Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Lainnya 8 Juli 2018   01:14 WIB
Kepada Hati Bersabarlah

Halo selamat malam,

Sebenarnya aku sudah berjanji kepada hati untuk tidak terlalu berharap. Tak apa hanya sekedar mengagumi. Aku sudah janji soal itu. Tapi sayang, aku melanggar janji itu. Ada rasa ingin memiliki. Namun hati tak sampai. Tak akan pernah sampai untuk meraihmu. Yang semakin jauh dalam angan. Yang semakin hilang dalam angan. Yang hanya menetap dalam dunia-dunia imajiku. Hey kenapa?. Rasanya masih sama seperti biasanya, mengagumi dalam diam hanya membuatku sesak. Huh.

Maaf hati.
Andai kamu bisa berkata, mungkin kamu akan protes "sudahlah, aku lelah. Untuk apa sih. Gak capek?" Huh.
Maaf.
Sekali lagi maaf. Aku tak bermaksud untuk melanggar janji. Tapi, aku pun tak mengerti sampai-sampai terbesit dalam pikiran keinginan untuk memiliki. Sesak sekali. Hahaha.
Aku yakin kau akan menertawaiku. Itu sebuah konsekuensi. Sakit bukan?

Kau pikir mengagumi dalam diam itu tidak sesak ha?
Diam diam diam.
Kau tak bisa berbuat apa-apa. Sampai-sampai berkali-kali mengetik dikolom chat, tapi kamu tak sanggup untuk mengirim? Hahaha. Bukannya dulu, kamu ingin bisa kenal dengannya?
Sekarang harapanmu itu terwujud bukan? Selanjutnya apa?

Entahlah. Rrrgghhhh!!!
Aku tak mengerti. Dan tak pernah mengerti. Jujur aku sangat bersyukur akhirnya aku bisa kenal dengan dirinya. Walaupun aku tak tahu mungkin dia sedikit risih atau malah illfeel?
Aku justru malah takut jika hal itu terjadi. Ah semoga tidak. Jangan sampai.

Aku selalu berdoa dengan harap doaku dijabah Allah SWT. Aku selalu berdoa semoga kita bisa berteman baik. Sampai kapanpun. Walaupun, berharap agar kamu tahu apa yang aku rasa, itu sedikit mustahil. Sudahlah sudah. Aku tak ingin menerima kenyatan pahit. Kalau nanti dia tahu apa yang aku rasa, kalau pada akhirnya dia tidak menyukaiku malah membuatku semakin lara.

Kau masih ingat dulu? Saat kau suka dengan seseorang. Namun suatu saat entah kenapa dia tahu soal rasamu itu. Apa yang terjadi? Dia tak menyukaimu balik kan?

Jangan sampai hal itu terjadi lagi. Biarkan mengalir apa adanya. Tetaplah seperti itu. Tak apa jika kau sanggup hanya sekedar mengagumi dalam diam. Walaupun kau harus menanggung risikonya. Kau tahu kan?
Sesak di dalam dada.
Sesak sekali.

Sudah ya.
Kalaupun dia memang untukmu. Dia akan datang untukmu di waktu yang tepat. Percayalah.
Kalaupun bukan. Bersabarlah. Nanti akan ada seseorang yang benar-benar menyayangimu dengan tulus.
Dan datang di waktu yang tepat.

Selamat malam.
Jangan tidur terlalu larut.
Jiwa dan ragamu juga perlu beristirahat.
Sebelum tidur jangan lupa berdoa. Dan maafkan apa yang terjadi di hari ini, dan hari sebelum-sebelumnya. Semoga kamu menjadi pribadi yang pemaaf, kuat dan tangguh. Kuat secara batin, maupun fisik.

Sekali lagi, aku mohon.
Kepada hati, Bersabarlah. Bersabarlah. Bersabarlah. Aku yakin kamu kuat. Bersabarlah sedikit lagi, semoga dia yang kamu harap akan datang disaat yang tepat. Semoga. Teruslah berdoa. Karena tidak ada doa yang sia-sia bukan?

Bersabarlah sedikit lagi.

Namun, seandainya dia memang bukan untukmu. Jangan sedih. Janji ya. Semoga kamu tetap bisa berteman baik dengannya. Sampai kapanpun. Aamiin.

Sudah ya.
Ini sudah larut malam.
Selamat tidur.

Yogyakarta, 8 Juli 2018
Refa Asih Rismayanti

Karya : Refa Asih Rismayanti