Cinta Adalah Candu

Redi Antara
Karya Redi Antara Kategori Catatan Harian
dipublikasikan 13 April 2017
Cinta Adalah Candu

Sebelum aku menemukanmu beberapa waktu yang lalu, aku sudah memutuskan untuk menikmati kesendirian dalam jangka waktu yang lama.

Aku sudah bosan untuk terus disakiti. Entah sudah berapa kali satu-satunya hati yang kumilki ini terkoyak karena sesuatu yang dinamakan cinta. aku sudah tidak tega lagi membiarkan satu-satunya hati ini terus-terusan tersakiti. Karena memang rasanya teramat sakit ketika hati ini di kecewakan oleh orang yang dengan sepenuh hati kita perjuangkan.

Aku ingin menyembuhkan sakit hatiku dengan caraku sendiri. Sebab, bukan sekali ini saja aku merasakan sakit hati karena cinta. entah ini sudah ke berapa kalinya aku sendiri sudah tidak ingin mengingatnya lagi karena dengan mengingat itu semua sama saja dengan aku mengingat kebodohanku. Ya, aku yang terlalu bodoh selalu saja membiarkan hati ini terus disakiti berulang kali atau mereka yang menyakitu yang terlalu bodoh dengan meninggalkanku bersimbah luka. Padahal aku selalu tulus memperjuangkan mereka dengan sepenuh hatiku. Mungkin memang mereka terlalu bodoh atau aku yang terlalu bodoh.

Semuanya sama saja, awalnya memang selalu dimulai dengan janji-janji manis untuk setia. Hingga aku benar-benar berani menjatuhkan satu-satunya hati yang kumiliki kedalam lubuk hatinya yang paling dalam. Namun, seiring berjalannya waktu semua janji itu perlahan memudar. Satu per satu janji-janji itu terabaikan tapi aku tetap saja menjatuhkan hatiku padanya dengan alasan cinta. meski berat, aku selalu berjuang agar hatiku tetap bahagia dengan selalu membahagiakannya. Perlahan tapi pasti janji yang pernah terucap pun seolah tak pernah ada. semuanya seolah telah mati terbentur kenyataan bahwa kita tak saling memahami, kita tak bisa berjalan beriringan.

Aku tetap saja menjatuhkan hatiku padanya. Sebab, aku mengira aku masih bisa memperjuangkan semuanya. Namun, keadaan berubah ketika dia memutuskan untuk tidak bersamaku lagi dan memilih bahu yang lain yang bisa dijadikan sandaran.

Sementara aku, aku masih belum siap dengan semua keputusannya. Hatiku telah terlanjur kujatuhkan padanya. Aku kesulitan untuk membangkitkan hatiku dan menyadari bahwa semuanya telah berakhir dengan teragis. Saat itu aku menemukan hatiku dalam keadaan penuh luka.

Untuk itu, aku memutuskan untuk tidak lagi mencari. Aku tidak akan mencitai orang lain untuk beberapa waktu yang akan datang. Aku ingin mengobati luka-luka dihatiku. Meski sahabat-sahabat terdekatku mengatakan bahwa sakit hati hanya bisa disembuhkan dengan jatuh cinta lagi , tapi aku sudah tidak percaya lagi dengan kata-kata itu. Omong kosong itulah yang telah menjerumuskanku ke lubang yang sama beberapa kali. Aku tidak ingin jatuh cinta lagi untuk beberapa waktu yang lama.

Namun, situasinya menjadi berubah setelah aku menemukanmu beberapa waktu yang lalu. Aku selalu memperhatikan semua gerak-gerikmu. Tatap matamu seolah membawa ketenangan pada hatiku. Senyummu seolah menjelma obat yang mujarab untuk luka hatiku. Aku memutuskan untuk meningkari janjiku pada diriku sendiri bahwa aku tidak akan jatuh cinta lagi.

Aku tidak bisa membohongi perasaanku sendiri bahwa aku menyukai semua yang ada padamu. Aku merasa bahwa hadirmu adalah obat untuk semua luka yang menyayat hatiku. Kamu adalah anugerah Tuhan yang sengaja diturunkan untuk mengobati lukaku. Aku percaya itu.

Maka, untuk kesekian kalinya aku berani menjatuhkan hatiku padamu. Harapanku ini adalah yang terakhir kalinya. Aku berharap kamu berbeda dengan yang lain. Aku ingin kamu tetap bersamaku sampai tidak ada yang berani memisahkan kita lagi. Aku percaya keputusanku tidak salah untuk menjatuhkan hatiku padamu karena sejauh ini aku tetap bahagia bersamamu.

Ah, kini aku menemukan pengertian lain tentang cinta. Seberapa sering pun kita terluka karena cinta namun rasanya kita tak bisa hidup tanpa cinta. sakit hati dan jatuh cinta adalah dua mata pisau yang berbeda namun keduanya tak bisa berpisah. Namun, satu hal yang aku yakini bahwa cinta itu semacam candu. Aku ingin tetap jatuh cinta meskipun aku sering merasakan sakit hati karena cinta.

Maka, untukmu yang kini menjadi pelabuhan terakhir hatiku tetaplah berada disampingku!

Tetaplah menjadikanku tempat berbagi dalam suasana apapun!

Dan jangan pernah datang untuk pergi namun tetaplah menetap dihatiku sampai kita lupa jalan untuk pulang. Tetaplah disampingku sampai kita lupa cara untuk pergi. Tetaplah bersamaku sampai kita lupa caranya meninggalkan.

 ***

 

(tulisan ini sudah di unggah di www.catatanrediantara.blogspot.com)

 

  • view 92