ILY from 792 Mdpl

Reni Fatwa Gumilar
Karya Reni Fatwa Gumilar Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 09 Agustus 2016
ILY from 792 Mdpl

Pada dasarnya setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih, memiliki jalannya tersendiri untuk menentukan kemana ia harus pergi dan memiliki hak untuk memutuskan ingin menjadi apa dan bagaimana ia kedepannya.  Memutuskan untuk sendiri dan berbaur lebih dekat dengan alam pun itu termasuk pilihan. Sampai pada batas dimana ia merasa stagnan, bisa jadi itu adalah konsekuensi dari pilihannya. Apapu itu, setiap pilihan punya konsekuensi tersendiri untuk kita terima.

Kata orang, alam mengajarkan seseorang banyak hal, salah satunya mensyukuri nikmat hidup bahwa ada beberapa hal di dunia ini yang tanpa kita sadari banyak surga yang tak harus kita beli. Dan hari itu alam mengajarkan saya bahwa memilih untuk mensyukuri hidup adalah hal yang wajib dilakukan.

Baik kita mulai yaa .....

Ini adalah pengalaman pertama saya mendaki gunung, karena memang dari segi jarak pun cukup dekat dari rumah saya. Tak ada banyak alasan kenapa hari itu saya memutuskan untuk mendaki gunung, oh yhaa mungkin karena butuh banyak liburan dan asupan udara segar hahaha enggak deng, sedang ingin mengfungsikan kaki saja kalau selama ini memang saya jarang sekali olah raga, seringnya olah rasa jadi baper terus kaaan hahaha

Oke sebut namanya Gunung Lembu, letaknya di Desa Pamundayan Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Jaraknya sekitar 30km dari pusat kota Purwakarta, jika ditempuh dengan kendaraan roda dua kita-kira bisa sampai satu jam lebih.

Akhir-akhir ini Gunung Lembu menjadi destinasi wisata yang hits banget di wilayah Kabupaten Purwakarta khususnya, banyak juga pendatang dari luar Purwakarta. Apalagi setelah banyak di expose di media sosial, banyak sekali pendatang yang melakukan pendakian baik hanya sekedar hiking maupun camping.  Kebetulan selama saya mendaki pun banyak menjumpai pendatang dari luar kota, dari Jogja misalnya.

Ditemani oleh saudara saya yang sangat baik sekali mengabulkan keinginan saya ke gunung Lembu, perjalanan dari rumah menggunakan kendaraan roda dua bukan sepeda yaa hehe mulai pukul 09.00 dan sampai di Desa Pamundayan pukul 10.00. Sudah tersedia tempat parkir dengan biaya hanya 3k saja, murah kan? Dan untuk tiket masuknya sendiri biayanya 10k. 

Huuuuuu, tarik nafas panjang banget buat persiapan hiking yang dirasa akan sangat membuat badan keringetan dan capek banget. Tapi tak mengurangi semangat saya untuk terus berjalan, huh hah huh hah 1 2 3 saya menghitung setiap anak tangga yang saya lewati. Well, sepanjang saya berjalan ternyata lebih banyak berhentinya ketimbang jalannya. Dasar perempuan kurang olah raga, jalan dikit aja manja-manja cantik haha

Perjalanan baru dimulai sekitar sepuluh menit, tapi kaki udah sakit minta berhenti. Akhirnya berhenti di pos pertama, nah di pos pertama tuh ada rumah pohon gitu. Pas naik ke rumah pohon itu, beautiful view nya keliatan banget nget nget. Gila gila gilaaa pokoknya dari mulai gunung, sawah, bukit, danau jatiluhur itu keliatan jelas semuanya. Sampai beberapa kali nahan nafas saking ah entah lah ini benar-benar namanya liburan buat ngehibur fisik dan psikis.

Oh iyaa selain kaki yang minta berhenti ternyata perut juga minta diisi. Tenang tenang di sana banyak ditemui semacam warung-warung kecil gitu, yaa warga yang menggantungkan hidupnya untuk mencari sesuap nasi sebongkah berlian dan seindah wajah-wajah para pendaki (naon cenah). Saya putuskan untuk makan mie instan yang di cup gitu dan meminum segelas es  jeruk. Mantap, sederhana tapi yaa seger laah buat dinikmati bersama orang special mah.

Dilanjutkan perjalanan yang akan memakan waktu sekitar 45 menit lagi, telapak kaki udah pegel banget tapi hati ngebet buat nyampe puncak. Bergaya sok jagoan kaki terus melangkah, sepanjang jalan cuma bisa ngobrol-ngobrol gak jelas karena sempet gak nyangka perjalanannya bakalan sejauh itu. And finally, nyampe puncaaaaaaak tepat pukul 12.00 saat matahari lagi panas-panasnya. Eh ternyata nyampe puncak aja gak cukup guys, ada tempat yang emang hits banget dan saya harus jalan kurang-lebih 15 menit lagi.

Yeeeee, setelah terus jalaaan nyampe juga di tempat yang dituju. Tempatnya itu kaya batu yang nempel di tebing, batunya gede banget ya muat lah kalau buat ngumpul 200 orang mah. Karena di tebing jadi curam gitu tempatnya dan emang harus berhati-hati benget dan gak boleh terlalu exited. Tapi asli capeknya terbayar setelah melihat hamparan danau jatiluhur dan perumahan warga dari atas gunung lembu. Seolah mata, telinga dan hati terbuka lebar untuk menikmati kuasa Allah yang Maha Besar. Masha Allah, nikmat Tuhan mana lagi yang kamu dustakan?

Pengalaman kali ini mengajarkan saya bahwa hidup memiliki perjalanan yang panjang dan saya memilih untuk memperjuangkannya. Seperti halnya mendaki, seberapa capek dan banyak rintangan yang dihadapi, akan dirasakan nikmat dan hikmahnya setelah berada di puncak yaitu mencapai kebahagiaan. Karena bahagia itu kita yang buat sendiri, gunung hanya sarana untuk kamu mencapai rasa bahagia tersebut.

Ternyata memang benar, alam mengajarkan banyak hal bahwa memilih untuk mengenal jauh lingkungan adalah dasar hidup manusia. Kita hidup di dalam lingkungan dan secara tidak langsung lingkungan akan membentuk kita, dibentuk menjadi apa? Itu tergantung kita, silahkan belajar selektif dalam memilih!

 

Matahari tepat berada di atas kepala

Danau nampak jelas memberi asa

Sawah terhampar tertata

Pohon memberi okdigen tanpa jeda

Di sebrang berdiri gunung parang 

Membawa aku pada satu ruang

Di tebing batu tepi gunung lembu

Ada sosok yang benar-benar ku rindu

I Love You –Purwakarta- from 792 mdpl

-rfgumilar, 2016

 

FYI jika teman-teman mau kesana, bisa ditempuh dari kota Purwakarta mengambil jalur ke daerah Ciganea dan langsung masuk ke wilayah kecamatan Sukatani. Setelah itu, nanti teman-teman akan menemukan gapura Pasar Anyar yang emang kebetulan pasar tradisional. Nah langsung masuk aja, nanti kalian akan melewati rel kereta, dari sana luruuussss terus. Bisa tanya-tanya lah, udah terkenal tempatnya kok. Selamat mencoba :)

  • view 207