Catatan Harian Seorang Sahabat.. Sahabatku, semoga Allah selalu menyayangimu..

Renni Arista
Karya Renni Arista Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 25 Januari 2017
Catatan Harian Seorang Sahabat.. Sahabatku, semoga Allah selalu menyayangimu..

Aku tidak ingin mencari pembenaran untuk diriku sendiri.
Kau tahu, setiap orang memiliki sisi dan sudut pandangnya masing-masing.
Aku juga telah berulang kali melakukan hal yang menyakitkan bagimu.
Berulang kali juga aku meminta maaf darimu, menyesali yang pernah aku lakukan.
kau juga selalu memaafkan, seolah memori buruk itu hilang terbawa angin.
dan semuanya kembali seperti semula..
hubungan kita tetap baik, dan aku tahu kamu juga masih menyayangiku.
 
Aku bersyukur Allah SWT menakdirkan kita untuk bertemu yang pertama kalinya saat itu.
Dengan begitu Allah pula yang mengizinkan kita bertemu pada pertemuan-pertemuan berikutnya.
 
Terlepas aku sengaja menyakitimu atau tidak, aku sungguh menyesal untuk yang kesekian kalinya.
Aku tahu kau sudah memaafkanku, dan aku percaya kau juga masih memiliki rasa sayang yang terkadang aku sia-sia kan itu.
 
Ini sudah hari ke-tiga..
kali ini gelas itu tidak juga kembali seperti semula, sampai hari ini.
seakan angin enggan untuk menjemput memori buruk yang pernah dibawanya.
Apakah benar-benar tidak akan kembali seperti semula?
 
Aku Rindu.. Rindu dengan senyum bahagia yang selalu kau tunjukkan, rindu dengan nasehat-nasehat lembutmu, rindu dengan perhatianmu, rindu saat aku meluapkan tangisku & kamu mendengarkan keluh kesahku, bermanja denganmu dan rindu berada dalam pelukanmu.
 
Kau yang dingin 3 hari belakangan ini.
Kau yang acuh bahkan memarahiku dan selalu membahas perlakuanku padamu.
Aku sakit.. dan juga hatiku..
Sakit karena penyesalanku yang mungkin tak akan mengembalikan keadaan yang semula,
sakit karena mungkin aku memang pantas untuk menerima semua perlakuan yang tidak lagi hangat beberapa hari ini.
sakit karena kenyataannya aku Rindu.
 
Aku tidak akan memaksamu untuk menitipkan memori buruk yang disebabkan olehku kepada angin.
Aku tidak akan memaksamu untuk kembali hangat padaku dengan alasan Allah saja Maha Pemaaf.
Aku tahu karena ini adalah kesalahanku.
 
Aku akan menerima sedingin apapun sikapmu padaku.
Karena memang aku pantas mendapatkannya.
Tapi aku akan selalu berdoa, agar Allah mengizinkan aku merasakan kehangatan itu lagi.
 
 
 
dari Aku yang egois dan selalu membutuhkanmu..
 

  • view 127