Vairagya, Gerakan Yoga Pengontrol Diri

Regina Pamungkas
Karya Regina Pamungkas Kategori Renungan
dipublikasikan 04 Januari 2017
Vairagya, Gerakan Yoga Pengontrol Diri

Di dalam olahraga Yoga, Vairagya berarti melepaskan dan menerima. Makna lebih dalamnya, jangan memaksakan kehendak untuk mengontrol segala hal. Namun terkadang kita hanyalah manusia biasa yang ketika sesuatu berjalan tidak sesuai dengan rencana, kita menjadi kesal bahkan marah. Benci dengan cara semesta bekerja. Percaya bahwa ada konspirasi dengan sistem yang hebat yang bahkan kita sendiripun tidak menyadari keeksistensiannya. Segala hal yang disuguhi oleh semesta, terdengar salah di telinga. Saya paham betul bahwa kita akan menjadi lebih bijak jika melakukan hal yang kita butuhkan dibanding hal yang kita inginkan. Akan tetapi bisakah kita pungkiri bahwa sesekali kitapun punya hasrat yang harus dipenuhi?

Pertanyaannya adalah, kita ingin menjadi manusia yang benar atau bahagia? Kebahagiaan mungkin terdengar klise bagi sebagian orang, namun setiap orang pasti ingin merasakan kebahagiaan. Sungguh manusia rakus. Apa sih salahnya dengan sedikit kesedihan? Air mata? Luka? Pengkhianatan?

Terdengar munafik, ya? Siapa juga yang ingin hidupnya dihiasi dengan hal-hal berbau kegalauan tadi. Tapi satu hal penting tentang itu semua adalah emosi negatif tadi tidak akan menyakiti jika kita tidak mengizinkannya untuk menyakiti. Kita tidak bisa memilih siapa yang akan menyakiti kita hari ini atau esok hari, tapi kita masih punya pilihan untuk menyikapi ketika ia benar terjadi. Jika memang dirasa terlalu sakit, tinggalkan saja, sesederhana itu. Kamu bukanlah Claire Bennet, seorang pemandu sorak di filem serial Heroes (2006-2010) yang bisa menyembuhkan dirinya sendiri. (https://www.youtube.com/watch?v=MCfjPkkObWQ)

  • view 180