Bagian 1 - Apakah ini kebahagiaan?

Renni Arista
Karya Renni Arista Kategori Project
dipublikasikan 19 September 2016
MASIHKAH RINDU ITU ADA?

MASIHKAH RINDU ITU ADA?


(+) Hatiku terlanjur jatuh.. jatuh sejatuh-jatuhnya disaat yang tak tepat. (-) Heiii, sadarlah! Tidak pernah ada kata tepat untuk terjatuh. (+) Ah kau benar. kalau boleh memilih aku tak ingin terjatuh. Meskipun aku tidak tahu masa depanku Allah takdirkan seperti apa..

Kategori Fiksi Remaja

607 Hak Cipta Terlindungi
Bagian 1 - Apakah ini kebahagiaan?

Semilir Angin seolah membawa kabar gembira. Menenangkan, menyejukkan, membuat siapapun yang merasakan kedatangannya enggan beranjak meskipun senja hampir saja meninggalkannya. sepasang sepatu terayun-ayun juga merasakan kebahagiaan yang ada. Daun-daun menari-nari diantara cahaya senja yang tersisa. Burung-burung bernyanyi bersama dan bersiap untuk kembali ke sarangnya. Indahnya dunia, membuatnya terlena, seperti hatinya yang telah terpaut pada seorang laki-laki yang sudah lama dikenalnya. Yang entah mengapa beberapa waktu belakangan ini mengusik pikirannya, lelap tidurnya, dan perasaan bergejolak yang tidak menentu pada dirinya.

Belum lama ini ia selalu memperhatikan sosok bertubuh tegap dan tinggi itu, ini bukan yang pertama kalinya merasakan desiran aneh apabila bertatap mata dengan seorang lelaki yang menghilangkan fokusnya pada suatu hal yang dikerjakannya. Ia takut menyimpulkan rasa yang saat ini sedang dirasakannya. Apalagi menyebutkan kata "jatuh cinta" atau "jatuh hati" pada sesosok laki-laki bertubuh tegap dan tinggi yang bernama Afri itu. Bagaimana ia harus bangun dari jatuhnya? Bagaimana ia harus memungut hatinya yang telah jatuh? Ah tidak, semoga ini salah. Ia berharap salah menafsirkan apa yang bergejolak dihatinya.

Ia adalah Nara. Seorang perempuan yang takut untuk jatuh cinta karena berusaha untuk taat pada Robb-nya.  Nara tak mudah  jatuh cinta, terakhir kali ia menaruh hati pada seorang lelaki dan berpacaran sudah bertahun lalu lamanya, ia berusaha meninggalkannya.  Setelah  hidupnya terbebas dari cinta semu yang dengan susah payah dihindarinya  dan semuanya baik-baik saja berjalan seperti biasanya, tiba-tiba di awal tahun ini  ia merasakan “getaran aneh” ini kembali. 

Apakah ini kebahagiaan yang dirasakannya? Kebahagiaan akan cinta, dan Hati yang berdebar sungguh tak menentu ketika teringat akan senyuman laki-laki itu yang khusus dipersembahkan untuknya. Ketika ia berkomitmen untuk tidak akan pernah pacaran lagi sebelum hari pernikahannya. Haruskah Nara memendam rasa dan memendamnya? Walau terkadang ia bimbang, apa yang harus dilakukannya terhadap perasaan cinta dan keinginannya?

 

Kebimbangan yang terus hadir apabila teringat akan cita-cita masa lalu. Ia yang pernah mendengar ceramah bahwa jodoh adalah cerminan kualitas diri, sehingga muncul tekad untuk memantaskan diri agar Allah mengirimkan jodoh seorang laki-laki yang dapat membangun cinta karena-Nya, agar suatu saat Allah menganugerahkan seorang anak yang Hafizh/ah Qur'an. Sejak saat itu, ia berupaya menjaga kesucian diri dan berusaha mematuhi perintah & menjauhi larangan-Nya.

  • view 204