Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Puisi 17 Desember 2017   00:39 WIB
Sajak Anak Harimau

 
Dua anak Harimau kelaparan,
Ibunya yang ditunggu tak kunjung datang
Anak yang besar menghibur yang kecil,
Tunggulah,
Sebelum senja ibu kita akan datang
 
Anak yang besar gelisah,
Karna bulan purnama duduk diatas sarang mereka
Adiknya terlelap dalam mimpi,
Dan berkali igauan adiknya mendegupkan matanya
Kemana ibu pergi ?
Dalam bisik hatinya, lambungnya berderit
Sudah sehari tak ada tetes air susu ibu,
Dahaga mencekik tubuhnya tak berdaya
 
Remang malam, dalam perkampungan
Cahaya bulan yang terang
Menyinari belukar-belukar hutan
Rimba kehilangan satwa, 
Pohon-pohon menjelma bungkil akar
Ibu harimau yang lapar,
Terpaksa masuk perkampungan
Ia tahu bahaya mengancam,
Karna manusia musuh yang kejam,
Tapi anak-anaknya yang lemah,
Haruslah hidup seribu tahun lagi
 
Ia mengendap
Satu ekor kambing ia curi di kandang besar,
Keributan menjelma malapetaka,
Harimau kumbang di buru penduduk rame-rame
Lantaran terkepung,
Lalu mereka mengadili tanpa ampun
Ibu harimau terkapar,
Menjelang subuh ibu harimau dibakar
Dan berita yang gempar tersebar menjelang siang
 
Anak-anak harimau yang lapar keluar sarang,
Kaki-kaki kecilnya rapuh, terhuyung-huyung
Matanya yang masih terpejam membentur belukar
Mulut mungilnya tak henti memanggil
Namun hanya reranting di desah angin
 
Tengah hari, pancaran matahari menerobos celah daunan
Anak-anak harimau masuk perkampungan,
Penduduk datang berkerumun menghunus senjata
Anak-anak harimau kebingungan,
Langkahnya yang lemah diserampang parang
Orang-orang yang marah lalu menjerat lehernya
Anak-anak harimau tak berdaya,
Menjelang sore anak harimau dikubur bersama ibunya
 
 
Laut seram, 29 Oktober 2017
Rasull abidin

Karya : Rasull Abidin