Dibalik Kisah Mengharukan Sebuah Foto yang Menggemparkan Dunia #pojokhorror

Reni Fauziah
Karya Reni Fauziah Kategori Lainnya
dipublikasikan 01 September 2017
Dibalik Kisah Mengharukan Sebuah Foto yang Menggemparkan Dunia #pojokhorror

Haii guys welcome back, balik lagi ke tulisan gue yang bertemakan horror *evilaugh.

Ketika kalian berusaha update foto galau di media sosial untuk menarik simpati dan juga rasa sedih masayarakat dunia maya. Atau mempost foto makanan enak yang terlihat kece, dari restoran bergengsi agar mendapatkan perhatian. Hasil foto kalian yang tercapture, belum ada apa-apanya dibandingkan tema yang bakal gue bahas kali ini guys, Kenapa??  Karena kali ini gue akan membahas dibalik kisah memilukan dan mengharukan dari sebuah foto yang menggemparkan dunia. 

jadi tetap dibaca yah.. sumpah ini bakal menyayat hatiii T_T…

1.Bhopal Disaster oleh Pablo Bartholomew
 
www.worldpressphoto.org

Pada tahun 1984 di Bhopal India, terjadi kecelakaan industrial terburuk sepanjang masa, dan bisa dikatakan, inilah bencana kimia paling besar di zaman globalisasi. Yang mencelakakan 558.125 orang, dan membunuh lebih dari 15.000 orang. Karena perusahaan tersebut tidak peduli akan safety standard dan prosedur maintenance. Jadi, seorang fotografer Pablo Bartholomew mendokumentasikan serta mendapatkan foto ini. Foto anak yang terkubur dengan wajah setengah terlihat (so sad).  Hingga kini dampak negatif bencana kimia itu masih bisa dirasakan. Air dan tanah di seputar bekas pabrik masih tercemar berat dan sampah kimia yang ditinggalkan begitu saja, tetap jadi ancaman bencana berikutnya. Dan lebih parahnya lagi, perusahaan kimia Amerika Serikat Union Carbide dan pemerintah India sudah mencapai kesepakatan extra-yudisial, berupa ganti rugi sebesar 470 juta US Dollar. Tapi uangnya tidak sampai ke tangan korban. (semoga dapat balasan yang setimpal untuk para pemimpin yang dzalim)

2. Uganda Famine oleh   Mike wells
 
www.worldpressphoto.org

Foto ini diambil oleh fotografer  Mike Wells pada tahun 1980 di Uganda, di foto ini kita bisa lihat tangan yang begitu kecil tersebut merupakan milik seorang anak  yang menderita kelaparan diatas tangan misionaris. Ini merupakan sebuah tamparan bagi kita semua bahwa ada perbedaan yang cukup jauh antara negara yang maju dan tidak maju.

3. Seorang Anak dan Burung Pemakan Bangkai oleh Kevin Karter
 
www.boredpanda.com

Foto yang diambil oleh fotografer Kevin Karter ini sempat menjadi foto terbaik serta mendapatkan penghargaan Pulitzer. waktu pengambilan foto ini Kevin Karter sedang  di tugaskan di daerah Sudan dimana terjadi kasus kelaparan hebat pada saat itu. Dalam foto ini tampak seorang anak kecil yang kelaparan dengan burung pemakan bangkai yang telah menantikan kematian sang anak. Dalam momen menyedihkan itu Kevin tidak bertindak apapun, dia hanya menyaksikan dan menunggu selama 20 menit, untuk mendapatkan foto terbaik. Namun, di tahun yang sama Kevin Karter bunuh diri diduga merasa menyesal Karena tidak berusaha menolong anak tersebut. (oh iya bagi kalian yang belum tahu, gue merekomendasikan film berjudul The Bang Bang Club yang disutradarai Steven Silver. Film berdasarkan kisah nyata ini bisa kalian tonton, untuk mengetahui kehidupan sang fotgrafer maupun kisah dibalik foto ini guys, sedih pokoknya mah T_T) 

4. Aksi bakar diri biksu oleh Malcolm Browne
 
www.kaskus.co.id

Pada bulan Juni 1963, seorang biksu bernama Thích Quang Duc membakar dirinya sampai mati di persimpangan sibuk di Saigon Vietnam. Aksi bakar diri dilakukan sebagai protes terhadap kebijakan pro-Katolik Vietnam Selatan pada masa rezim Diem dan hukum Buddha diskriminatif yang sering menyiksa para biksu. Ia berusaha untuk menunjukkan bahwa untuk melawan segala bentuk penindasan atas dasar persamaan.  Proses terbakarnya biksu ini terekam dengan penuh emosional oleh Malcolm Browne dan foto ini mendapatkan penghargaan Pulitzer. Jadi, Sebelum sang biksu melakukan aksinya, dirinya sempat menuliskan sebuah kata-kata terakhir dalam bentuk surat yang berisi:
 
“Sebelum menutup mata dan bergerak menuju visi Buddha, saya dengan hormat memohon kepada Presiden Ngo Dinh Diem untuk memberi kasih sayang terhadap orang-orang bangsa dan menerapkan kesetaraan agama untuk mempertahankan kekuatan tanah air abadi. Pendeta, anggota sangha dan umat Buddha awam untuk mengatur dalam solidaritas untuk berkorban untuk melindungi Buddhisme.” 

5.Aylan Kurdi oleh Nilfer Demir 
 
www.boredpanda.com

Satu lagi foto yang menjadi trending topic serta membuat dunia menangis pada tahun 2015. Nilfer Demir hampir tak bisa menekan tombol kamera untuk mengabadikan tubuh seorang balita yang terkapar di pantai. Dia  adalah Aylan Kurdi, seorang anak berusia 3 tahun menjadi salah satu dari 12 korban imigran suriah lainnya yang wafat saat bertolak dari Semenanjung Bodrum, Turki menuju Pulau Kos, Yunan. Tujuan mereka tidak lain hanyalah untuk mendapatkan perlindungan serta tempat tinggal yang aman. Dikarenakan perang isis yang melanda tempat mereka. Banyak warga Suriah yang harus kabur dari negaranya dengan menggunakan kapal, tapi tidak semua orang-orang yang menaiki kapal demi meyelamatkan diri selamat. Dan salah satunya Aylan Kurdi yang terdampar di pinggir pantai Turki. Galib, kakak Aylan yang berusia 5 tahun dan ibu mereka Rehanna pun juga meninggal dunia dalam kejadian yang sama. Hanya sang ayah, Abdullah yang berhasil selamat. (sedih banget ketika melihat orang harus lebih berjuang untuk hidupnya, sedangkan banyak dari kita dan termasuk gue, terkadang masih minim  rasa bersyukur -_-.. next!!)

6. Falling Man oleh Richard Drew
 
www.boredpanda.com

Foto ini diambil pada saat tragedi 11 September 2001 atau 9/11 saat dua buah pesawat komersial menghantam menara kembar World Trade Center (WTC) di New York Amerika Serikat, oleh Richard Drew. Munculnya sebuah foto seorang pria yang terjun dari gedung WTC dengan ketinggian puluhan meter, menuai berbagai kontroversi. Beredarnya foto tersebut pun dicap "mengganggu", serta "eksploitatif.". Dari hasil jepretan Richard, diketahui gambar itu terjadi pada pukul 09.41.15 waktu setempat. Korban jatuh dari menara utara World Trade Centre, setelah diyakini terjebak di salah satu lantai. Tragedi memilukan ini membuat banyak orang yang terjebak di dalam gedung, dituntut untuk menghadapi kematian mereka.  Terjebak tak bisa ke mana-mana, Karena memang gedung ini sangat tinggi, jadi  tidak semua orang bisa lari melewati tangga untuk menyelamatkan diri.  Mungkin Satu-satunya cara untuk melarikan diri adalah dengan melompat dari gedung. Seperti salah satu korban yang tercapture oleh Richard Drew ini. (apa yang dirasa fotografernya ya, ketika nge shoot orang yang sedang menjemput ajalnya? T_T)

7. Fire Escape Colapse oleh Stanley Forman
 
www.boredpanda.com

Di tahun 1975 di Boston Massachusetts, terdapat sebuah gedung yang terbakar, dan fotografer Stanley Forman mengabadikan proses kedua anak yang bernama  Tyara Jones yang berusia 2 tahun dan Diana Bryant 19 tahun  untuk meloloskan diri dari kobaran api dengan cara melompat. Dikarenakan kecelakan ini Dyana Bryant terjatuh di atas tanah, sehingga tidak tertolong, Dyana Bryan pun menjadi landasan bagi Tyara Jones yang berumur 2 tahun, yang pada akhirnya selamat. Foto ini pun menjadi salah satu foto yang mendapatkan penghargaan Pulitzer juga, walaupun banyak pro dan kontra dikarenakan kelayakan foto tersebut pantas atau tidaknya untuk dibagikan  khalayak luas.

8. Albino di Biafra oleh Don Mcculin
 
www.boredpanda.com

Fotografer yang mengambil gambar dengan suasana menyayat hati dan menyentak nurani selanjutnya ini bernama Don Mcculin, pada tahun 1969 di Biafra.  Negara Afrika barat kecil yang memisahkan diri dari Nigeria Selatan, dan berhasil direbut kembali kurang lebih tiga tahun kemudian. Sebagian besar dunia sudah mengetahui bagaimana perjuangan singkat itu dilalui dengan sebuah penderitaan kelaparan dan penyakit massal yang diderita masyarakat setempat sehingga menelan korban hingga jutaan orang. Terlihat di foto tersebut terdapat anak albino dengan usia kisaran 9 tahun sedang menggenggam makanan kaleng yang sudah kosong, terlihat sang anak albino tersebut mengalami kekurangan gizi dan terjangkit kelaparan. Pun, begitu juga dengan anak dibelakangnya. Sebagai yatim piatu yang kelaparan memang menyedihkan, tetapi Tidak ada yang paling menyedihkan ketika menjadi albino yatim piatu di Biafra yang kelaparan, karena diantara rekannya ia masih menjadi objek pengucilan, ejekan serta hinaan. (Huaaaa T_T)

9. The Terror of War oleh Nick Ut tahun 1972.

100photos.time.com/Nick Ut

Karya dari fotografer Nick Ut ini bisa menjelaskan bahwa betapa mengerikannya perang Vietnam pada tahun 1972 kala itu, foto ini merekam momen ketika anak-anak termasuk seorang anak bernama Kim Phuc berusia 9 tahun dalam kondisi telanjang  melarikan diri dengan rasa ketakutan juga kesakitan teramat sangat karena terkena serangan bom napalm. Pakaian gadis kecil itu hangus terbakar akibat panasnya bom napalm yang menimpanya. Kim Phuc pun masih ingat betul rasa panas hebat dan sakit yang luar biasa akibat ledakan bom tersebut. Dia menarik pakaian terbakar dari tubuhnya dan berlari sebelum kamera Nick Ut mengabadikan pose telanjangnya. Nick Ut sendiri langsung bergegas menolong sang anak dan langsung dilarikan ke rumah sakit saigon. Kim Phuc pun di vonis tidak bisa terselamatkan, namun setelah 14 hari masa perawatan ia akhirnya diperbolehkan pulang. Dan sampai saat ini, selain menjadi ibu rumah tangga, Kim Phuc juga seorang mentor dan duta perdamaian PBB, dimana dari peristiwa tersebut ia berkeliling dunia untuk menceritakan kisahnya bertahan hidup dan juga meningkatkan kesadaran orang-orang di dunia dalam kebrutalan perang.

10. Korban salah sasaran oleh Chris Hondors

www.boredpanda.com

Iraq 2005. Gadis kecil yang menangis tersedu-sedu itu bernama sammar Hassan, dia menangisi kedua orangtuanya yang meninggal dengan begitu cepat dan tragis. Ya, Sammar dan kedua orang tuanya menjadi korban salah sasaran tentara Amerika. Mereka berada didalam mobil kala itu, sepulang dari tall afar. Seketika mobil mereka diberondong peluru oleh tentara Amerika yang mengira keluarga sammar membawa teroris atau ingin melakukan aksi bunuh diri. Karena kejadian ini Amerika pun sempat dikecam, dan foto yang diambil oleh fotografer Chris hondors ini dengan cepat menyebar ke seluruh dunia. Sang fotografer pun tewas pada tahun 2011 saat perang saudara di Libya (Dengan begitu cepat Sammar Hasan menjadi yatim piatu sekecil itu)

11. Tragedi Omayra Sanchez oleh Frank Fourier


news.bbc.co.uk

Tahun 1985 gunung Nevado del Ruiz di Kolombia meletus. Letusan gunung api ini sendiri telah memakan korban sebanyak 25.000 orang. Salah satunya Omayra Sanchez, gadis berusia 13 tahun menjadi korban dari musibah tersebut. Omayra terjebak di reruntuhan pada bagian bawah rumahnya, karena dari batas leher sampai bagian bawah badannya terjepit, iapun tidak bisa diangkat. Fotografer Frank Fourier mengabadikan momen memilukan tersebut di atas, beberapa jam sebelum Omayra menghembuskan nafas terakhir dikarenakan hipotermia setelah bertahan hidup selama 3 hari. Proses kematian Omayra pun disaksikan oleh jutaan pasang mata di dunia karena disiarkan langsung di televisi. Tragedi ini pun mengungkap kegagalan pemerintah Kolombia dalam menangani kasus korban bencana alam seperti ini. (May her soul rest in peace)

12. Tank Man oleh Charlie Cole 

news.bbc.co.uk

Dunia dihebohkan oleh foto yang diambil oleh fotografer Charlie Cole pada tahun 1989, terlihat pada foto tersebut sang pria dengan gagahnya menghadang tank yang sedang melaju, serta menaiki tank tersebut, kemudian pergi begitu saja. Foto ini menggambarkan sebagai bentuk perlawanan rakyat sipil pada kediktatoran absolut pemerintah komunis China, pasca demonstrasi di Beijing. Untuk mendapatkan foto ini pun sang fotografer Charlie Cole harus mendapatkan perlakuan yang tidak menyenangkan dari dinas rahasia China, Charlie di geledah hingga dihajar sampai 2 kali. Sampai akhirnya dia berhasil menyelundupkan beberapa roll film termasuk foto Tank Man. Yang akhirnya menjadi simbol perlawanan melawan tirani. Majalah Time menyebutnya sebagai The Unknown Rebel dan memasukkannya dalam 100 orang paling berpengaruh di abad ke-20. Sayangnya hingga saat ini tidak ada seorangpun yang mengetahui bagaimana nasib pria tersebut sehabis insiden ini, sebagian lain mengatakan kalau dia telah di eksekusi namun banyak juga yang bilang kalau dia telah berhasil melarikan diri. 

13.Abandoned Baby oleh Jeff Abelin


iconicphotos.org

Tahun 1997, Jeff Abelin mengambil foto ini saat dia berada di Fuyang, China. Ia dan beberapa turis Amerika lain menemukan seorang bayi yang terlahir cacat di tengah hutan, saat mereka hendak mendaki gunung dikawasan itu. Akhirnya mereka pun membawa sang bayi ke rumah sakit terdekat, tetapi, betapa mengejutkannya ketika pihak rumah sakit berkata “seharusnya anda tinggalkan saja dia disana”. Tentu kata-kata itu sangat mengecewakan bagi Jeff, diapun tanpa tidak tahu harus berbuat apa membawa kembali bayi itu ketempat dimana pertama kali ia menemukannya. Karena dihinggapi rasa  iba. Beberapa hari kemudian Jeff pun kembali ke lokasi untuk menjumpai bayi malang tersebut, namun kondisi sang bayi perempuan itu tidak tertolong dikarenakan masalah radang dan komplikasi hati. 
Sekedar informasi, bahwa sejak tahun 1978 di negara tirai bambu ini, sekita hampir 65 juta bayi kembar telah dibunuh dan 1,5 juta bayi perempuan telah dibuang setiap tahunnya. Hal ini disebabkan kasus infanticide yang dilakukan oleh orangtua di China akibat kebijakan ‘satu keluarga satu anak’. Dikarenakan negara RRC yang merupakan negara paling banyak penduduk nya di dunia, mereka pun menganggap program itu dirasa menjadi  jalan keluar, untuk mengatasi masalah kependudukan seperti kemiskinan, kelaparan, kesehatan serta berbagai  masalah sosial lainnya.  Selepas tersebarnya foto tersebut di kancah internasional, pemerintah China dikecam oleh beberapa aktivis  agar menghapus program one couple one child ini. Foto yang diambil Jeff Abelin inipun tidak mendapatkan penghargaan apapun, namun menjadi 100 foto yang menggemparkan dunia.

14. Operation Lion Heart oleh Deanne Fitzmaurice

m.sfgate.com

Lagi-lagi efek perang yang ditimbulkan orang dewasa memakan korban anak-anak yang tak berdosa. Pada saat itu tahun 2005, Saleh Khalaf seorang anak laki-laki berusia 9 tahun  menjadi korban ledakan bom di irak. Saat itu sepulang sekolah, Saleh menemukan sebuah benda yang menyerupai bola di jalan. Nalurinya sebagai seorang anak kecil pun langsung tertarik, dan langsung mengambil benda tersebut untuk dimainkan. Teman Saleh yang lainnya lari sambil berteriak dan menjauh menyadari bahwa itu bukanlah mainan melainkan bom. Beberapa saat Saleh menyadari ia melakukan sebuah kesalahan fatal. Anak malang tersebut pun terluka teramat parah di sekujur tubuhnya. Dari hasil foto tersebut menceritakan tentang perjuangan Saleh Khalaf dalam menjalani berbagai macam lusinan operasi hidup dan mati. Karena jiwanya yang kuat anak tersebut pun dijuluki Lion Heart (si hati singa). Foto tersebut menjadi saksi bisu kebrutalan perang akibat invasi Amerika ke Irak yang didasarkan atas tuduhan palsu kepemilikan senjata pemusnah masal oleh Irak. Foto yang diambil oleh fotografer Deanne Fitzmaurice memenangkan penghargaan Pulitzer pada tahun 2005, dan diberi judul Operation Lion Heart.

Efek Perang selalu meninggalkan bekas luka yang mendalam, ini mengingatkan kepada kita semua bahwa Anak-anak adalah pihak yang paling menderita dari kekejaman peperangan dan hendaknya dunia tetap dalam keadaan damai. Dari kejadian diatas apa yang bisa kalian ambil guys? Alangkah beruntungnya kita tinggal ditempat yang nyaman, orangtua yang sayang dan selalu siap memberi perhatian kapan pun,  sampai hidup di negara yang sudah merdeka sehingga tidak perlu merasakan situasi perang atau ikut andil dalam perang itu sendiri. Jadi apakah kalian sudah bersyukur?? Nah, dari sekian banyak foto mungkin hanya ini yang bisa gue rangkum untuk kalian semua. Semoga kita  menjadi pribadi yang lebih baik. Kalau ada kesalahan mohon dimaafkan, dan jika ada kekurangan silahkan ditambahkan. :)
 
*Dikutip dari berbagai sumber
 
 

  • view 65