Luruskan kembali Niatmu

Rani Maulina
Karya Rani Maulina Kategori Motivasi
dipublikasikan 09 Maret 2016
Luruskan kembali Niatmu

Luruskan lagi niatmu ????

?

Ya, terkadang dalam perjalanan menanti ada saat niat terselubung bersembunyi di belakang nurani kita. Entah niat untuk sekedar kabur dari rumah, entah karena sudah merasa lelah dalam kesendirian, entah karena bosan dengan olokan-olokan jomblo yang tak kunjung usai, atau sekedar ingin pamer kemesraan bersama kekasih halal. Tak jarang niat-niat tersembunyi yang kita simpan dibalik kata "menikah untuk ibadah" itu memang ada. Hanya saja kita terlalu asing pada diri sendiri, sehingga tak cukup bijak untuk mengenali diri kita beserta keinginan-keinginanya.

Terkadang hati ini dilanda kelelahan dalam masa-masa penantian. Lelah dengan kesendirian. Lelah dengan sejumput tanya yang terus menyeruak dari dalam dada. Kapan? Siapa? Bagaimana caranya berjumpa? Dimana kelak kan berjumpa? Dan lain sebagainya. Semua seolah tak kunjung usai. Namun pernikahan yang diharapkan tak kunjung datang.

semua perasaan pun bercampur menjadi satu. Resah, gelisah, was-was, bahkan mungkin ketakutan itu ada. Belum lagi sisa trauma masa lalu yang masih membekas dalam hati, membuat hidup terasa lebih gelap. Semua misteri masa depan pun semakin tebal tertutup oleh selaput prasangka tanpa sebab yang muncul dari dalam diri kita. Adakah takdir akan berbaik hati memihak pada diri ini? Entah. Hanya waktu yang bisa menjawabnya.

Sebenarnya dalam masa-masa yang tidak kita tahu harus berbuat apa pilihan itu masih tetap ada. Pilihan untuk menerima dengan baik skenario pemberian-Nya. Pilihan untuk menerima dengan ikhlas masa kesendirian kita. Pilihan untuk ridha pada takdir yang saat ini sedang kita jalani. Pilihan untuk tetap berdamai dengan diri kita sendiri meski harapan belum sejalan dengan kenyataan.

?.... Fashbir Shabran Jamiila.
?Bersabarlah engkau dengan kesabaran yang baik? ?

Masih ada sabar yang bisa kita lakukan untuk menemani saat-saat sendiri. Masih ada Ikhlas dan lapang dada yang bisa kita usahakan untuk hati kita sendiri. Masih ada tawakal yang senantiasa menemani.

Mungkin... tertundanya waktu pengabulan doamu adalah alasan untukmu meluruskan kembali niat menikahmu.
Mungkin... belum hadirnya sang pendamping impian adalah karena Allah masih ingin melihat usaha terbaikmu dalam merayu-Nya.
Mungkin... dengan tertundanya impian itu justru akan menyelamatkanmu dari pernikahan yang tak berkah.
Mungkin... dengan kesendirianmu Allah sedang ingin memantaskan engkau mendapat kado lebih baik dan indah di kemudian hari.

Karena Allah selalu tahu apa yang tidak kita tahu..

Mari memantaskan diri dan meluruskan niat, juga tetap ada dalam kondisi kesadaran, bahwa tujuan hidup ini adalah untuk meraih Ridho-Nya. Dan pernikahan bukanlah tujuan utama melainkan salah satu wasilah dalam perjalanan meraih Keridhaan Sang Maha.

Bandung, 9 Maret 2016
Rani Maulina

  • view 157