Bagian 2 - Everything I do

Renni Arista
Karya Renni Arista Kategori Project
dipublikasikan 26 Oktober 2016
MASIHKAH RINDU ITU ADA?

MASIHKAH RINDU ITU ADA?


(+) Hatiku terlanjur jatuh.. jatuh sejatuh-jatuhnya disaat yang tak tepat. (-) Heiii, sadarlah! Tidak pernah ada kata tepat untuk terjatuh. (+) Ah kau benar. kalau boleh memilih aku tak ingin terjatuh. Meskipun aku tidak tahu masa depanku Allah takdirkan seperti apa..

Kategori Fiksi Remaja

758 Hak Cipta Terlindungi
Bagian 2 - Everything I do

Pagi ini Nara diantara penumpang bus Transjakarta yang memenuhi halte saling berdesakan. Bus belum juga tiba, sementara halte busway sudah penuh dan antrian masuk halte sudah bermeter-meter panjangnya dikalikan 3 baris pintu masuk halte. Kali ini ada yang berbeda, tidak ada wajah manyun, cemberut, maupun rasa kesal yang kadang hinggap di situasi seperti ini. Tidak ada ocehan yang ditujukan kepada petugas Bus Transjakarta yang seringkali keluar dari bibir gadis itu. Meskipun Nara masih belum mengakuinya, nyatanya hatinya tetap saja berbunga-bunga ketika teringat sosok laki-laki bertubuh tegap dan tinggi itu. 

Ingatan tentang Afri mampu meluruhkan keadaan yang kadang terasa sangat menjengkelkan, merubah emosi menjadi ketenangan, mengabaikan ketidak sabaran yang ada menjadi bahagia. Ucapan selamat pagi ketika bangun tidur dan selamat malam sebelum beranjak ke tempat tidur masing-masing menjadi rutinitas yang tak pernah terlewatkan sehari pun selama beberapa bulan belakangan ini. Tak seharipun mereka lewatkan untuk berbincang di ruang chatting BBM, Line ataupun whatsapp sebelum terlelap menjemput mimpi indah.  Nara terlarut dalam perasaan bergejolak yang ada di hatinya, setiap hari, setiap waktu, tidak ada yang bisa membuatnya tersenyum dalam kondisi yang tidak membahagiakan sekalipun, kecuali perasaannya terhadap seorang laki-laki bertubuh tegap dan tinggi bernama Afri itu. 

Sudah cukup lama Nara mengenal Afri, hanya mengenal seorang teman biasa dan bertegur sapa ketika berjumpa. Tidak ada yang spesial sebelumnya. Hingga di awal tahun ini, tiba-tiba mereka saling stalking di account sosial media, me-like update status atau foto yang baru saja di upload. sesekali Nara Update Foto ketika Afri baru saja  memperbarui statusnya, hanya untuk melihat respon Afri terhadap update-an foto profil BBM-nya, dan ternyata Afri me-like foto milik Nara, terus begitu hingga ada salah satu yang memulai untuk chat terkait hal pekerjaan dan terus berlanjut sampai detik ini. Mereka tak pernah kehabisan bahan pembicaraan di dalam ruang maya tersebut, mulai dari pekerjaan, politik, berita terbaru yang sedang ramai di media, hingga kegemaran masing-masing, dan berlanjut tentang kehidupan pribadi mereka. 

Akhirnya bus yang dinanti tiba juga, Nara segera bergegas memperebutkan ruang kosong yang ada di depannya, sedikit demi sedikit diantara penumpang yang berlomba untuk sampai di dalam bus dan memperebutkan kursi yang tidak sebanyak jumlah penumpang yang ada. Beruntung Nara bisa duduk dan bernafas lega, melanjutkan lamunan tentang Afri yang sempat terputus dengan kedatangan bus yang tiba-tiba. Andai semua penumpang disini juga sedang jatuh cinta seperti Nara, pasti semua rela berdiri dengan memberikan sebuah kursi “miliknya” kepada seorang ibu paruh baya. Segera Nara merelakan apa yang telah diperjuangkannya beberapa menit lalu, agar hatinya semakin peka dan rasa empati yang dimilikinya pun semakin terasah.

 

Look into my eyes, you will see

What you mean to me

Search your heart, search your soul

And when you find me there you’ll search no more

 

Berdiri dalam kesesakan yang ada tak menyurutkan rasa bahagia yang diciptakannya pagi ini, sambil mendengarkan lagu favorit. Kemudian tenggelam ke dalam lirik lagu cinta dan perasaan yang semakin membara.

Don’t tell me it’s not worth fightin’ for

I can’t help it – there’s nothin’ I want more

You know it’s true

Everything I do, I do it for you.

 

Tatapan mata Afri laksana busur panah, beberapa detik kemudian Nara menunduk, melemparkan sebuah senyuman dan merekam senyum Afri yang khusus dipersembahkan kepadanya. Secara tidak sengaja Nara melakukan kontak mata sekilas saat bertemu Afri di Lobi kemudian berlalu dengan malu-malu membawa rekaman senyuman dan tatapan cinta yang akan disimpan di hati dan ingatannya.

  • view 156