Api yang Padam

Ratri Ayu Navela
Karya Ratri Ayu Navela Kategori Kesusastraan
dipublikasikan 06 Februari 2016
Api yang Padam

??????????? Teeett... teeett... Bel pertanda pulang berbunyi. Seperti biasa, sebelum meninggalkan kelas, Rayna dan teman-teman sekelasnya berdoa. Setiap hari, Rayna pulang sekolah dengan angkutan umum. Biasanya, ia pulang bersama teman-temannya, tetapi karena hari ini ia pulang agak terlambat, maka ia pulang sendiri.

??????????? Setelah menunggu beberapa menit, angkutan kota jurusan rumah Rayna pun datang. Rayna melambaikan tangan. Supir angkutan mengehentikan angkutan yang dikendarainya.

??????????? Di bagian belakang angkutan, masih ada bangku kosong, masih cukup untuk satu orang. Saat Rayna akan duduk di bangku tersebut, seorang anak perempuan, tepatnya seorang remaja yang usianya tak jauh berbeda dengan Rayna berkata pada Rayna, ?mba, duduk depan aja sama aku?. Gadis itu adalah penumpang yang duduk di depan, di samping supir. Sudah merupakan suatu kebiasaan bahwa kursi di samping supir angkutan, diduduki oleh dua penumpang. Rayna pun pindah duduk di depan, di samping gadis yang memanggilnya tadi. Lalu, supir menjalankan angkutannya.

??????????? ?Rumahnya dimana, mba??, tanya sang gadis pada Rayna. ?Di desa Suka Makmur. Mba sendiri tinggal dimana?? Gadis itu tak menjawab pertanyaan. Ia malah mengalihkan pembicaraan dan berkata pada Rayna, ?baru pulang? kok sendirian??. ?Iya, teman-teman udah pulang duluan?. Gadis itu berkata lagi, ?oh ya, kenalin, namaku Ira?. ?Aku Rayna?, jawab Rayna dengan tersenyum. Ia memang anak yang suka tersenyum pada orang lain, walaupun tak banyak bicara.

??????????? Saat angkutan yang dinaiki Rayna akan tiba di terminal Suka Makmur, Ira bertanya, ?Rayna mau turun di mana?? ?Aku turun di terminal, Ra?. ?Oo, berarti kita sama. Dari terminal ke rumah naik apa?? ?Jalan kaki?, seperti biasa, Rayna menjawab dengan singkat seraya tersenyum. Ira berkata, ?Oo, nanti kita jalan bareng ya?. ?Iya?, jawab Rayna sambil mengangguk.

??????????? Setelah sampai di terminal, Rayna dan Ira pun turun. Mereka berjalan bersama. Kebetulan, arah perjalanan mereka sama. Seperti biasa, Ira terlebih dahulu memulai percakapan. ?Kamu kelas berapa, Na?? ?Kelas 10? ?Aku juga masih sekolah, ini seragam sekolahnya di tas?, kata Ira. Ira memang sedang tidak memakai seragam sekolah dan ia membawa tas berwarna ungu. Tetapi Rayna Bingung, Ira berkata bahwa ada seragam sekolah di tasnya, tapi kenapa tas itu seperti tidak berisi. Lalu Rayna berpikir, mungkin seragam sekolah itu dilipat dengan rapi, sehingga tas ungu itu terlihat tidak berisi.

??????????? Ira melanjutkan perkataannya, ?aku juga biasanya pakai kerudung, Na, tapi sekarang lagi ga pakai? ?Kenapa ga pakai? bukannya kita wajib menutup aurat? apalagi ini di luar rumah?, kata Rayna. ?Gak kenapa-kenapa, lagi ga pingin makai aja?. ?Na, tasmu berat ya??, kata Ira. Tas Rayna memang terlihat penuh. Tasnya berisi buku-buku, laptop, dan mukena. Rayna tidak menjawab pertanyaan Ira, ia hanya tersenyum. Ira berkata lagi, ?Tukeran dulu tasnya ga apa-apa, aku bawa tas kamu, kamu bawa tas aku, biar kamu gak keberatan bawanya? ?Gak usah repot-repot, Ra, aku masih kuat kok? ?Gak apa-apa, Na, sini tukeran dulu, nanti kalau sampai di gang depan, kita tukeran lagi? ?Gak usah, Ra?, jawab Rayna.

??????????? Mereka pun terus berjalan di bawah teriknya matahari. Beberapa menit kemudian, Ira meminta kembali kepada Rayna untuk bertukar tas, alasannya ia kasihan melihat Rayna menggendong tas yang berat. Tetapi Rayna tetap tidak mau, ia tidak mau merepotkan orang lain.

??????????? Rayna merasakan getaran yang berasal dari dalam tasnya. Handphonenya bergetar, ada sms. Saat Rayna melepas tas dari gendongannya untuk mengambil handphone, tiba-tiba Ira merebut tas Rayna dengan paksa dan berlari.

??????????? Rayna hendak berteriak minta tolong, tapi saat itu tidak ada siapa pun di sekeliling Rayna. Rayna memutuskan untuk mengejar Ira. Ira terus berlari. Rayna terus mengejar Ira. Setelah bebearapa menit Rayna mengejar Ira, Rayna kelelahan dan ia berhenti sejenak. Tetapi ia malah kehilangan jejak Ira. Perasaannya pun bercampur aduk. Ia sedih karena lapotop di tasnya yang dibawa kabur oleh Ira adalah hasil dari ia menabung selama beberapa tahun, bahkan ia pernah berjualan barang-barang kerajianannya demi mendapatkan uang untuk membeli laptop. Walaupun Rayna pernah berjualan, tetapi ia sebenarnya tidak berasal dari keluarga yang kurang mampu, ia hanya berlatih untuk hidup mandiri. Selain sedih, ia pun kecewa, bahkan ia merasakan bagaikan ada api kemarahan yang berkobar dalam hatinya, karena Ira yang terlihat ramah, ternyata hanya berpura-pura baik dengan menawarkan Rayna untuk membawakan tas Rayna yang berat.

??????????? Rayna memutuskan untuk pulang. Tetapi, setelah melihat di sekelilingnya, ternyata ia belum pernah datang ke tempat itu. Tempat itu jauh dari jalan raya, bahkan jauh dari pemukiman warga. Ia pun tidak tahu arah jalan pulang. Rayna bingung, ia tak bisa menghubungi orang tuanya karena handphone yang ada di tasnya tadi, belum sempat ia ambil. Lalu, ia berjalan mencari orang yang mungkin bisa menunjukkan arah jalan ke rumahnya. Setelah berjalan beberapa menit, ia melihat sebuah rumah kecil yang dindingnya hanya terbuat dari kayu, bahkan kayu-kayu itu sudah mulai rapuh. Mungkin bangunan itu lebih tepat disebut gubug.

??????????? ?Tok... tok... tok...? Rayna mengetuk pintu rumah tersebut. Jika ada orang, ia akan bertanya di daerah manakah ia sekarang dan meminta untuk diberitahu arah menuju jalan raya agar ia dapat segera pulang ke rumah. Kemudian, seorang gadis membukakan pintu. Rayna terkejut, ternyata gadis itu adalah Ira, orang yang merebut tasnya tadi. Setelah melihat ternyata tamunya adalah Rayna, Ira mencoba berlari ke dalam rumahnya. ?Tunggu, Ra?, kata Rayna sambil memegang tangan Ira. ?Rayna, maafin aku, jangan laporin aku ke polisi.? ?Kenapa kamu tega mengambil barang yang bukan milikmu, Ra?? ?Maafin aku, Na, aku bingung harus mendapatkan uang dari mana. Ayahku udah meninggal, ibuku mengalami gangguan jiwa dan sekarang udah ga tau dimana, sementara adikku menderita sakit parah. Tolong, Na, jangan laporin aku ke polisi.? Rayna merasa kasihan dengan kondisi keluarga Ira, tetapi ia juga kecewa karena merasa tertipu oleh kepura-puraan Ira. Ia bingung apa yang harus ia lakukan, apakah melaporkan Ira ke polisi atau membiarkannya.

??????????? Akhirnya Rayna pun berusaha memadamkan api kemarahan yang ada dalam hatinya dan ia berkata ?Ra, aku ga laporin kamu ke polisi, asalkan kamu gak ngulangin perbuatanmu lagi. Mencuri itu tidak baik. Harta hasil mencuri itu tidak halal. Apa kamu kamu mau memberi makan adikmu dengan uang haram?? Rayna memaafkan Ira. Ia berusaha untuk menghilangkan kemarahannya pada Ira, karena ia tahu bahwa memaafkan adalah perbuatan yang sangat mulia. Ira menjawab, ?tapi, mau dapat uang dari mana? Mau cari kerja susah, aku SD aja aku cuma sampai kelas 4.?

?Aku mengerti keadaanmu, Ra. Tapi, dengan keadaanmu yang seperti ini jangan sampai membuatmu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan uang.? Ira terdiam. Rayna melanjutkan perkataannya, ?kalau gak salah, toko kerudung Kreasi Muslimah sedang membutuhkan karyawan. Kemarin aku lewat toko itu, terus di sana ada tulisan bahwa toko itu lagi butuh karyawan. Syaratnya cuma sehat jasmani, rohani, dan jujur. Coba kamu daftar aja.? ?Makasih ya, Na, kamu udah maafin dan mengingatkan aku. Aku gak akan mencuri lagi. Insya Allah besok aku daftar ke toko Kreasi Muslimah, siapa tau diterima. Sekali lagi makasih ya.? ?Sama-sama, Ra?, jawab Rayna seraya tersenyum.

  • view 281