Aku perlu mengingatnya..

Renni Arista
Karya Renni Arista Kategori Cerpen/Novel
dipublikasikan 14 September 2016
Aku perlu mengingatnya..

Dulu sekali.. sejak duduk di bangku SD aku punya kegemaran yang masih bertahan hingga saat ini. Ketika SMP pun tidak jarang sepulang sekolah aku jalan-jalan ke mall hanya untuk melihat-lihat buku dan sesekali memang menyengajakan untuk berburu buku yang sudah aku incar berminggu-minggu lamanya karena harus menyisihkan uang jajan untuk membelinya.

 

Aku suka.. suka sekali membaca. Itulah hobiku yang sangat umum dan banyak juga orang yang menyukainya .

 

Pernah suatu ketika aku membaca sebuah Novel, aku sering berangan "Andai aku penulisnya. Andai aku bisa menghasilkan karya. Sebuah buku, atau berpuluh-puluh buku". Aku yang suka membaca apapun yang ku suka, sehingga melahirkan cita-cita yaitu ingin menjadi seorang penulis.

 

Aku menyadari bahwa aku tidak memiliki bakat untuk menjadi seorang penulis. Aku juga tidak tahu bagaimana cara merealisasikan mimpi itu. Aku tidak tahu harus belajar kepada siapa, aku tidak tahu bagaimana cara menjadi penulis. Aku tidak tahu dan tidak mengerti bagaimana cara mengasah keterampilan "menulis".

Aku selalu menulis setiap kali merasakan kesedihan, kegundahan, bahkan kegalauan sekalipun. Aku selalu menuangkan apa yang ada dipikiran dan hatiku setiap kali aku merasa sedih. Mungkin itu suatu kesalahan. Tak seharusnya kesedihan diabadikan, tak selayaknya kegalauan dikenang.

 

Aku kadang berpikir, tidakkah seharusnya aku mengenang kebahagiaan?

 

Tapi aku selalu memiliki alasan mengapa aku harus mengenang kesedihan.

 

Aku hanya membutuhkan pengingat apabila suatu saat aku diberikan kebahagiaan demi kebahagiaan oleh Allah SWT. Karena tak banyak orang bisa lulus melewati ujian kebahagiaan apabila dibandingkan dengan orang yang mampu melewati ujian berupa kesusahan.

Ketika kebahagiaan demi kebahagiaan itu tiba, aku berharap akan bisa mengenang kesedihan yang dulu pernah aku rasakan. Aku akan mengingat bahwa aku pernah menangis, merintih, mengadu kepada Allah SWT dan bersimpuh di atas sajadah.. Aku pernah merasa "sendiri" dan yang membuat hatiku tenang bahwa aku masih punya Allah Yang Maha Rohim. Aku perlu mengingatnya karena aku takut jika kelak aku lupa pada Sang Khalik.

 

Aku hanya dapat menulis apa saja yang aku rasakan setiap kesedihan datang dan akan aku baca kembali ketika kesedihan itu menghilang digantikan tawa bahagia. kemudian cita-cita untuk menjadi penulis itu aku simpan rapat-rapat di dalam lemari tua dan berdebu hingga kini. 

 

Reni Arista