itu, berada di dekat mereka adalah bahagia yang tak bisa diungkap dengan makna. Cukup terpatri dalam sanubari. Sebab, bahagia yang mereka ciptakan datang dengan sendirinya tanpa dibuat-buat, datang dengan setulus hati yang sampai pada kebahagiaan hakiki.
 
Bisa dibilang bersama mereka seperti hembusan angin yang memberikan kesejukan bagi orang yang sedang berkeringat. Seakan air yang mengalir tanpa paksaan dan tanpa dibuat-buat. Bagai bintang-bintang yang berkerlap-kelip di malam hari. Seakan mata enggan untuk tak menoleh, ingin terus menatap tanpa berkedip.
 
Itulah mereka, anak-anak kecil yang selalu riang. Memberi warna baru dan pelajaran berharga. Dekat dengan mereka adalah anugerah dariNya. Bersama mereka seakan setumpuk masalah pun dilupakan tanpa sengaja. Dengan mereka selalu ada pelangi yang menerangi.
 
Entahlah, aku selalu berharap semangat mereka tetap seperti ini. Meletup-letup seakan belajar, membaca adalah rutinitas yang tak boleh dilewatkan.
 
Seperti yang aku bilang. Bahagia itu sesederhana ini. Melihat mereka tertawa riang dan mulai berani bercita-cita tinggi. Tetap semangat adik-adikku.
 

Semangat untuk menggapai cita-cita. Bukan dilihat dari mana kita berasal. Bukan dari siapa keluarga kita. Keturunan apa kita. Menggapai cita-cita hanya dengan kemauan tinggi, berdo'a tanpa henti. Dan simpan terus keyakinan dalam hati bahwa kita mampu mencapainya.

  • view 56