Tulisan Foto Grafis Video Audio Project
Kategori Catatan Harian 23 Juni 2017   20:52 WIB
Cita-Cita Gue

Kayaknya malam ini gue lagi sesuatu deh. Biasanya gue tulis cita-cita gue di satu atau beberapa lembar kertas. Tau deh, sekarang rasanya gue ingin nulis di laman ini. Aduh sorry ya, gue gak ada maksud apapun kok. Cuma mau curhat aja, udah. Moga-moga kalian yang baca bisa turut doain gue. Bisa jadi, kalian lah yang jadi jalan terkabulnya doa. Siapa tau, kan? Wirda Mansur, Dewi Nur Aisyah, dan yang lain-lain juga bilang, kok, kalau Allah pasti ngabulin doa kita. Entah itu dikabulkan secara langsung, ditunda, atau digantikan dengan yang lebih baik. Hal yang pasti adalah jangan takut berdoa pada Allah.

Gini, sejak gue kagum sama Pak Habibie, cita-cita gue cuma satu: ingin jadi ilmuwan muslim yang bermanfaat bagi kehidupan umat. Ditambah, gue ingin mengabdi jadi dosen biar ilmu pengetahuan yang gue punya terus mengalir. Jadi amal jariah.

Kenapa sih gue ingin jadi ilmuwan?

Pak Habibie itu keren, bisa menemukan sesuatu. Ingat, bukan menciptakan ya tapi menemukan. Allah yang ciptain segala sesuatu dan kitalah yang menemukan. Dan gue, ingin jadi sesuatu yang keren menurut gue. Haha...

Sejak skripsi, September 2015 lalu, alhamdulillah gue dibimbing oleh salah satu dari 300 ilmuwan nanoteknologi Indonesia. Satu tahun pula banyak diskusi dengan beliau. Ya, minimal gue taulah cara berpikir pakar per-nano-an itu. Bagaimana konsep dalam memulai dan mengembangkan penelitian, terutama berbasis nano. Dan bagaimana pula, hasil penelitian itu bisa bermanfaat. Ya, begitulah...

Setau gue nih ya, per-nano-an di Indonesia itu masih kurang. Potensi sumber daya dan pasarnya tuh udah TOP BGT, tapi kurang greget gitu menurut gue. Jadi gue tuh ingiiiin mengembangkan dan menjadikan produk nanoteknologi berjaya di negeri sendiri, minimal. Maksimalnya bisa dimanfaatkan oleh siapapun tanpa memandang batas wilayah. Gue tuh yakin, per-nano-an itu mampu memberikan efektivitas terhadap suatu kinerja yang tinggi. Gue tuh ingin menjadikan hasil penelitian itu sebagai produk yang bernilai dan komersial. 

Alhamdulillah, hal yang gue rasain saat ini, pemerintah sudah mulai gencar mendukung komersialisasi produk hasil penelitian. Meski belum terasa, tapi gue yakin bahwa semua butuh proses. Jadi, bersabarlah...

Keinginan jadi peneliti inilah yang mengantarkan gue untuk kuliah di Jepang. Gue ingiiin lanjut S2 di Jepang, terutama Tokyo Tech. Satu, gue udh ngincer satu tema. Apa itu? Hal yang berbau nanofiber, nanopartikel, atau nanokomposit (entah itu fiber atau partikel). Dua, hasil didikan Tokyo Tech, kereeen. Pola pikir mereka (lulusannya) gue acungin jempol. Tiga, ABG (Academy-Business-Government) di Jepang itu udah terasa hasilnya. Para businessman sudah memanfaatkan hasil penelitian di kampus-kampus dan pemerintah pun mendukungnya. Contohnya? Cari aja di google ya. Empat, gue udah jatuh cinta dengan Jepang sejak SMA. Gara-gara video 100 mimpi Danang, alumnus IPB.

Selain ingin jadi peneliti, gue juga ingin ikut 'menciptakan' peneliti-peneliti yang lainnya. Caranya? Jadi dosen. Ya, sebagai bentuk pengabdian gue bagi masyarakat.

Gue tau kok, itu semua butuh proses. Jadi doa dan ikhtiar, gue gak boleh lupa.

Cimahi, 23 Juni 2017/ 29 Ramadhan 1438 H

Karya : Rana Ida Sugatri