Hal-hal Kecil Yang Selalu Kurindukan

Redi Antara
Karya Redi Antara Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 18 April 2017
Hal-hal Kecil Yang Selalu Kurindukan

Saat jarak benar-benar telah memisahkan raga kita, maka jangan biarkan hati kita ikut terpisah. Semakin jauh jarak yang memisahkan kita, maka kita pun harus semakin kuat merekatkan hati kita pada tali cinta yang kita rajut bersama.

Percayalah, suatu hari nanti jarak pun akan tunduk pada kekuatan cinta kita. Aku akan tetap berdiri disini untuk menunggumu kembali kepelukanku.

Setiap pagi, saat aku membuka jendela, aku selalu berharap dapat melihat wajahmu pada semburat mentari pagi. Aku akan menghirup dalam-dalam udara pagi yang berhembus dan merasakan bahwa itu adalah aroma tubuhmu.

Saat kita saling berjauhan, aku selalu saja merindukan semua tentang kita. Yang aku rindu darimu justru hal-hal kecil yang mungkin kamu sendiri menganggapnya sepele. Atau justru kita merindukan hal yang sama.

Ternyata benar, meskipun dengan cara yang sederhana cinta selalu saja membuat kita tetap bahagia. Ada hal-hal sepele yang justru sangat aku rindukan.

Aku merindukan saat kita duduk bersama dipinggiran taman di atas rumput-rumput yang sengaja ditanam . Disana kita akan melempar canda, tertawa lepas seperti dua orang sahabat yang tak pernah kaku. Entah kenapa, saat-saat seperti itu selalu saja ada hal-hal yang bisa kita tertawakan bersama.

Aku merindukan saat-saat kita duduk dibangku taman kota lalu kita sama-sama menyaksikan ada sepasang kekasih yang juga sedang menikmati kebersamaan. Lalu, kamu menatapku dengan senyuman manja. Dan saat aku pura-pura tak menanggapi prilakumu maka dengan seenaknya kamu akan mencubit hidungku yang sedikit pesek ini. Kamu baru akan melepaskan saat aku mulai meronta. Aih,

Aku juga merindukan saat kita sama-sama berjalan kaki menikmati sejuknya udara taman. Kamu akan menanyakan segala sesuatu hal padaku dan aku pun begitu. Sepanjang langkah kita selalu saja ada topic pembicaraan. Namun, saat aku pura-pura acuh terhadap ceritamu, kamu pun menghentikan langkah dan mencoba menatap wajahku sementara aku hanya tersenyum manja. Alhasil, kamu akan menarik-narik kedua pipi tembemku sampai ada rona merah dipipiku.

Selain itu juga aku merindukan kebiasaanmu mengelus-elus kepalaku saat kita duduk bersanding atau saat kita beriringan. Saat seperti itu rasanya aku seolah menjadi orang yang paling bahagia.

Padahal, itu semua adalah hal-hal yang sederhana bagimu, namun bagiku itu adalah perlakuan yang sangat istimewa. Seistimewa kehadiranmu saat ini.

Adakah kamu disana juga merindukan hal-hal yang sederhana seperti itu?

Mungkin, kamu juga merindukan saat-saat kita bersama entah itu duduk menikmati pemandangan taman ataupun berjalan-jalan menikmati udara taman yang asri. Kamu selalu saja melempar candaan yang selalu membuatku tertawa. Akhirnya, satu cubitan mendarat di pinggangmu dan aku baru melepaskannya saat kamu telah memohon-mohon padaku. Adakah kamu merindukan hal-hal seperti itu?

Atau mungkin kamu merindukan saat kita sama-sama menikmati jajanan pinggir jalan. Awalnya, kita saling jaim-jaiman namun setelah itu kita berlomba untuk adu cepat menghabiskan makanan yang ada dihadapan kita. Kamu selalu kalah saat seperti itu. Namun, aku tahu kamu tidak benar-benar kalah. Kamu hanya ingin agar aku bisa bahagia karena dapat mengalahkanmu. Apakah kamu merindukan hal-hal seperti itu saat ini?

 Ah, jarak memang tak pernah mau mengerti pada rindu yang kian memuncak. Rasanya, waktu seolah enggan bergerak saat aku merindukan kehadiranmu.

Namun, satu hal yang selalu menguatkanku bahwa cinta kita akan tetap tumbuh seberapa jauh jarak yang memisahkan kita. Sampai suatu saat nanti jarak pun tunduk pada cinta kita.

Kini, kita sama-sama menyadari bahwa ternyata tak perlu yang glamour untuk menikmati cinta, cukup dengan cara sederhana tapi sangat terasa membekas dihati.

 

***

- 21 Juni 2015-

  • view 64