Jadi Researcher Assistant

Rana Ida Sugatri
Karya Rana Ida Sugatri Kategori Motivasi
dipublikasikan 19 Juli 2017
Jadi Researcher Assistant

Hi, guys!

Udah lama gue gak nulis, haha lebih tepatnya gak curhat. Kali ini gue mau cerita tentang 'Jadi Researcher Assistant'.

Dua tahun yang lalu, Ramadhan 1435 Hijriah, saat gue lagi hactic dengan urusan skripsweet, gue pernah berdoa ke Allah (waktu menjelang berbuka, plus lembur, weekend pula, alone), "Ya Allah, semoga suatu saat nanti aku bisa bekerja di sini (LIPI), aamiin" sambil lihat perpaduan langit dan awan yang mulai meng-orange.

Kun fayakun! Tanpa gue duga, disaat gue udah tiga bulan bekerja disatu yayasan penelitian yang punya banyak start-up, gue ditawari untuk jadi Researcher Assistant (RA) di LIPI, especially Research Unit of Clean Technology. Kalau dihitung dari segi income, jelas, gaji di yayasan itu lebih besar, tapi kalau dilihat dari sudut kacamata gue pada saat itu hingga saat ini, in syaa Allah bekerja di sini (LIPI) is better for me.

Satu, pihak yang nawarin gue jadi RA adalah pembimbing skripsweet gue. Dua, gue pernah bermimpi untuk bekerja di sana sbg peneliti (sampai skg pun masih bermimpi). Tiga, tawaran pembimbing gue pada saat itu menggiurkan untuk fresh graduate kayak gue: pembuatan prototipe, paper, dan drafting paten. Empat, riset yang gue kerjain di yayasan itu udh selesai (tinggal tahap scale-up aja, komersialisasi) plus jadi pelaksana disatu proyek yang lolos pendanaan. Lima, karena proyek itu adalah kerjasama antar berbagai lembaga jadi kalau gue ambil tawaran di LIPI, gue masih bisa ngerjain proyek itu. Clear. Enam, 'Ya Allah, aku ingin jadi peneliti dan dosen. Kontributor paper dan paten demi kemajuan IPTEK. Kontributor yang bisa melahirkan ilmuwan-ilmuwan yg berkualitas, aamiin'. Gimana caranya? Gue serahin ke Allah. Tugas gue sekarang adalah berdoa dan berusaha.

Itulah sedikit cerita ttg 'kenapa gue memilih jadi RA' yang pada akhirnya gue curhat di sini.

Jauh sebelum itu terjadi, semua berawal dari kegalauan gue yang akan naik ke semester tujuh.

Gini, waktu liburan semester genap (tiga bulan) dan mau naik semester tujuh, temen-temen gue udah dapet pembimbing skripsi. Nah gue? Belum aja. Mau ngerjain proyek dosen di kampus, ah, gue sedikit gengsi (wkwkwk), gue ingin sesuatu yg berbeda, ditambah satu dosen favorit yg gue incer (dosen organik) pasti udah penuh. Banyak idolanya sih. Alhasil, gue tanya temen-temen gue, 'ada gak peneliti LIPI yg butuh mahasiswa'. Jawaban paling ngenes, "Gak ada, ukh". Jawaban dahsyat, "Nanti aku tanyain lagi ya". Jawaban super dahsyat, "Ukh, kata Teh Dita, peneliti di sini butuh dua org mahasiswa".

Alhamdulillah, ternyata mimpi gue disemester lima, Allah kabulkan. Lho, kok?

Ya, temen-temen. Waktu semester lima, ada mata kuliah Kerja Praktik (KP). Temen-temen gue, KP di lembaga riset gitu. Gue ingin, tapi alhamdulillah pada saat itu gue dapet di BUMD. Ya, gitu deh. Kerja jadi analis kimia di sana, semua udah ada SOP. Selama kurang lebih satu bulan, gue ngerjain hal yang sama in every day. Gue rasa, gue butuh yang lebih dinamis dibandingkan ini. Alhasil, gue pernah berdoa ke Allah (disamping masjid, bareng temen-temen yang cerita ttg KP-nya di LIPI), "Ya Allah, ingin deh bisa penelitian di LIPI". Udah gitu aja doanya.

Panjang cerita, gue direkomendasiin oleh kakak tingkat gue ke pembimbing sekaligus peneliti di sana. Satu pekan kemudian, gue ketemu beliau (peneliti dan pembimbing gue sampai skg), diskusi ttg konsep dan rencana riset kedepan.

Ada hal menarik yg terjadi di pertemuan pertama, mungkin nanti gue ceritain ya.

Satu bulan gue studi literatur, bolak-balik untuk diskusi metode. Sampling ke Cirebon. Mulai riset. Lulus. Magang di yayasan yang udah gue sebut di atas. Jadi RA daaan masih banyak yang ingin gue ceritain. Nanti gue coba buat per-sesi ya, hehe (sok penting ya gue).

Hehe,

Karena menurut gue, semua itu menarik, guys! Gue belajar banyak tentang sabar dan ikhlas dari semua ini.

Daaan gue berharap tulisan gue ini bermanfaat. Kalian bisa ambil hikmahnya, terutama tentang Allah Yang Maha Baik dan selalu memberikan yang terbaik untuk hamba-hambaNya. Gue emang bukan siapa-siapa, tapi gue ingin jadi sesuatu. Gak harus nunggu sukses dulu baru nulis, kan? 

So, tunggu tulisan gue selanjutnya ya!

Cimahi, 19 Juli 2017

-Sebuah kehormatan bagi gue bisa hadir di Rapat Kerja Implementatif Loka Penelitian Teknologi Bersih, LIPI, yang diselenggarakan hari ini (LPTB baru didirikan di tahun 2016 dan tahun ini adalah raker pertama). Sebuah penghargaan bagi gue, gue diperkenalkan di depan civitas LPTB sebagai RA. Sebuah keberuntungan bagi gue bisa menyaksikan tandatangan perjanjian kerjasama antara LPTB - Univ. NU Indonesia - PT. Agronesia.

Salam,
Rana :)

  • view 61