Hewan hewan yang diprediksi akan punah sebelum tahun 2050

Ren Reina
Karya Ren Reina Kategori Inspiratif
dipublikasikan 06 November 2017
Hewan hewan yang diprediksi akan punah sebelum tahun 2050




Jakarta – Surat kabar Spanyol El Pais menerbitkan sebuah laporan yang menunjukkan daftar hewan yang akan punah pada tahun 2050. “Lebih dari 25 ribu spesies hewan dan tumbuhan menghadapi ancaman kepunahan,” kata surat kabar itu mengutip daftar dari Perhimpunan Internasional untuk Konservasi Alam atau International Union for Conservation of Nature (IUCN).

“Akibat meningkatnya ancaman pencemaran dan berbagai aktivitas manusia, beberapa organisme diperkirakan akan hilang sebelum tahun 2050 jika tidak ada tindakan yang diambil,” lanjut pernyataan itu seperti dikutip Arabi21, Ahad (05/11/2017).

Penyu Anguña terancam punah, dengan hanya tersisa 400 spesies di barat laut Madagaskar. Tapi mereka bukan satu-satunya. Ada banyak jenis kura-kura lain yang terancam punah karena terjatuh ke jaring nelayan, kehilangan habitatnya akibat serbuan manusia atau karena perdagangan ilegal.

Selain itu, badak Jawa juga terancam punah, hanya 50 spesies. Perlu dicatat bahwa spesies yang hidup di Indonesia ini sudah jarang karena banyak yang ditangkap secara ilegal. Tanduk badak diyakini dapat digunukan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan beberapa penyakit.

Trenggiling atau pemakan semut juga hampir terancam punah karena aktivitas perdagangan satwa liar, terutama di Asia dan Afrika. Karena dijual di perkotaan, hanya ada delapan spesies yang berbeda di kedua benua tersebut, dua di antaranya sangat langka dan hampir hilang, yaitu Cina dan Malawi. Diketahui bahwa kulit hewan ini digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk mengobati beberapa penyakit.

Lumba-lumba juga terancam punah, dan hanya ada sedikit spesies di Teluk California, Meksiko. Penurunan jumlah spesies ini disebabkan oleh fenomena penangkapan ikan menggunakan jaring ilegal di dasar laut. Menurut data untuk tahun ini, hanya separuh dari spesies ini yang tersisa, dengan total 60 ekor lumba-lumba pada tahun lalu.

Surat kabar tersebut menunjukkan bahwa salamander Meksiko menghadapi risiko kepunahan karena polusi air. IUCN menunjukkan bahwa hewan itu hanya ada kurang dari 100 spesies.

Di sisi lain, gorilla barat di Sungai Crosse di Afrika hanya ada 300 spesies selain gorila timur. Di benua itu, gorilla ditangkap lalu dijual untuk dipelihara atau dikonsumsi dagingnya. Sementara sebagian dari mereka mati selama dalam perjalanan.

Jumlah mink Eropa juga dilaporkan telah turun setengahnya selama 10 tahun terakhir, dan sejak 2011 telah menjadi hewan langka karena hilangnya penduduk asli. Di sisi lain, tuna sirip biru selatan, yang tinggal di Atlantik, India dan Pasifik, termasuk dalam daftar spesies yang terancam punah karena penangkapan tak terkendali.

Menurut surat kabar tersebut, lemur, yang tinggal di Madagaskar, telah diklasifikasikan sebagai spesies yang terancam punah sejak 2008, dimana telah menurun 80 persen dalam waktu kurang dari 30 tahun karena penebangan pohon bambu dan penghancuran habitat mereka.

Dalam konteks terkait, iguana Jamaica termasuk di antara spesies yang terancam punah, dengan populasi hanya 200 spesies, yang terus menurun karena habitat aslinya dirusak.

 

  • view 21