Lupa Jalan Pulang

Rasull Abidin
Karya Rasull Abidin Kategori Project
dipublikasikan 18 Desember 2017
Antologi12

Antologi12


Catatan kembang sepatu

Kategori Puisi

593 Hak Cipta Terlindungi
Lupa Jalan Pulang

Kita tersesat dalam pembangunan,

Karna pandangan mata, 

Tertutup jaring labalaba

Kita menghitung satu-satu kerikil,

Kita pandang terminal,

Kita melihat gedung-gedung dalam kota

Apakah rel kereta ?

Apakah jalan raya, dan persimpangan

 

Wajah kanak-kanak, melekat di stasiun

Potret zaman di baliho-baliho kota semarak

Telah banyak begundal merampok jalan

Lalu mereka lupa, kemana arah jalan pulang

 

Kita tersesat, dalam pergulatan

Kita sebal memandang kehidupan

Lalu kita santai,

Kita tendang batu-batu dijalanan,

Dan kita lari ke dalam puisi mabuk

Dalam mabuk kita memandang darah

Menjadi pencerah bagi kita, pengangguran

Pengangguran yang tak punya identitas,

Kita adalah angkatan yang berbahaya

 

Kita angkatan takabur dalam pembangunan,

Angkatan takabur melahirkan raja-raja gagap

Lalu mereka ciptakan suatu birokrasi,

Birokrasi semakin semena-mena,

Bagai benalu yang menempel dalam dahan

 

Kita memandang kabur pembangunan

Pengaburan menjelma peng-iya-an

Dan mereka lupa, kemana arah keadilan

 

Dalam warung kaki lima, kita duduk merokok

Kita bertanya :

Lalu apakah rel kereta,

Apakah jalan raya menjadi arah pulang ?

"........: berdoa,"

 

 

Makassar, 01 November 2017

  • view 138