Ning Tyas

Ning Tyas

Rasull Abidin
Karya Rasull Abidin Kategori Project
dipublikasikan 19 Desember 2017
Antologi12

Antologi12


Catatan kembang sepatu

Kategori Puisi

737 Hak Cipta Terlindungi
Ning Tyas

Empat gelas kopi panas sudah siap

Sedap aromanya berebut keluar,

Menerobos hidung kumpulan lelaki setengah tua,

Serasa puncak kebahagian akan datang ,

Seiring seruputan aroma kopi menjalari kerongkongan

 

Meski tanganya tak segesit dulu

Jemarinya tak lentik lagi, tapi racikan kopinya 

Tak berubah di makan jaman...

 

*****

 

Ning tyas.....

Kejam kehidupan telah merampas lelakimu

Setelah timah serdadu membubarkan gejolak massa 

Demo imbalan dua karung beras telah menutup akhir asmara

Memaksa memenjarakan kisah kasih di lipatan waktu...

Meski kadang kerap keluar lewat mimpi saat malam makin meninggi

 

Ning tyas...

Asmaramu kandas tak berbekas ...

Lantaran hukum tak menghendaki kau duduk dimeja keadilan

Jeritan-jeritanmu di tulis dengan pensil 

Lalu di hapus dan di edit sesuai keadaan

 

Duuhhh...ning tyas,

Selembar cerita masa silam kau selipkan di saku baju...

Tercabik-cabik dan di dera himpitan kehidupan

Maka sungai air mata surut mengering begitu saja

Hingga lembaran itu kini buram tak terbaca...

 

******

 

Kembang sepatu telah usai merekah,

Paras kecantikanmu menyulap banyak lelaki bersaing memikatmu

Tapi itu dulu....

Saat aku masih kau gendong kesana kemari 

Saat aku masih kau suapi dengan lentik jemarimu...

 

Ning tyas....

Sudut jalan banyak kumbang beterbangan

Masih membuat jaring dan melepas panah asmara

Rayuannya biru seluas samudera yang membentang...

Tatapannya teduh seteduh awan yang berjalan,

Suaranya merdu bak nyanyian  berkumandang...

 

Ning tyas...

Betapa engkau tegar,

Membangun dinding penjara hatimu sekuat baja...

Memaksa gejolak asmara tak berdaya

Dan kau kubur rindumu bersamanya...

Sungguh luar biasa.

 

Ning tyas...

Anggun wajahmu telah meredupkan lembayung senja

Namun itu telah berakhir....

Gemetar tangan dan keriput wajah perlahan akan menyusul

Lelakimu yang telah sabar menunggu...

 

Manokwari, 27.08.2017

  • view 116