Menarilah Jemariku

Reesi Wulandari
Karya Reesi Wulandari Kategori Inspiratif
dipublikasikan 13 Mei 2016
Menarilah Jemariku

Sudah lama tak menari di atas tombol keyboard, sudah lama tak mendalami imajinasi, sudah lama tak mengukir sejarah. Hmmm rasanya amat sangat lama. Hari ini ku ingin ukir sedikit sejarah, dimana aku duduk didepan komputer sederhana yang ku punya. Apa yang ingin ku ketik? Apa topik yang ingin kubuat? Inilah pertanyaan dimana aku ingin menjadi seorang pengukir sejarah. Mungkin tak semahir Khairil Anwar dalam berpuisi, atau sehebat Fhad Pahdepi dalam menulis buku. Hanya saja ingin membuat sesuatu yang indah dalam hidup. Membuat mereka tersenyum walau sedang berduka, membuat mereka menitikkan air mata walau sedang bahagia.

Tak banyak tulisan yang aku buat di blogku. Mereka menceritakan aku, dia, mereka dan kalian. Orang-orang yang setia jadi sorotan mataku yang tajam. Tapi tak setajam Silet..."bernada ala Mbak Feni Rose". Terkadang menulis membuat aku lebih lega, mencurahkan sejarah yang terpendam dalam diri.

Sebenarnya tak penah terlintas punya keinginan untuk menulis, karena gambaran di waktu kecil, menulis dengan tulisan yang acak adul tak kan ada yang mau membacanya. Ternyata zaman sudah berubah, dengan bantuan Mr. Charles Babbage (Penemu Komputer) kita lebih mudah dalam berkarya. Temanku  tertawa melihat tulisanku, bukan karena isinya yang lucu atau karena tulisanku yang indah, tapi katanya "Orang sepertiku apa mungkin bisa?" Ejekan atau apalah namanya, tak pernah aku tanggapi, aku bangga dengan apa yang aku lakukan. Hari inipun aku rindu dengan tulisanku. Aku menginginkan tulisan yang menginspirasi semua orang, tanpa mereka melihat siapa aku dikehidupan nyataku. Karena seorang yang ingin menulis, dia yang berimajinasi dan berbagi. Yupz... berbagi... Semua penulis harus berbagi. Jika tidak tak seorangpun yang tau dia penulis atau bukan hahahaha.... Betul tidak?? Ya..ya..ya...ya..

Ada beberapa orang yang mengispirasi bagiku saat pertama membuat Blog #rungesinthekumel dan #wanitapilihan14  itu adalah pertama saat baca blog teman lama yang sangat indah kata-katanya, kalau ngebaca tulisannya pengen baca sampai akhir cerita. Dan itu petama keinginan menulis yang luar biasa. Walau tak banyak yang tahu dan ingin tahu tapi tetap suka dengan yang aku lakukan. Saat lihat aksi seorang ibu cantik "Asma Nadia" berhasil menghipnotis disetiap tulisannya dan seorang ayah muda berbakat "Fhad Pahdepi" yang mengispirasi. Akupun ingin seperti mereka mengukir sejarah dari detik demi detik waktu yang kupunya. Tak perlu besar seperti mereka cukup mengukir sejarah yang ku punya.

Tak banyak yang mengatakan suka dan tak ada juga yang secara terang-terangan mengatakan benci pda tulisannya. Kalau ada berhadapan langsung dengan saya,"dengan nada mengancam"(hihi..sok kuat). Asiknya menulis tak seasik bicara. Buat karakter yang berbeda dengan gaya bicara yang sebenarnya itu menurutku. Tapi ada sudut pandang yang berbeda dari orang-orang yang lebih faham jauh di atas aku. Diibaratkan sebuah bola yang diletakkan di tempat terbuka, walau bulat pasti ada pendapat yang berbeda-beda saat melihat bola tersebut.

Ketika melihat inspirasi.co ternyata masih banyak imajinasi yang melewati batas imajinasiku. Mereka berkarya untuk Anak Bangsa agar suka membaca. Mereka membuat tulisan-tulisan indah dan akupun terperangkap disana. Rasanya luar biasa, diibaratkan pergi ke Pulau Bangka dan menikmati pasir putih pantainya. Semua terasa bagai saudara. Saudara Berbagi. Inilah aku yang sedang merindukan tarian dari jemariku.

  • view 127