Bandung Hujan Lagi

Reni Fatwa Gumilar
Karya Reni Fatwa Gumilar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 03 September 2016
Bandung Hujan Lagi

3 September 2016

 

Sama seperti bulan-bulan sebelumnya langit Bandung masih sering hujan, untuk saat ini alam memang tak bisa diprediksi lagi, ya barangkali Puisi Saprardi tentang Hujan Bulan Juni memang perlu direvisi.

Lampu neon 25 watt menerangi kamar kosan ukuran tiga kali tiga meter, pewangi ruangan tak mampu mengimbangi aroma bau barang-barang di kamar yang lembab, yaa nyaris kamar ini tak terjamah oleh sinar matahari.  Tak ada banyak pakaian yang disimpan di lemari, itu mudah bau, terlebih saat musim hujan seperti ini pakaian susah kering, yang ada hanya beberapa baju yang tergantung di belakang pintu kamar. Galon kosong belum diisi ulang, disimpannya beberapa kopi sachet untuk bekal begadang nugas kampus. Hmmmm duduk di kasur dan memulai menulis adalah cara terbaik menepis segala rasa gundah, resah dan melupakan masalah.

Jam dinding tepat menunjukan pukul 17.00,  novel yang hendak dibaca tersimpan di atas batal. Entah malas untuk membaca atau memang novelnya tidak menarik, yang jelas mendengar suara hujan menjadi hal yang lebih menarik sore ini.

Tanpa disadari hujan memberikan banyak hal, yang hanya dengan mendengarnya saja seringkali membuat kita lelap tertidur. Memberikan inspirasi, bahwa di bawah rintiknya bisa jadi banyak luka yang hadir tapi hujan mampu menghapusnya. Memberikan penjelasan bahwa Allah memberikan cinta-Nya dengan air hujan agar kita mensyukuri nikmat bukan kufur akan nikmat-Nya. Menjadi teman, untuk mereka yang sering merasa sendiri dan sepi, hujan seringkali menemaninya melewatkan pagi-siang bahkan malam.  Memberikan ruang, bahwa diantara setiap rintik yang jatuh ada jeda yag harus kita isi dengan singgah di tempat yang lebih teduh.

  • view 490