Tak sudi ku mengaku kalah, di kala kau belum mengenalku

Red Berry
Karya Red Berry Kategori Kuliner
dipublikasikan 26 April 2017
Tak sudi ku mengaku kalah, di kala kau belum mengenalku

Sesak dada ini saat kau sandingkan aku dengan yang lain!

Di kala waktu, ku berjumpa dengan salah seorang kawan lama, sudah 10 tahun lamanya. Di genggamannya dia memegang segelas kopi, dan menyodorkan segelas minuman hangat beraroma syurrr tsb. Aarrggghhh mana sanggup diriku menolak, mengalir deraslah cerita kita setelah diguyur dahagaku dengan kopi pagi.

"Hebat, sudah jadi boss kau sekarang, punya angkringan kopi sendiri", ujarnya kepadaku. Memang betul saat ini, kami sedang bergerilya memperkenalkan kopi Nusantara kepada kawula muda sudah 8 bulan tak terasa. Sekali lagi kawanku menambahkan, "Tapi kelas kopimu belum seperti S***b***s kan, apa bisa laku".

Petir menusuk dada...

Ingin ku membalas, "Terbalik, justru dia yang koleksi kopi dia yang belum sekaya kopi nusantara yang ada di angkringanku".

Namun walau angkringanku dimatanya adalah kampungan, tradisional, jadoel, dan murahan; ku coba sruput kopi dan berpikir logika, mungkin kawanku ini belum berjodoh untuk mengenal kopi nusantara lebih dalam. 

Mari kita mulai dengan pelajaran mengenal jenis kopi sebelum masuk ke manual brew. Mengenal sejarah kopi, seperti mendengar pelajaran sejarah dari zaman Hindia Belanda. Varian kopi tersebar beberapa varietas di seluruh dunia, untuk di Indonesia..... "SORRY, udah dulu ya, kapan2 kita ngobrol lagi, ku uda ada janji lain sekarang, makasih banget sharingnya, sukses ya untuk angkringan kopinya, nanti ku endorse2 deh bantu teman", closing kawanku cepat.

Sungguh dirimu tidak berjodoh untuk mengenal kopi nusantara, namun kau bangga sekali dengan brand S***b***s di genggamanku ini. Jangan lagi kau sandingkan aku dengannya, sebelum kau mengenalku lebih dalam. 

Bayangkan dunia tanpa aku, si kopi Indonesia! Akankah ada panggilanku, "a cup of Java".

  • view 53